Renungan Harian Anak, Jumat 24 Juli 2020

Bacaan Alkitab : Kisah Para Rasul 2:41-47

Di sebuah gereja, setelah ibadah sekolah Minggu selesai, ada dua orang anak Sekolah Minggu sedang mengobrol. Nama mereka adalah Nina dan Alvis. Nina mengajak Alvis untuk menjawab pertanyaan yang akan diberikan olehnya.

“ Vis, menurut kamu orang seperti apa yang paling susah untuk masuk ke surga ? Apakah pencurrmi, pembunuh atau orang pelit? “ ujar Nina.
“Hmmm…….pasti pencuri dong kan soalnya mereka mengambil barang yang bukan mereka punya dan merugikan orang yang dicuri olehnya” jawab Alvis.
Hehehe……salah” cengir Nina.
“Kalau begitu pasti pembunuh. Mereka berani untuk mengambil nyawa orang lain.” Kata Alvis.
“Masih salah….” ujar Nina.
“Kalau begitu pasti pencuri sekaligus pembunuh. Sudah mencuri barang yang bukan mereka punya juga mengambil nyawa orang lain.” Jawab Alvis dengan pedenya.
“Salah ! Kata papaku sih, orang yang paling susah masuk surga orang pelit” kata Nina.
“Kok bisa sih Nin? Apa yang bikin orang pelit susah masuk surga ? Kan itu hartanya sendiri. Suka-suka dia dong mau ngasih apa enggak” ujar Alvis kebingungan.
“Iya, soalnya saling pelitnya orang pelit itu, saat Tuhan Yesus mau meminta dosanya untuk dibuang ke laut yang paling dalam, mereka ga mau kasih” kata Nina

Wah, ada-ada aja ! Masa saking pelitnya dosanya ga mau sih dikasih sama Yesus…..tapi jangan sampai deh kita semua jadi orang yang pelit bahkan sampai dosa kita diminta Tuhan gamau dikasih…. Hiihhh kan seram kalau ga masuk ke surga malah jadinya ke neraka dong.

Adik-adik kita hari ini mau belajar tentang kemurahan hati dari cara hidup jemaat mula-mula. Setelah kenaikan Yesus ke sorga, banyak orang yang percaya dan menerima dirinya untuk dibaptis dan mengikut Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Mereka mulai bertekun dalam pengajaran-pengajaran yang diberikan oleh rasul-rasul. Banyak orang juga kagum dan beberapa yang takut oleh karena mukjizat dan tanda-tanda yang dibuat oleh para Rasul waktu itu.

Tapi yang paling membuat kagum dengan cara hidup mereka adalah mereka bukanlah orang yang PELIT. Mereka setiap hari berkumpul untuk makan roti bersama dan berdoa. Mereka juga saling berbagi kepunyaan mereka masing-masing.  Bagi mereka semuanya adalah kepunyaan bersama dan tidak ada yang pelit-pelitan. Bahkan hebatnya lagi, mereka rela menjual barang berharga mereka untuk dibagikan kepada orang-orang yang tidak memiliki apa-apa agar mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari rumah ke rumah mereka memecah roti untuk dimakan bersama dan berdoa. Hal ini dilakukan setiap saat pada waktu itu.  Oleh karena perbuatan mereka, tambah hari makin bertambah orang yang menjadi percaya dan mengikut Yesus.

Mari adik-adik, kita mau belajar agar jadi jangan orang yang pelit. Ingat apa yang kita tabur akan kita tuai nantinya, artinya semakin banyak adik-adik memberi maka semakin besar berkat yang akan adik-adik terima nantinya. Walaupun kita murah hati tujuannya bukan supaya dapat balasan, tetapi kebenarannya Tuhan memberkati orang yang memiliki kemurahan hati.

Adik-adik jangan samakan pelit dengan berhemat. Berhemat itu tindakan untuk tidak mengeluarkan sesuatu untuk hal yang tidak perlu dan mendesak. Mungkin saja ada orang lain yang lebih membutuhkan dan punya kebutuhan mendesak, bantulah dia dengan MEMBERIKAN sesuatu yang kita punyai.

INGAT APA YANG KITA TABUR AKAN KITA TUAI PADA SAAT YANG TEPAT

Ayat Hafalan hari ini

Amsal 11:25 (TB)  Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.

Komitmenku hari ini :

Tuhan aku mau belajar untuk berbagi dengan apa yang aku miliki, aku tidak mau menjadi anak yang pelit dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri

MEK – YC