Renungan Harian, Senin 25 Januari 2020

Setiap kita pasti suka jika belanja dengan promo, jika kita tahu sebuah promo tetapi menunda untuk membelinya bisa jadi kita akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan promo tersebut. Berbicara mengenai menunda melakukan sesuatu bisa berdampak kepada hal yang besar. Contohnya dalam hal kesehatan, jika tidak dijaga dengan hal yang sederhana namun tidak pernah dikerjakan. Demikian juga dalam melakukan Firman Tuhan, kita punya bagian untuk melakukan Firman namun faktanya seringkali kita menunda untuk melakukannya.

Contoh Kisah Nebukadnesar (Daniel 4:27-28)

Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!”

Daniel mengingatkan Raja agar melakukan keadilan dan belas kasihan namun dia menolaknya sehingga hukuman Tuhan datang dalam hidup Nebukadnesar.

Ketika kita mendengarkan Firman Tuhan, apa yang ada dalam hati kita? Adakah kita mau untuk menaati dan melakukannya? Perhatikan nasehat Rasul Yakobus

YAKOBUS 4:17, Jadi jika seorang TAHU bagaimana ia harus berbuat baik, TETAPI IA TIDAK MELAKUKANNYA, ia berdosa.

Menunda melakukan Firman Tuhan adalah DOSA. Tahu berbuat baik tetapi tidak melakukannya adalah dosa. Sengaja untuk tidak taat adalah dosa dan tidak berkenan kepada Allah. Dosa tidak hanya tentang hal yang jahat tetapi ketika tidak melakukan Firman Tuhan.

Akibat dari penundaan adalah ada begitu banyak berkat-berkat yang akan hilang dan tidak kita terima. Ada kesempatan-kesempatan yang akan hilang.

Berkat-berkat yang hilang ketika kita menunda untuk melakukan Firman Tuhan

1. Kehilangan Pertumbuhan Rohani.

Ketika tidak ada pertumbuhan Rohani maka yang terjadi adalah kebusukan didalam hidup kita, tidak ada yang didapatkan tanpa ketaatan melakukan Firman Tuhan. Hidup yang tidak akan berbuah dan tidak akan berubah.

Yohanes 15:5, Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Jika hidup kita memilih untuk dalam kedagingan maka hidup kita tidak bertumbuh dalam kerohanian. Sebaliknya ketika manusia rohani bertumbuh maka kedagingan akan dimatikan.

Jika Tuhan bicara sekarang..Mari kita lakukan sekarang!
Jangan tunda kewajiban kita, jika hak kita tidak mau ditunda.

2. Kehilangan Keberhasilan

YESAYA 59:2, tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Ingatlah bahwa yang menjadi penghalang dalam kehidupan kita adalah dosa dan pelanggaran kita, tanpa ada penyertaan Tuhan maka tidak akan ada keberhasilan dalam kehidupan kita.

AMSAL 20:4, Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.

Jangan menunda untuk melakukan sesuai dengan waktunya, maka kita akan menuai pada waktunya. Jangan berharap tuaian tanpa mau untuk berjuang menabur dan menanam.

3. Kehilangan Pelayanan

YAKOBUS 4:13, Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ”Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok.  Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.

Tidak ada yang tahu keadaan dan waktu serta kesempatan dalam kehidupan kita. Hidup kita seperti uap jangan pernah kehilangan kesempatan untuk melakukan Tugas dan Panggilan kita. Jangan pernah kehilangan kesempatan untuk melayani Tuhan dan sesama. Pergunakanlah setiap kesempatan untuk melayani jangan tunda untuk memakai kesempatan ini.

Tuhan Yesus menolong dan memberkati kita semuanya

EB