Renungan Harian Youth, Jumat 11 Desember 2020

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Matius 6:33
The Message – Steep your life in God-reality, God-initiative, God-provisions. Don’t worry about missing out. You’ll find all your everyday human concerns will be met.

Pesan penting yang ditekankan dalam ayat ini adalah “Mencari Kerajaan Allah dan Kebenarannya”. Hal yang penting/ pokok/ utama/ bermanfaat/ berguna dan menentukan adalah Mencari Kerajaan Allah serta Kebenarannya.

Jika ada hal yang utama, berarti ada hal-hal sampingan yang dikutip di ayat sebelumnya.

Matius 6:31-32  Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Kita mungkin bisa mendebat ayat ini dengan mengatakan bukankah sandang, pangan, dan papan itu kebutuhan primer yang harus dipenuhi bahkan dalam skala minimal? Namun Firman Tuhan tidak pernah salah. Mungkin bagi kita, hal-hal tersebut utama. Namun Bapa di surga tahu kita memerlukannya. Apa artinya? Hal-hal tersebut termasuk dalam pemeliharaan Allah dalam hidup kita. Dan dalam Matius 6:25 tentang sandang, pangan, papan; Tuhan berkata jangan kuatir karena hidup lebih penting daripada makanan dan tubuh lebih penting dari pada pakaian. Sudut pandang kita dan sudut pandang Firman Tuhan berbeda.

Ada tiga pelajaran :

Secara singkat : Jangan kuatir dengan kebutuhan untuk makanan, minuman, dan pakaian.

Dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah Versus Bapa di surga mengetahui dan Ia menambahkan kepada kita, menyediakan semuanya bagi kita, mempertemukan kita dengan segala kebutuhan tersebut (Matius 6:33) dengan catatan JIKA MENCARI KERAJAAN ALLAH SERTA KEBENARANNYA ITU TERUTAMA BAGI KITA.

Hidup itu lebih penting daripada makanan, tubuh itu lebih penting daripada minuman –

Fokus pada apa yang penting supaya kita hidup dan tubuh kita terpelihara bukan pada alat pemenuh dan pemuas kebutuhannya karena manusia tidak pernah mengenal kata puas.

Matius 16:26  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Kata “Karena itu …. “

 “Karena itu …” merujuk pada ayat, perikop yang dibahas sebelumnya, Yaitu “hal mengumpulkan harta”. Ada bahaya yang Tuhan tunjukkan, yaitu:

  1. Matius 6:19  “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
  2. Matius 6:21  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

It’s obvious, isn’t it? The place where your treasure is, is the place you will most want to be, and end up being. (Message)

Matius 6:24  Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

Kita perlu berhati-hati ketika memandang tentang kebutuhan atau hal yang penting dalam hidup kita berdasarkan ayat-ayat di atas. Ada harta di bumi yang tidak abadi dan memiliki bahaya rusak, ada harta di surga yang kekal dan abadi.

Jika kita mengumpulkan harta di bumi, maka hati kita akan berpusat pada perkara duniawi. Sebaliknya jika kita mengumpulkan harta di surga maka hati kita akan berpusat pada perkara surgawi.

Hati yang fokus pada perkara duniawi seringkali membuat kita tidak peduli apakah cara yang kita tempuh salah atau benar. Ada bahaya terjebak melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh anak Tuhan, terang di dalam hidup kita menjadi gelap. Namun jika kita fokus pada perkara yang surgawi, tentu saja kita akan lebih peduli pada kehendak Tuhan. Apa kehendakNya dalam hidup kita. Dan cara kita mengejar kebutuhan kita tentu akan sampai pada akhir yang berbeda. Mencari perkara duniawi berujung pada kebinasaan kekal/ tanpa Tuhan. Sedangkan mereka yang mengejar perkara surgawi tentu akan berakhir pada kehidupan yang kekal Bersama Tuhan.

Di mana letak perbedaannya yang utama? Tuannya. Mamon vs Tuhan

Tuhan seharusnya menjadi yang terpenting, yang terutama, pusat, penyokong utama, sumber dari segalanya dalam hidup kita.

JIKA KITA MENGATAKAN KERAJAAN ALLAH DAN KEBENARANNYA PENTING BAGI KITA apakah yang seharusnya kita lakukan?

  1. Memprioritaskan TUHAN dan meletakkan yang lain di urutan berikutnya.
  2. Fokus pada rancangan Tuhan bagi kita dan juga jalan-jalannya
  3. Membicarakannya dan membahasnya setiap waktu serta melakukannya

Mari kita berkomitmen untuk senatiasa berhati-hati dengan apa yang kita anggap penting dalam hidup kita. Jangan sampai kita salah langkah. Utamakan yang utama.

DDO – AC