Renungan Harian Youth, Rabu 10 Februari 2021

Keluaran 14:14

Rekan-rekan youth, apa yang kalian pikirkan jika pada saat kalian mendapati sebuah masalah yang besar, kalian tidak menemukan jalan keluar untuk masalah tersebut.  Atau mungkin kalian sudah berusaha dengan melakukan banyak hal, tetapi masih jauh dari kata berhasil.  Atau barangkali kalian malah mendapati jalan buntu dalam masalah tersebut.

Dari pembacaan Alkitab kali ini, kita mendapati bahwa bangsa Israel sudah berjalan sangat jauh setelah mereka keluar dari Tanah Mesir.  Sebenarnya, ada jalan yang baik langsung menuju ke Palestina melewati pantai yang terletak di Gaza, tetapi jalur ini akan membuat mereka melewati banyak benteng Mesir di tengah jalan, dan akan mengharuskan mereka bertempur, untuk mana mereka tidak siap secara jasmani maupun kejiwaan. Di dalam kemurahan-Nya yang bijak, Allah menuntun mereka melalui jalan yang lain.  Dan jalan yang mereka lewati bersama dengan tiang awan dan tiang api justru membawa mereka ke tepi laut Teberau.  Tidak ada kapal besar disana, juga  tidak ada perahu untuk mereka bisa menyebrang, tetapi yang ada malah pasukan Mesir yang mengejar mereka semakin dekat.

Ada sebuah terjemahan yang mengatakan bahwa firaun memiliki kesimpulan tentang “kepergian bangsa Israel” adalah sebuah pengembaraan tanpa arah.  Hal ini juga dikuatkan dengan fakta bahwa bangsa Israel justru mendapati lautan, dan sepertinya mereka akan dibawa kembali ke Mesir.  Tetapi dalam pemandangan Allah … ,sebenarnya Allah sedang memberikan sebuah pelajaran berharga bagi bangsa Israel.  Allah ingin mendemontrasikan kuasa-Nya kepada Israel dan juga kepada raja Firaun.

Kel. 14:2  “Katakan kepada orang Israel agar mereka balik lagi ke Pi-Hahirot, di antara Migdol dan laut, di seberang Baal-Zefon, dan berkemah di situ di sepanjang pantai.

Instruksi Allah pada saat itu sulit dipahami dengan akal manusia, dan sangat mustahil (bagi manusia) untuk bertahan dari kejaran musuh:

  • Mereka diperintahkan oleh Tuhan supaya balik kembali dan berkemah
  • Allah membuat hati firaun menjadi keras dan mengejar mereka
  • Mereka ada dalam lingkaran rancangan Allah: saat Firaun menegejar dengan pasukan berkuda, Allah seakan-akan membuat mereka terjebak, tersesat dan berhenti di padang gurun, sementara di depan mereka ada lautan…

apakah Tuhan akan membunuh mereka? apakah Tuhan akan membiarkan mereka? respon yang salah timbul dalam hati orang Israel, yaitu KETAKUTAN… kebanyakan dari mereka masih teringat dengan kemakmuran Mesir tanpa memikirkan status mereka sebagai budak disana..Kel 14:12..

 Tuhan Allah lebih tertarik membuat mereka menjadi suatu bangsa yang menikmati janji Allah di Tanah yang sudah tetapkan bagi mereka. Dalam hal ini, kita juga belajar untuk meyakini jaminan Allah dalam segal janji-janji-Nya.  Dan tentu,Tuhan Allah memiliki tujuan dalam segala rancanganNya bagi kita…

Ketika Allah membelah lautan untuk disebrangi orang Israel, tujuan Allah adalah: sehingga orang mesir mengetahui bahwa “Akulah TUHAN” , Allah Israel adalah Allah yang hidup.

Allah ingin menyatakan kemuliaanNya; kuasa Allah tidak dibatasi dengan apapun.

Ketika mengalami situasi yang sulit seperti ini.. hal-hal yang harus diperhatikan adalah:

Jangan pernah ragu dengan Firman Tuhan; ketekunan kita dalam melakukan firman Tuhan menjadi jaminan bagi kita untuk melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan…
Jangan bersungut-sungut; ketakutan yang muncul dlm diri kita membuat kita lupa mengucap syukur bahkan dengan gampangnya melupakan Tuhan…
Jangan terikat dengan kenangan indah pada masa lalu (kejayaan/kemakmuran yang terikat dengan dosa.

Allah memberikan jaminan pertolongan bagi mereka yang percaya kepada-Nya asalkan kita:  Jangan takut; Tuhan selalu beserta kita dan memegang setiap janji-Nya bagi kita. Berdirilah tetap/kokoh jangan goyah ketika masalah seakan-akan tidak pernah berhenti melanda hidup kita

TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Apapun krisis yang sedang melanda dunia ini, tidak ada satupun yang sanggup menghancurkan iman orang percaya karena iman itu disandarkan pada Allah.

Komitmen kita:

Aku mau terus berpegang pada janji Tuhan dan terus meyakini bahwa jaminan Tuhan akan terus berlaku dalam hidupku

RM -YDK