Renungan Harian, Rabu 30 Desember 2020

Mazmur 50:15

Suatu hari seorang pria dari suku Indian yang telah bertobat ditanya oleh sahabatnya,Mengapa kamu selalu membicarakan dan menyebut nama Yesus?….” Mendapat pertanyaan tersebut, pria Indian ini terdiam sebentar.  Bukan langsung menjawab, ia malah mengambil sejumlah ranting dan rumput kering yang dibuatnya menjadi lingkaran.  Setelah jadi ia pun membakarnya, namun sebelum membakar rumput dan kayu kering itu ia sudah meletakan seekor ulat ditengah lingkaran kayu dan rumput kering tersebut.  Dengan sangat cepat api menjadi semakin besar, tetapi belum ada sepatah katapun keluar dari mulut pria Indian tersebut, Justru ia dan sahabatnya meyaksikan bagaimana ulat yang di taruh di tengah-tengah api itu menggeliat dan ingin keluar dari sana.  Tidak lama kemudian, iapun lalu mengeluarkan jari tangannya dan dengan segera si ulat merambat naik dengan selamat.  Kemudian pria Indian itu berkata kepada sahabatnya; “Seperti itulah yang dilakukan Tuhan Yesus ketika saya tidak berdaya, berada di tengah-tengah bahaya, saya berseru mohon pertolongan-Nya, DIA mendengarkan saya dan memberi pertolongan.

Di situasi pandemi yang kita hadapi bersama sekarang ini, ada banyak permasalahan yang timbul.  Keadaan ekonomi berubah mengakibatkan masyarakat mengalami kesulitan ekonomi.  Beberapa pelaku usaha mengeluhkan tentang berkurangnya pendapatan secara signifikan.  Beberapa gereja yang berada di mall harus tutup karena tidak bisa membayar biaya sewa dan operasional gereja, dan banyak masalah lainnya.

Dalam Mazmur 50:15, Tuhan menyampaikan pesannya kepada umat-Nya melalui seorang pemazmur yang bernama Azaf, demikian;

”Berserulah kepada-KU pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau,…”  

Pernyataan tersebut bernuansa seperti ajakan Tuhan supaya umat-Nya kembali mengandalkan-Nya.  Apakah yang dapat manusia perbuat ditengah ancaman pandemi covid-19 seperti sekarang ini, selain mengandalkan Tuhan.  Orang lain tidak bisa menolong.  Living New Normal yang mulai berjalan sekarang ini telah membuat orang membangun kebiasaan baru yang sama sekali berbeda, dimana kecenderungannya berpusat kembali kepada diri sendiri.  Tetapi kepada umat-Nya, Tuhan selalu menunjukkan kesetiaan-Nya.  Dia yang berjanji dan Dia pasti menepati. 

1 Korintus 1:9 “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.” 

Yesaya 59:1 menulis demikian; “Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;” 

Marilah dalam hidup ini, kita memiliki keyakinan yang teguh bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dan tangan-Nya selalu terulur untuk menolong dan menyelamatkan kita.  Percayakanlah hidup kita 100% kepada-Nya.

Frasa selanjutnya dari Mazmur 50:15 ”… dan engkau akan memuliakan AKU.”  

Sama seperti apa yang selalu dilakukan oleh pria Indian di ilustrasi diatas, respon kita terhadap perbuatan Tuhan dan pertolongannya atas kita adalah memuliakan DIA dengan menceritakan perbuatan-Nya yang ajaib kepada semua orang atau dengan kata lain bersaksi tentang kasih dan perbuatan-Nya yang heran kepada semua orang.

1 Tawarikh 16:24-25 Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-Nya yang ajaib diantara segala suku bangsa.”

Selamat Pagi, Selamat Beraktifitas. Selamat menyongsong Tahun 2021

Tuhan Yesus memberkati

DS