Renungan Harian Remaja Pemuda, Rabu 27 Januari 2021

syaloomm rekan youth Elohim. Bagaimana kabarnya… semoga kita tetap dalam lindungan Tuhan ya… waktu berjalan cepat ya.. tiba – tiba sudah tahun 2021 aja.. kira-kira bahagia gak ya kita ditahun ini?

Mungkin kita sering denger kalimat Jangan lupa bahagia”.Kalimat ini mengingatkan kita untuk berbahagia meskipun saya sendiri kurang memahami apa yang menjadi ukuran kebahagiaan yang dimaksudkan dalam kalimat itu. Sering kita menilai kebahagiaan orang lain menurut ukuran kebahagiaan kita. Apakah orang lain bisa berbahagia jika hari ini mereka makan nasi dengan lauk tempe? Atau apakah orang lain bisa berbahagia meskipun mereka sedang menderita sakit?. Seringkali Ukuran kebahagiaan yang kita miliki lebih condong kepada ukuran kebahagiaan duniawi, bukan kebahagiaan menurut firman Tuhan.

 Firman Tuhan menunjukkan jalan menuju kebahagiaan. Bersyukur dalam segala hal, itulah salah satu hal yang membuka pintu menuju bahagia.

Kaya atau miskin, sehat atau sakit, siapa pun kita, tidak perlu berusaha mencari kebahagiaan. Kebahagiaan sejati berawal dari rasa syukur atas apa pun yang kita miliki dalam segala situasi dan kondisi. Kita dapat bersyukur dalam segala hal dan keadaan ketika kita menyadari bahwa hidup kita ada dalam kontrol dan penyertaan Tuhan (1 Tes. 5:9-10). Namun, bersyukur seringkali menjadi salah satu hal yang sangat sulit untuk kita lakukan. Kita sering merasa hidup ini tidak adil, merasa kurang berkecukupan, atau merasa masalah-masalah tidak pernah berhenti menyerang. Jadi apa yang harus kita lakukan agar kita dapat lebih bersyukur di dalam hidup?

3 Cara agar kita tidak lupa bersyukur

CARA 1: MENYADARI BAHWA TUHAN SANGAT MENGASIHI KITA DAN TELAH MENYELAMATKAN KITA

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

Kebenarannya, Tuhan sangat mengasihimu dan Dia telah menyelamatkanmu. Ini adalah kebenaran paling indah dari Kekristenan; namun, banyak orang Kristen yang seringkali melupakan hal ini. Tetapi terkadang kita focus sama masalah duniawi dan melupakan Tuhan dikehidupan kita. Terkadang keselamatan itu hanya lalu begitu saja karena focus kita hanyaah masalah duniawi misalnya keuangan/ kesehatan. Jika pemikiran kita seperti ini berarti tolak ukur rasa syukur kita hanyalah pada hal – hal duniawi bukan karena Dia. Sebenarnya berkat dan sukacita sesungguhnya bukanlah berasal dari seberapa kita memiliki, melainkan dari seberapa kita mengenal kasih Tuhan melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib.

CARA 2: MENYADARI BAHWA SEMUA YANG TERJADI TIDAKLAH TERLEPAS DARI RANCANGAN TUHAN

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

Ketahuilah Tuhan yang pegang kendali dalam hidup kita dan Tuhanlah sumber dari segala sesuatu. Hal buruk yang Dia biarkan masuk ke dalam hidupmu tidak pernah Dia maksudkan untuk menghancurkanmu, melainkan untuk menguatkanmu. Itu adalah proses dari Tuhan. Seringkali ketika kita sedang memiliki kesulitan di dalam hidup, orang-orang akan mengatakan, “Kasian ya dia terkena musibah yang akan menghancurkannya.” Tetapi jika ada yang bertanya kepada Tuhan, Dia akan mengatakan, “Dia bukan sedang berjalan menuju kehancuran. Dia sedang melalui pelatihan khusus dari-Ku, agar Dia siap menjadi pemenang.” Percayalah, Tuhan dapat menggunakan setiap hal yang terjadi di dalam hidupmu (mau yang baik atau pun yang buruk) untuk kebaikanmu di masa depan gaes.

CARA 3: MENYADARI BAHWA BERSYUKUR DAPAT MEMBERIKAN KETENANGAN

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)

Kita sering berpikir bahwa ketenangan adalah syarat untuk bersyukur, padahal yang benar, bersyukur adalah syarat untuk menjadi tenang. Ketika kita memilih untuk bersyukur (mengucapkan terima kasih kepada Tuhan) berarti kita telah memilih untuk mulai meletakkan pandangan kita kepada Tuhan dan bukan kepada keadaan buruk kita.

Kesalahan yang beberapa dari kita miliki adalah kita terlalu sering menceritakan tentang besarnya masalah-masalah kita kepada Tuhan, dan bukannya malah menceritakan tentang besarnya Tuhan kita kepada masalah-masalah kita. Marilah kita belajar untuk bersyukur bahkan di tengah badai—maka kita akan melihat bagaimana Tuhan menenangkan hati kita di tengah-tengah badai itu.

Komitmenku :

Kebahagiaan tidak selalu datang dari hal – hal yang luar biasa. Kebahagiaan juga bisa datang dari hal – hal sederhanan yang kita syukuri. Kebahagiaan tercipta saat kita mampu bersyukur atas penyertaan-nya dalam segala situasi dan kondisi.

CGP – YDK