Renungan Harian Youth 28 April 2020

Bahan Bacaan : Matius 6:19-21

Karena di mana hartamu berada,
di situ juga hatimu berada.
Matius 6:21

Awal Tahun 2020, dibuka dengan dibongkarnya kasus investasi bodong MeMiles yang merugikan ratusan ribu nasabahnya dengan total kerugian sebesar 750 milliar lebih. Beberapa public figure ikut-ikutan terseret namanya karena ikut mempromosikan investasi ini. Tentu saja, nasabah -nasabah tersebut sangat kecewa karena mereka sudah terlanjur berharap, meletakkan hartanya di tempat yang ternyata kosong dan tidak bisa diandalkan. Orang-orang menginvestasikan hartanya dengan membeli emas batangan, membeli saham perusahaan, jual beli rumah, tabungan, mengembangkan bisnis tertentu dll.

Awal Maret, pandemi Corona melanda Indonesia. Hal yang tidak pernah disangka-sangka terjadi. Karena pandemi ini, sekolah-sekolah diliburkan, ibadah-ibadah keagamaan di tempat-tempat ibadah diliburkan, kantor-kantor dan instansi dikurangi jam kerjanya bahkan ada yang ditutup. Belum lagi kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang terpaksa dihentikan. Pandemi ini untuk sesaat membuat kita terhenti. Hal-hal yang sebelumnya jadi pusat kesibukan kita mendadak hilang. Yang sibuk sekolah, bekerja, beribadah, bergaul dengan komunitasnya tiba-tiba tidak bisa lagi melakukan semuanya. Apa yang orang andalkan tiba-tiba saja hilang. Kesehatan, pekerjaan, status, keluarga tiba-tiba saja bisa hilang ketika orang tersebut terkena virus ini.

Teman-teman semuanya, selama kita hidup sadar atau tidak, kita sedang melakukan investasi. Kita menghabiskan waktu, perhatian, usaha kita untuk sesuatu hal yang kita anggap penting.

Kita bersekolah di tempat yang menjanjikan untuk sebuah masa depan yang cerah. Kita mencari pekerjaan yang bisa diandalkan untuk kelangsungan hidup kita. Kita mengejar apa yang kita anggap penting dan mencurahkan semuanya untuk mencapai hal tersebut.

Rekan-rekan pemuda remaja, di mana kita menginvestasikan harta, waktu, perhatian kita?

Karena itu berhati-hatilah menginvestasikan kehidupan kita karena di situlah hati kita akan berada.

Matius 6:19 mengatakan bahwa harta kita di dunia tidak kekal. Banyak hal yang akan merusak dan menghilangkannya.

Dan kita bisa kecewa, karena apa yang kita anggap berharga bisa menguap begitu saja dan kita kehilangan semuanya. Nasehat firman Tuhan untuk kita mengumpulkan harta di surga. Sesuatu yang bernilai kekal, yang tidak bisa dirusak dan diambil dari hidup kita.

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kolose 3:23

Mari kita tetap melakukan aktifitas kita sehari-hari namun Tuhanlah yang menjadi pusatnya. Mari kita bersekolah dengan sebaik mungkin untuk kemuliaan Tuhan di manapun sekolah kita. Mari kita bekerja sebaik mungkin seperti yang Tuhan mau. Mari kita mempedulikan sesama seperti yang Tuhan mau.

Sebelum kita menginvestasikan hidup kita. Tuhan Yesus sudah menginvestasikan hidup-Nya lebih dahulu.

Untuk apa? Supaya kita selamat dan memperoleh hidup yang kekal. Rasul-Rasul menginvestasikan hidup mereka, menderita mengalami hukuman supaya semakin banyak orang mendengar kabar keselamatan, percaya kepada Tuhan Yesus dan beroleh hidup yang kekal. Bahkan orang tua kitapun menginvestasikan waktu, perhatian mereka untuk membimbing kita untuk mengenal Tuhan dengan benar. Mengenal Tuhan dengan benar akan menolong kita mengenal kehendakNya dan menyadari siapa kita dengan benar.

Jangan habiskan waktu, tenaga, perhatian kita semau kita sendiri.

Saat ini, sebagian besar dari kita punya banyak sekali waktu luang. Apa yang kita lakukan selama waktu-waktu luang itu. Apakah kita akan membiarkannya berlalu begitu saja? Menganggap bahwa kita punya lebih banyak waktu untuk bermain, menonton film, bersosial media sepuasnya, rebahan, sesuka kita?

Beberapa keluarga punya kesempatan lebih banyak untuk berkumpul bersama keluarga. Anak-anak perempuan bisa belajar nilai-nilai kehidupan dari ibunya saat memasak di dapur, membersihkan rumah, dll. Anak laki-laki bisa belajar keterampilan tertentu seperti memperbaiki peralatan-peralatan yang rusak, menata halaman dsb. Keluarga bisa melakukan kegiatan bersama-sama untuk mengakrabkan diri, saling mengenal dengan lebih baik, punya waktu bersama membangun mezbah doa.

Mari kita renungkan:

Beranikah kita menginvestasikan hidup kita untuk Tuhan?
Relakah kita mengalihkan fokus hidup kita dari pencarian dan pencapaian diri sendiri pada kehendak Tuhan?

Komitmenku hari ini

Aku mau menginvestasikan hidupku untuk Tuhan

DDO – AEP