Renungan Harian Anak, Sabtu 06 Februari 2021

Yosua 7:1-26

Di sebuah danau yang berair jernih hiduplah binatang-binatang yang cantik-cantik. Mereka ini adalah Ikan Mas, Ikan Lele, Ikan Mujair dan beberapa jenis ikan lain. Selain itu di danau itu juga tinggal beberapa jenis binatang lain seperti Katak, Kepiting, dan Bangau.

Bangau sekarang sudah tua, ia tidak lagi gesit seperti waktu masih muda. Tangkapan ikannya sekarang sering tidak kena. Matanya juga sudah mulai rabun.Bangaupun berfikir bagaimana caranya supaya ia dapat makan enak dengan mudah. Akhirnya si Bangau mendapatkan ide. Ketika ia bertemu dengan Katak, ia bercerita bahwa di danau ini akan terjadi bencana kekeringan yang dasyat, dan danau akan segera kering. Katak sangat kaget mendengar cerita Bangau. Jika danau nanti kering, di mana ia akan meletakkan telur-telurnya nanti? Dan bagaimana nasib teman-temannya yaitu kepiting dan para ikan? Katak merasa bahwa ini berita penting, ia harus memberitahukan berita ini kepada teman-temannya. Katak segera memanggil para ikan dan kepiting. “Teman-teman, ada berita penting yang harus segera kalian ketahui, Kata bangau, sebentar lagi di danau ini akan terjadi kekeringan yang dasyat. Danau ini akan kering, tak ada air lagi.” Ucap Katak dengan nada sedih. Ikan-ikan mulai khawatir mendengar berita dari katak tersebut. “Oh…tidak, bagaimana kalau itu terjadi? Pasti kita semua akan mati.” Kata ikan Mas

Ketika mereka sedang sibuk dengan kekhawatirannya masing-masing, munculah si Bangau di dekat kolam. “Heii…ada acara apa ini teman-teman? Kok kelihatannya serius sekali?” Tanya Bangau pura-pura tidak tahu. Kepiting menceritakan apa yang dikatakan Katak kepada Bangau. “Iya, memang benar-teman-teman. Sebentar lagi akan terjadi kekeringan di danau ini.” Jawab Bangau dengan meyakinkan. “Oh…kami semua akan mati.” Ucap ikan lele sedih. Bangau tersenyum puas melihat ketakutan para penghuni danau,” Tenang saja teman-teman, aku sudah menemukan cara untuk menyelamatkan kalian dari kekeringan.”Wajah-ikan-ikan itu langsung berubah penuh harapan. “Katakan Bangau, apa yang bisa dilakukan agar kami selamat dari bencana itu!” “Tenang-tenang! Aku melihat ada danau yang lebih indah dan lebih luas di luar hutan sana. Kalian bisa berpindah ke sana, karena ku dengar di sana tidak akan terjadi kekeringan.”

“Tapi bagaimana caranya kami ke sana?” Tanya salah satu ikan.“Kalau kalian mau, aku bisa membantu memindahkan kalian dari danau ini ke danau itu.” Kata Bangau berlagak menawarkan bantuan. Para ikanpun setuju untuk dipindahkan Bangau ke danau yang baru itu. Bangaupun mulai membawa ikan-ikan itu satu persatu. Kepiting yang juga khawatir meminta bangau membawanya juga. Awalnya bangau merasa enggan, tetapi karena takut ketahuan kebohongannya, Bangaupun akhirnya membawa Kepiting juga. “baiklah, tapi aku tidak mau membawamu dengan paruhku. Kau pegang saja leherku supaya aku bias membawamu.” Kata Bangau. Bangau berfikir kulit kepiting pasti keras sehingga ia tak mau membawanya dengan paruhnya. Ketika tiba di tengah perjalanan, kepiting melihat ke bawah. Dilihat oleh kepiting banyak sekali berserakan duri-duri ikan di bawah. Kepiting tahu sekarang bahwa Bangau membohongi seluruh penghuni danau. Ikan-ikan itu tidak dipindahkan ke danau lain, melainkan dimakan oleh Bangau.

