Renungan Harian Selasa, 21 Juli 2020

KELUARAN 14:1-13

Bagaimana reaksi saudara ketika sedang menempuh perjalanan jauh, ditengah terik matahari yang sangat menyengat dan melelahkan, tiba-tiba menemui jalan buntu? Perasaan kita pasti akan campur aduk; kecewa, marah, frustasi,kesal membaur menjadi satu. Akhirnya tanpa sadar keluarlah dari mulut kita perkataan yang negatif sebagai reaksinya.

Bagaimana jika jalan buntu itu mengacu kepada tidak adanya jalan keluar untuk masalah atau pergumulan yang sedang kita hadapi? ketika menghadapi jalan buntu sebagian besar orang akan menyerah pada keadaan dan putus asa. Menghadapi jalan buntu juga pernah dialami oleh bangsa Israel ketika dikejar-kejar oleh pasukan firaun, Adapun orang Mesir dengan segala kuda dan kereta Firaun, dan orang-orang berkuda dan pasukannya mengejar mereka

Keluaran 14:9 sementara di depan mereka terbentang laut Teberau, sedangkan dikanan kiri terbentang padang gurun, secara manusia mustahil mereka akan luput dari kejaran orang Mesir atau dengan kata lain orang Israel menghadapi jalan buntu 

Oleh sebab itu mari kita belajar dari kisah bangsa Israel yang sedang menghadapi jalan buntu.

1. JANGAN TAKUT (ayat 10 – 11)

Ketika menghadapi jalan buntu umat Israel mengalami keputusasaan dan ketakutan luar biasa, lalu berseru-serulah mereka kepada Musa Keluaran 14:11, ketakutan adalah musuh dari iman! semakin kita takut semakin  lemahlah keadaan kita sehingga kitapun tidak punya kekuatan dan keberanian untuk melakukan sesuatu. Oleh sbb itu Allah memerintahkan kepada Yosua supaya dalam menghadapi masalah jangan takut tapi menguatkan dan meneguhkan hatinya (Yosua 1:6,7,9,18).

Ketakutan dalam menghadapi masalah tidak akan pernah memberi jalan keluar, Ketakutan adalah roh yang harus dilawan dan dikalahkan,

Dalam 2 Timotius 1:7 firman Tuhan berkata Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yg membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban.

Karena dihantui oleh rasa takut yg berlebihan akhirnya yg terbayang dan timbul didalam pikiran umat Israel adalah hal2 yang negatif , adakalanya Tuhan mengijinkan kita mengalami situasi-situasi yang sulit dan jalan buntu,

(2 Korintus 1:9).. supaya kita jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.

2. JANGAN MENYERAH TETAPI TETAP PERCAYA (ayat 13)

Ketika kita mengikuti jalan Tuhan dan taat melakukan kehendak-Nya bukan berarti perjalanan hidup kita terus mulus dan lancar, terkadang kita harus menghadapi lorong-lorong gelap, bahkan lembah-lembah kekelaman. Doa-doa kita serasa tak mampu menembus  langit-langit kamar. Sepertinya semakin kita setia kepada Tuhan semakin kita dihadapkan pada masalah demi masalah yang tidak ada jalan keluarnya.

Dalam kondisi seperti ini mari kuatkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan, jangan marah, jangan kecewa, dan bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan (Keluaran 14:13)

Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu, sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.

Jadi saudara-saudara secara kasat mata umat Israel sedang diperhadapkan pada jalan buntu, Tuhan memerintahkan mereka untuk terus bergerak maju (ayat 15). Karena Tuhan tidak berkompromi dengan rasa ketakutan, kalimat BERDIRILAH TETAP artinya sesulit apapun keadaan kita tetaplah berada di pihak Tuhan. kata tetap berarti terus menerus dan tidak berubah … Kita dapat belajar bersama

ketika MENGHADAPI JALAN BUNTU tetaplah bergumul, Tuhan tidak menghendaki kita menyerah ditengah jalan, bangunlah Iman dan Pengharapan kepada Tuhan. Memang bukan perkara mudah, dibutuhkan iman untuk melakukan apa yang diinstruksikan Tuhan karena itu seringkali tidak masuk diakal.

Tetapi jika kita MAU  dan TAAT melangkah dengan iman , kita akan melihat pembelaan Tuhan, kita akan melihat kemuliaan, keselamatan dan kemenangan yang Tuhan sediakan  bagi kita.  Tuhan Yesus memberkati.

EW