Renungan Harian Anak, Senin 30 November 2020

Kejadian 43:1-34

Hallo adik-adik Elohim Kids, shalom… Selamat pagii semuanyaaa… Apa kabarnya nih anak-anak Elohim Kids? Semoga adik-adik semua dalam keadaan sehat dan baik semuanya yaa.. yuk hari ini kita mau kembali merenungkan Firman Tuhan

Adik-adik di Sunday Funday kemarin kita belajar bersama mengenai salah satu tokoh didalam perjanjian lama yaitu YUSUF. Yusuf ini terkenal karena dia adalah anak Tuhan yang memiliki hati takut akan Tuhan dan memiliki hikmat yang luar biasa.

Yusuf adalah anak laki-laki ke 11 dari Bapak Yakub. Kakaknya ada 10 orang dan adiknya 1 orang, namanya Benyamin. Pada suatu hari, kakak-kakaknya membuang Yusuf ke dalam sumur karena iri terhadap Yusuf. Yusuf sering mendapat perhatian lebih dari ayahnya. Saudara-saudara Yusuf kemudian menjual Yusuf ke tangan orang Mesir, sehingga Yusuf terpisah dari ayahnya. Namun dengan pertolongan Tuhan, Yusuf dibebaskan dari penjara. Kemudian ia menjadi penguasa. Tugas Yusuf mengatur persediaan gandum, karena akan ada kelaparan di Mesir.

Adik-adik Ternyata kelaparan juga melanda Tanah Kanaan, sehingga saudara-saudara Yusuf lalu pergi ke tanah Mesir untuk membeli gandum. Mereka mendengar bahwa di Mesir banyak gandum. Mereka pergi ke Mesir untuk membeli gandum. Pada saat di Mesir, mereka bertemu dengan Yusuf, sebab Yusuflah yang mengurus penjualan gandum. Saudara-saudara Yusuf tidak mengenali Yusuf. Mereka sudah lama berpisah dan juga Yusuf mengenakan jubah kebesaran orang Mesir. Tetapi Yusuf tetap dapat mengenali kakaknya. Wah, gawat, jangan-jangan Yusuf membalas dendam kejahatan mereka dulu. Karena sekarang Yusuf punya kekuasaan yang besar, ia dapat menjebloskan mereka ke dalam penjara. Yusuf pun dapat saja tidak menjual gandumnya supaya mereka menderita.

Tapi adik-adik Apakah Yusuf akan membalas perbuatan kakak-kakaknya itu? Bukankah ini saat yang tepat untuk melakukan pembalasan kepada saudara- saudaranya itu ? ternyata Yusuf tidak mau membalas perbuatan saudara-saudaranya, sebab ia telah memaafkan mereka. Sebaliknya, Yusuf mengajak saudara-saudaranya untuk makan bersamanya di rumahnya yang megah. Yusuf menyuruh pelayannya untuk menyediakan makanan yang enak dan lezat untuk mereka semua. Bahkan la terharu hingga menangis karena dapat bertemu kembali dengan kakak dan adiknya, Benyamin.

Wahh, hebat yaa Yusuf, walaupun dia sudah disakiti dan dibuang seperti itu oleh saudara-saudaranya, tetapi dia tidak membalas perbuatan saudaranya dan justru memaafkan dan menerima mereka.

Nah Adik-adik, kakak mau Tanya.. Siapa yang disini pernah disakiti oleh saudara kalian, kakak adik kalian, atau teman kalian ? Pasti setiap kita pernah ya merasa marah karena perbuatan saudara atau teman kita yang nakal ? Lalu apa sih yang adik-adik lakukan saat ada yang menyakiti kalian? Apakah kalian berusaha untuk membalas perbuatan mereka.

Hari ini kita belajar dari Yusuf yang tidak mau membalas perbuatan saudara-saudaranya. Yusuf menerima kehadiran saudara-saudaranya di rumahnya, makan bersama-sama dan bersukacita bersama. Yusuf memaafkan saudara-saudaranya.

Adik-adik  Tuhan Yesus pasti juga senang jika adik-adik mau memaafkan dan tidak membalas kejahatan orang lain yang sudah menyakiti hati adik-adik.

Mintalah Roh Kudus untuk memampukan supaya adik-adik bisa menjadi seperti Yusuf. Mengampuni bukan hanya melupakan kesalahan orang lain tetapi juga belajar tidak membalas orang yang menyakiti kita. Tuhan yang akan menolong dan memampukan kita untuk mengampuni orang lain

Ayat Hafalan :

Kolose 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain

Komtimenku hari ini :

Tuhan mau supaya aku tidak membalas orang yang telah menyakiti kita, tetapi sebaliknya Tuhan ingin aku mengampuni dan mengasihi mereka