“Hei Bangau jahat!apa yang telah kau lakukan pada teman-temanku?” Teriak Kepiting dengan geram.“Hahahaha…mereka sudah aku pindahkan ke tempat yang lebih baik, yaitu dalam perutku.” Jawab Bangau dengan senang. “Kau pembohong! Kembalikan teman-temanku!” Perintah Kepiting lagi. “Terlambat….mereka sudah aku makan. Kau akan ku jatuhkan dari sini, karena kamu sudah tidak berguna lagi.” Kata bangau sambil mengibas-ibaskan lehernya supaya kepiting jatuh. Tetapi cengkeraman Kepiting semakin kuat dan terus menguat sampai leher Bangau terasa tercekik. Bangaupun tidak dapat bernafas, akhirya jatuh dan mati.

Cerita yang sangat familiar bagi kita semua, ya adik-adik semua. Kisah tentang si Bangau yang dengan liciknya menipu binatang lainnya agar mau mengikuti rencana yang telah ia buat. Hasilnya, ketika semua kebohongan itu diketahui oleh si kepiting, bangau pun menerima akibat dari kejahatannya bahkan harus mati.

Di Alkitab sendiri ada banyak kisah tentang seseorang yang menipu dan berusaha untuk memperkaya diri dari hasil menipu. Salah satu dari tokoh tersebut adalah Akhan. Dia adalah seorang dari suku Yehuda keturunan Zerah. Dia menipu orang-orang sebangsanya dengan mencuri barang-barang yang seharusnya dihancurkan ketika mereka berhasil menaklukkan Yerikho, hanya emas, perak, barang-barang tembaga dan besi saja yang diserahkan kepada perbendaharaan bait Allah.

Sesudah Akhan mencuri barang-barang ini, Yosua mengirimkan beberapa orang untuk berperang melawan kota Ai. Tetapi mereka dikalahkan dalam peperangan itu. Dan ini adalah hukuman dari Tuhan karena ketidaktaatan Akhan.

Jadi Yosua mengumpulkan semua orang, dan Allah menunjukkan bahkan Akhan adalah pelakunya. Akhan berkata, ’Aku telah berdosa. Aku melihat jubah yang bagus, dan juga lempengan emas dan potongan-potongan perak itu. Aku ingin sekali barang-barang itu sehingga aku mengambilnya. Kau akan menemukannya tertanam di dalam tendaku.’

Ketika barang-barang ini ditemukan dan dibawa kepada Yosua, ia berkata kepada Akhan, ’Mengapa kau membawa kesusahan atas diri kita? Sekarang Allah akan membawa kesusahan atas dirimu!’ Karena itu Tuhan menghukum Akhan dan keluaraganya. Sesudah itu orang Israel kembali lagi berperang melawan Ai. Kali ini Yehuwa membantu umat-Nya, dan mereka menang dalam peperangan ini.

Tidak baik bagi kita melakukan kebohongan untuk mendapat sesuatu yang kita inginkan. Seperti apa yang dilakukan Akhan, Hingga akhirnya dia mengakui kesalahannya dan harus menerima hukuman yang menunggunya.

Penipu sebenarnya menipu dirinya sendiri sebelum menipu orang lain, karena orang pertama yang akan dirugikan adalah penipu itu sendiri. Mari kita mengerjakan segala hal dengan jujur dan bertanggungjawab karena setiap usaha itu diperhitungkan oleh Tuhan dan ada upah besar yang menanti kita kelak saat kita sudah mengerjakan tuga kota dengan baik

Ayat hafalan

Kolose 3:9,  Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya.

Komitmenku hari ini  

Aku mau belajar menjadi anak yang jujur, tidak berbohong untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. Selalu belajar bertindak benar dan jujur.

MEK – AEP

PENGUMUMAN :

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Elohim Kids di acara Sunday Funday … Besok hari minggu jam 08.15 di chanel Youtube Elohim ministry dengan tema :

“Kelola Rasa Takutmu”

Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan. Untuk aktivitas besok adik-adik perlu siapkan.

  1. Kertas Lipat
  2. Spidol
  3. Alat Tulis
  4. Lem
  5. Penggaris
  6. Gunting

Sampai jumpa besok ya … Tuhan Yesus memberkati.