Ucapan_Syukur_Penopang_Iman

Renungan Harian Jumat, 07 Agustus 2020

Beberapa waktu yang lalu kita belajar mengenai penopang dari Iman yaitu Kasih, Hati Nurani dan kesabaran. Hari ini kita akan belajar bersama untuk memiliki Iman yang kokoh, maka harus ditopang dengan Ucapan syukur.

Ada sebuah ayat dari Firman Tuhan yang menarik mengatakan bahwa:    ‘

Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya.

Kisah Rasul 28:15

Seperti halnya Pohon apel tidak cocok ditanam di daerah yang udaranya panas, pohon itu lebih dapat bertumbuh dengan baik jika udara sekitarnya cukup dingin. Demikian juga dengan iman, Iman akan lebih bertumbuh dalam sikap hati yang penuh dengan ucapan syukur. Sebaliknya kita harus sadar bahwa omelan/persungutan dapat meruntuhkan iman. Itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan jemaat di Filipi:

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.”

– Filipi 4:6

Rasul Paulus mengajarkan sesuatu prinsip yang penting kepada jemaat di Filipi. Memang menjadi orang Kristen pada jaman itu tidaklah mudah. Mereka banyak mengalami berbagai tantangan dan aniaya. Tetapi di tengah tantangan yang sangat berat itu, Rasul Paulus mengatakan kepada jemaat di Filipi untuk membawa segala pergumulan mereka dan menyerahkannya kepada Tuhan melalui doa-doa mereka. Tetapi yang terpenting, doa-doa itu tidak dipanjatkan dengan keluhan melainkan dengan mengucapkanapan syukur. Mengapa?

Ucapan syukur dalam doa membuktikan bahwa pendoa itu percaya bahwa Allah yang ia sembah, sanggup untuk menjawab doa-doan-nya.

Ucapan syukur itu akan mendorong pertumbuhan iman dan akan meneguhkan iman kita. Walaupun sekeliling kita negatif, yang penting suasana hati dan sikap hati kita harus positif. Dan untuk membuat suasana hati kita positif, mengucapa syukur adalah salah satu cara yang paling tepat. 

Ingatlah bahwa omelan/keluhan dapat menghancurkan iman, hal itu merupakan racun bagi jiwa kita. Firman Tuhan mengatakan: “Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan…“- Ayub 23:2

Diawali dengan keluh kesah, tetapi diakhiri dengan pemberontakan. Kelihatannya remeh tetapi kita harus sadar bahwa keluh kesah dapat menghancurkan kehidupan kita. Apakah saudara ingat tentang bangsa Israel yang keluar dari Mesir? Bukankah mereka telah menyaksikan dengan mata mereka sendiri tentang betapa hebatnya kuasa Tuhan dalam melepaskan mereka dari perbudakan di Mesir. Bukankah mereka telah menyaksikan dengan jelas bagaimana tiang awan menudungi mereka dari sengatan sinar matahari siang dan tiang api yang memberi kehangatan di tengah dinginnya padang gurun di malam hari. Bukankah mereka juga menyaksikan penyediaan dari Tuhan akan makan yang cukup selama perjalanan mereka ke Mesir. Bukankah mereka juga terheran-heran melihat bahwa pakaian mereka dan kasut mereka tidak hancur. Tetapi mengapa sebagian besar dari mereka tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian? Karena : Omelan / bersungut-sungut

Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut. Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai con¬toh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

— 1 Korintus 10:10-11

Rasul Paulus melalui tulisannya kepada jemaat di Korintus mengingatkan seluruh umat Tuhan disepanjang jaman untuk berhati-hati dan waspada tentang keluh kesah atau persungutan kita. Itu akan menyeret kita kepada rasa tidak terima, tidak puas kepada Tuhan, yang akhirnya menghasilkan suatu pemberontakan.

Seperti Seorang anak yang terus menerus mengeluh dan tidak bisa menerima kondisi keluarga dimana dia dibesarkan, maka anak itu akan menjadi anak yang suka berontak dan tidak mau tunduk kepada otoritas.

Marilah hari ini Kembali kita belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal, maka iman kita akan disegarkan dan dikuatkan… disiapkan untuk melakukan pekerjaan yang besar.

PPI 4