Renungan Harian, Selasa 02 Februari 2021

Bacaan Firman Tuhan :

Galatia 4:9, Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?

Sebuah negara selalu berjuang untuk dapat merdeka, segala usaha dikerjakan untuk dibebaskan dari segala bentuk penjajahan. Karena penjajagan selalu membawa pembelengguan hak sebuah bangsa. Dan pasti akan mempertahankan kemerdekaan itu apapun harganya.

Ternyata didalam kitab Keluaran ada hal yang menakjubkan. Kitab ini menuliskan bahwa bangsa Israel ternyata pernah ingin kembali dibelenggu dalam penjajahan. Keluaran 16:1-3 ; 17:3 .

Mereka ingin kembali ke Mesir, mereka begitu bosan dengan manna, sehingga mereka begitu menginginkan daging dengan begitu sangat, dan ingat dengan makanan makanan yang mereka santap di Mesir.  Bangsa Israel lupa, bahwa Mesir adalah tempat mereka “dibelenggu”. Mereka ingin kembali memutar waktu ke saat mereka masih digiring sebagai budak oleh orang orang Mesir, disiksa, didorong, dan didera hingga mereka tak tahan dan berteriak kepada Tuhan untuk membebaskan mereka.

Seperti orang Israel, kadangkala kita pernah atau sering ingin kembali kedalam belenggu dosa. Kita mungkin menginginkan sesuatu dengan begitu sangat, dan menghendaki agar keinginan itu terpuaskan. Saat itu rasanya, menyinggirkan Tuhan begitu menggiurkan dan memutuskan secepat cepatnya untuk memuaskan hawa nafsu kita.

Demikian juga dengan kehidupan kita, Ketika kita menyerah, kita kembali diperbudak. Kita diperbudak oleh  hawa nasfu dan kebiasaan jelek kita yang dahulu, saat kita masih dalam penjajahan dosa.

Saudara yang terkasih, seperti Paulus yang mendesak jemaat di Galatia, ia juga mendesak kita sekarang ; jangan lakukan itu! Jangan menyerah ! Jangan kembali dalam belenggu dosa ! . Sekarang setelah kita mengenal Allah, dan Allah mengenal kita, jangan berpaling mundur. Kembali dalam penjajahan bukanlah pilihan.

Sebaliknya berdirilah dengan kokoh. Yesus mengasihi kita begitu hebat.

Yohanes 3:16, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

DIA mati dikayu salib dan membebaskan kita dengan darahNya. Bila kita sudah bebas, mengapa kita masih memilih perbudakan?

Saudara yang terkasih, mari kita membangun hidup kita untuk selalu dekat dengan pribadiNya. Jangan mau hidup didalam masa lalu, dan dibelenggu oleh dosa. Tetapi hiduplah benar sesuai dengan kebenaran FirmanNya.

Tuhan Yesus Memberkati…

YG