Senin, 06 April 2020

Bacaan Alkitab : Mazmur 107:19-20

Syalom selamat pagi Jemaat Tuhan, selamat memasuki minggu yang baru bersama dengan Tuhan.

Pada masa-masa sekarang ini ada situasi “Saling curiga” satu dengan yang lain, kecurigaan ini seolah-olah menghantui banyak orang. Kasus virus corona ini secara tidak langsung membangun sikap manusia yang sangat berhati-hati dan merubah banyak kebiasaan manusia.

Namun Alkitab mengajarkan juga mengenai “KEPEDULIAN” kepada sesama, ketika kita melakukan “social distancing” seharusnya dilandasi dengan sikap hati karena kepedulian kepada orang lain bukan karena rasa saling curiga.

Alkitab menyatakan dalam Mazmur 107:19-20

Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.

Mazmur diatas adalah mazmur nyanyian yang dinaikkan pada masa kesesakan. Dalam keadaan kesesakan dan kecemasan, pemazmur menyanyikan nyanyian Pengharapan untuk menanti-nantikan pertolongan Tuhan. Dan pengharapannya adalah Janji dalam Firman Tuhan yang memberikan pemulihan.

Bagian yang bisa kita kerjakan, dimulai dari kita dan mulai dibagikan kepada orang disekitar kita.

1. Jangan Panik

Karena dunia ini sedang panik, sebagai orang percaya kita tidak boleh menjadi panik. Karena itu perlu kita ingatkan diri kita “tentang apa yang kita ketahui” tentang Tuhan, Tuhan selalu menyatakan “Tenganglah, ini Aku Jangan Takut”. Ketenangan jiwa kita bersumber dalam diri kita, bukan dari luar.

KEKUATIRAN BUKAN TEMAN KITA, DAN KEPANIKAN BUKANLAH CARA KITA

Amsal 24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Kepanikan adalah respon dari tawar hati, ketika tawar hati maka kita akan kehilangan “Sistem Pertahanan Iman” kita. Amsal menyatakan “kecillah Kekuatanmu”, baik kekuatan secara fisik maupun kekuatan rohani kita dan kehilangan pengharapan.

2. PILIHLAH untuk BERDOA

Ada hal yang harus kita pahami bahwa Energi yang dibutuhkan oleh kekuatiran adalah SAMA BESAR dengan energi untuk berdoa syafaat kepada Tuhan.

Tanpa kita sadari kuatir itu menguras energi kita, menguras pengharapan kita. Karena itu dibanding kita menguras energi kita untuk kuatir lebih baik jika kita memakai energi kita untuk datang kepada Tuhan dan BERDOA.

Mazmur 37:3-5, Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Dalam segala situsi yang terjadi tetap Percaya kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik yaitu tidak panik tetapi pilihlah untuk BERDOA.