Renungan Harian Youth, Kamis 28 Januari 2021

Syalom sobat Youth, semoga semua dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Tuhan.

Dalam kondisi pandemi seperti saat ini yang tidak tahu sampai kapan akan berakhir kebahagiaan adalah separuh obat untuk penyakit, termasuk penyakit yang disebabkan oleh si virus nakal satu ini. Tetapi dengan berbagai impitan dan masalah lain yang ditimbulkannya juga, rasanya sulit juga ya untuk tetap bahagia sekarang ini? Well, memang, ketidakpastian itu mau enggak mau membawa kecemasan. Kecemasan yang timbul–apalagi jika berlebihan–kalau dibiarkan saja akhirnya ya bisa memengaruhi mental kita. Ketika mental sudah down, akibatnya daya tahan tubuh menurun sehingga virus apa pun akan mudah menyerang.

Menjaga perasaan tetap bahagia dan optimistis penting untuk menjaga kesehatan selama pandemi Covid-19.

Ketika kita berbicara mengenai kebahagiaan pada umumnya diindentikan dengan memiliki kondisi kesehatan yang baik, kekayaan, kesuksesan, hubungan dengan keluarga  dan rekanan yang harmonis bahkan memiliki kekuasaan yang biasanya menjadi persyaratan untuk mendapatkan kebahagiaan. Ketika banyak orang di dunia ini berusaha mencari kebahagiaan dengan bekerja terus-menerus sampai lupa waktu.

Ada yang berusaha mencari kebahagiaan dengan menumpuk kekayaan sebanyak-banyaknya. Ada yang berusaha mencari kebahagiaan dengan mendatangi klub-klub malam. Ada yang berusaha mencari kebahagiaan dengan menyalahgunakan obat-obat terlarang. Ada yang berusaha mencari kebahagiaan dengan berlibur ke tempat-tempat yang eksotis. Ada yang berusaha mencari kebahagiaan dengan jalan jalan keluar kota dan menginap dihotel yang mewah. Ada yang berusaha mencari kebahagiaan dengan membeli dan memiliki barang mewah. Ada yang berusaha mencari kebahagiaan dengan mengikuti kegiatan hura-hura, dan lain sebagainya. Apa yang dilakukan orang-orang termasuk anak anak Tuhan untuk mencari dan menemukan kebahagiaan dengan mengikuti kebiasaan duniawi yang ternyata sia-sia. Mereka tidak menemukan kebahagiaan. Jikapun mereka menemukan dan merasakan kebahagiaan, maka yang mereka temukan dan rasakan adalah kebahagiaan semu, kebahagiaan sesaat, bukan kebahagiaan yang sejati. Artinya kebahagiaan itu seperti barang langka yang sulit ditemuka Lalu bagaimana memperoleh kebahagian menurut Tuhan Yesus ?

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
Matius: 11 : 28 – 30.

Dalam bacaan ini ada orang yang disebut Tuhan Yesus sebagai orang yang letih lesu dan berbeban berat. Ini adalah aspek psikis: yaitu emosi, perasaan, atau jiwa yang bermasalah, yang dilanda atau dibelenggu oleh kemarahan, kesedihan, kekecewaan, sakit hati, malu, ketakutan, keputusasaan, dan hal-hal negatif lainnya. Inilah ketidakbahagiaan.

Yesus mengatakan kepada orang-orang yang merasa letih lesu dan berbeban berat itu: “Aku akan memberikan kelegaan kepadamu … dan jiwamu akan mendapatkan ketenangan.”

Kelegaan dan ketenangan jiwa, itulah obat untuk yang menyembuhkan seseorang dari rasa letih lesu dan berbeban berat. Jadi, arti sesungguhnya dari kebahagiaan adalah jiwa yang lega dan tenang, bebas dari rasa letih lesu dan berbeban berat.

Apakah ini berarti bahwa Yesus akan membuat hidup kita tanpa masalah? Tentu saja tidak. Yang Yesus berikan adalah kekuatan jiwa untuk tetap lega dan tenang meskipun berada di dalam berbagai persoalan hidup.

Artinya, meskipun banyak masalah, bahkan meskipun masalah itu datang bertubi-tubi, kita akan mampu mengatasi rasa takut, malu, cemas, kuatir, bimbang, putus asa, marah, kecewa, sakit hati, dll, yang muncul, sehingga kita tetap merasa lega dan tenang.

Kebahagiaan yang seperti ini adalah kebahagiaan yang sejati, karena sifatnya permanen di dalam diri kita, selalu ada setiap saat.

Kebahagiaan sejati hanya ada pada Tuhan

Yesus katakan: “Marilah kepadaKu…”. Kebahagiaan sejati hanya ada pada Tuhan, sebab Dialah yang memiliki semua jawaban dan jalan keluar yang kita butuhkan atas semua persoalan hidup yang kita hadapi. Jawaban Tuhan tersebut ada di dalam FirmanNya. Bila kita dilanda ketakutan terhadap wabah covid 19 dan  kematian, Firman Tuhan menyediakan jawaban yang akan menenangkan jiwa kita. Firman Tuhan juga sudah menyediakan jawabannya, untuk masing masing pergumulan kita.

Tuhan mau kita juga berusaha dan berjuang untuk memikul kuk dan belajar kepadaNya.

Ini berarti juga kita harus berusaha , ada usaha dari kita secara aktif untuk terus belajar dan berjuang untuk mengerti apa yang Tuhan mau dalam hidup kita. Melalui pendalaman tentang Firman Tuhan dan kesetiaan untuk melakukannya dalam kehidupan kita setiap saat, maka kebahagiaan sejati akan nyata di dalam hidup kita. Jika Tuhan ada di dalam mu dan kamu ada di dalam Tuhan, maka ke manapun kita berada di situ Dia ada. Artinya di manapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun, Tuhan tetap ada di dalam kita.

Yuk rekan rekan pemuda dan remaja kita tetap yakin dan percaya ketika kita sungguh sunguh mengikuti dan menyerahkan sepenuhnya hidup kita kepada Tuhan, Melalui kondisi seperti saat ini  Tuhan akan tetap memberikan kita kekuatan dan kebahagiaan. Karena Tuhan adalah sumber kebahagiaan, maka di manapun, kapapun, dan dalam situasi apapun kita akan berbahagia bersama Tuhan.

Komitmen .

Mari kita sunguh sunguh menyerahkan sepenuhnya hidup kita kepada Tuhan, karena hanya Dialah sumber dari kebahagian hidup kita yang sejati.

KP – SCW