Renungan Harian Selasa, 15 September 2020

Markus  14 : 35 – 36

Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari padaNya, kataNya ; “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil  bagiMu ambillag cawan ini  dari padaKu, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki melainkan apa yang Engkau kehendaki”.

Doa bukanlah upaya memaksa Tuhan agar menuruti kehendak kita, namun  merupakan penyerahan diri kita kepada kehendakNya.

Oleh karena itu ada slogan PRAY UNTIL SOMETHING HAPPENS, artinya berdoa sampai sesuatu terjadi, ini merupakan hal yang BENAR namun juga dapat dipahami secara KELIRU jika tujuannya adalah memaksa Tuhan untuk melakukan kehendak atau keinginan kita . kalau slogan ini dimaknai sebagai kegigihan kita dalam  berdoa, maka hal ini merupakan prinsip yang benar, tetapi kalau diartikan bahwa kita harus harus gigih berdoa sampai Tuhan terpaksa menuruti kehendak kita maka merupakan sikap yang keliru!!

Sebab bila kita  dapat memaksa  Tuhan maka berarti Dia bukanlah pribadi yang berdaulat.   oleh sebab itu yang   benar adalah melalui doa kita menyerahkan diri kepada kehendakNya.

Tepat seperti apa yang dinyatakan dalam

Yakobus 4:2-3 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

Doa adalah media untuk kita berkomunikasi kepada Tuhan, membawa segala permohonan dan kerinduan kita kepada Tuhan. Namun dari ayat diatas kita bisa belajar bersama ada sebuah kebenaran ataupun batasan supaya kita tidak “Salah Berdoa” yaitu ketika doa yang kita naikkan kepada Tuhan hanyalha untuk kepuasana Hawa Nafsu diri kita sendiri

Prinsip Penting tentang doa inilah yang dicontohkan Yesus dan dicatat dalam Markus 14. Ditulis di situ Ia berkata: “Janganlah apa yang Ku kehendaki melainkan apa yang Engkau kehendaki “. Itulah contoh dan teladan dari doa yang seharusnya.  Yaitu bahwa didalam doa kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada Tuhan, sebab kehendak kita tidak selalu tepat dan tidak sesuai dengan kehendakNya yang sempurna..  Justru melalui doa kita mengungkapkan  keyakinan kita bahwa kehendak Tuhan adalah yang terbaik, dan KuasaNya tidak terbatas.

Jadi dengan kesadaran iman tersebut kita merendahkan diri serta memasrahkan hidup kita kepada kehendakNya.

Didalam Doa yang sederhana diatas ada sebuah kebenaran yang mendalam, untuk kita menyerahkan setiap kehendak dan keinginan kita kepada Tuhan dan meminta hanya kehendak Tuhan yang terjadi dalam kehidupan kita. Disinilah doa kita pasti dijawab oleh Tuhan, karena jawaban doa yang diberikan kepada kita, tidak kita paksakan dengan keinginan kita tetapi kepada apapun yang Tuhan berikan sebagai jawaban doa kepada kita adalah yang terbaik.

Pertanyaannya untuk direnungkan, apakah selama ini kita telah berdoa dengan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan ???

Datanglah kepada Tuhan dan serahkanlah semuanya kepada Tuhan, percayalah akan kepastian jawaban doa yang Dia berikan kepada kita.

Tuhan Yesus memberkati

EW