Renungan Harian Youth, Minggu 19 April 2020

Bacaan : Keluaran 32:1-35

Syalom rekan-rekan Elohim youth …  selamat hari Minggu

Rekan-rekan ada ga yang pernah menonton atau menyaksikan atraksi (pertunjukan) dari seorang pemain acrobat secara langsung? Pasti seru banget ya ….

Pada suatu hari ada seorang pemain akrobat mengumumkan bahwa ia’akan berjalan di atas tali menyeberangi Air Terjun Niagara (letaknya di perbatasan Amerika dan Kanada). Ketika hari yang ditunggu-tunggu itu tiba, banyak sekali orang yang datang untuk menonton pertunjukannya itu. Sambil berdiri pada sisi wilayah Amerika, sang akrobat berteriak kepada orang banyak itu, “Percayakah Anda, saya dapat menyeberangi air terjun ini hanya dengan memegang galah (tongkat) keseimbangan ini?” Tak seorang pun yang menjawab, la naik ke atas tali dan kemudian menyeberangi air terjun itu. Ketika sampai di sisi wilayah Kanada, orang-orang bertepuk tangan dengan antusias, mereka kagum dan memuji kehebatan pemain akrobat tersebut. Singkat cerita, Adik-adik, dikisahkan, setelah berhasil menyeberangi air terjun dengan disaksikan oleh orang-orang yang hadir, pemain akrobat tadi bertanya sekali lagi kepada para penonton, apakah mereka percaya bahwa ia dapat menyeberangi kembali air terjun tersebut? Tentu saja para penonton menjawab bahwa mereka percaya. Kemudian pemain akrobat tadi mengundang para penonton yang hadir, untuk ikut menyeberangi kembali air terjun tersebut bersama dirinya.Tidak ada seorang pun di antara penonton yang bersedia. Sampai akhirnya tampillah seorang anak yang bersedia dan mereka berdua menyeberangi air terjun dan tiba di seberang dengan selamat. Ketika ditanya kepada anak tadi, mengapa ia bersedia untuk ikut menyeberang dengan sang pemain akrobat, anak tadi menjawab, sebab ia percaya kepada pemain akrobat tadi dan mengenal pemain akrobat tadi yang adalah ayahnya sendiri.

Rekan-rekan, ilustrasi tadi menggambarkan bahwa kadang-kadang kita bersikap seperti para penonton itu.

Kita sering mengatakan bahwa kita percaya pada penyertaan dan perlindungan Tuhan. Tapi dalam kenyataannya kita masih saja merasa takut, cemas, dan meragukan penyertaan Tuhan.

Hal ini juga dialami oleh bangsa Israel beberapa kali dalam perjalanan mereka menuju tanah perjanjian. Setelah keluar dari tanah Mesir, pada bulan yang ketiga (Kel. 19:1), sampailah bangsa Israel di padang gurun Sinai. Lalu Tuhan memanggil Musa untuk naik ke gunung Sinai karena Tuhan ingin menyatakan kehendak-Nya. Ketika Musa berada di atas gunung cukup lama dan tidak kunjung turun, bangsa Israel bersungut-sungut dan merasa khawatir telah terjadi sesuatu dengan Musa dan Tuhan tidak lagi menyertai mereka memasuki tanah Kanaan seperti yang telah dijanjikan sebelumnya.

Karena itu mereka meminta Harun untuk membuatkan mereka allah yang berada di tengah mereka. Lalu Harun meminta bangsa Israel untuk mengumpulkan perhiasan-perhiasan emasnya dan dari perhiasaan tersebut dibuatnyalah patung anak lembu emas. Patung anak lembu emas itu kemudian menjadi allah mereka dan didirikan juga sebuah mezbah untuk mempersembahkan korban bakaran. Perbuataan tersebut telah menyedihkan hati Tuhan, karena mereka berpaling kepada allah lain. Tuhan mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh bangsa Israel dan memberitahukan hal itu kepada Musa.

Pertanyaannya, apakah Tuhan akhirnya meninggalkan bangsa Israel karena mereka telah memilih untuk tidak setia kepada-Nya? Ternyata tidak, Dengan permohonan yang sungguh-sungguh, Musa memohon agar Tuhan tetap menyertai bangsa Israel, Tuhan pun berjanji akan selalu menyertai bangsa Israel. Tuhan tidak akan membiarkan bangsa Israel berjalan tanpa penyertaan-Nya. Karena itu Tuhan lalu menyuruh Musa untuk menegur bangsa Israel.

Lalu turunlah Musa dari atas gunung dengan membawa dua loh batu yang berisi sepuluh perintah Tuhan. Ketika ia sampai di perkemahan orang Israel, ia mendengar orang Israel sedang bernyanyi dan di hadapan mereka berdiri patung anak lembu emas tersebut. Maka marahlah Musa atas perbuatan bangsa Israel tersebut. Dilemparkannya kedua loh batu yang ada di tangannya, diambilnya patung anak lembu emas tersebut lalu dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan bangsa Israel disuruh meminumnya. Maka berkatalah Musa dengan keras kepada bangsa Israel, “Siapa yang mengikut Tuhan datanglah kepadaku.“

Maka datanglah orang- orang dari suku Lewi yang memutuskan untuk kembali ke jalan yang benar. Musa lalu kembali menghadap Tuhan dan meminta Tuhan mengampuni dosa bangsa Israel. Tuhan dengan setia mau menerima dan mengampuni dosa bangsa Israel. Tuhan tetap menyertai bangsa Israel. Kesetiaan Tuhan itu nampak ketika la menyuruh malaikat- Nya untuk berjalan di depan bangsa Israel.

Rekan-rekan, terkadang kita sama seperti para penonton tadi yang telah melihat kehebatan sang akrobat namun ragu ketika diminta untuk berjalan di atas tali bersamanya. Kita tidak jauh beda dengan bangsa Israel yang meragukan penyertaan Tuhan meskipun mereka telah melihat dan mengalami penyertaan-Nya. Orang Israel menjadi sembrono dalam keputusan mereka waktu mereka takut. Banyak orang melakukan hal yang salah, sembrono, dan tidak berfikir panjang yang akhirnya membuat hidup mereka tidak tambah baik, malah menghancurkannya.

JANGAN SEMBRONO waktu KUATIR dan kecewa, selalu ambilah keputusan dalam TAKUT AKAN TUHAN.

Kita tahu bahwa Tuhan senantiasa menyertai kita; bahwa Dia tidak pernah meninggalkan kita, tapi tetap saja kita meragukan penyertaan-Nya. Rekan-rekan, serahkanlah kekuatiran kita kepada Tuhan, sebab la pasti memelihara kita. Yakinkah kalian akan penyertaan Tuhan dalam hidupmu?

Mazmur 37:5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;

Komitmenku hari ini :

Aku mau belajar untuk sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, Dia selalu menyertai Aku dan aku mau belajar untuk tidak sembrono dalam mengambil keputusan. SSM

SSM – YDK

Ibadah Online GPdI Elohim
dapat disaksikan pada :
Hari Minggu, 19 April 2020
~ Jam 07.00 WIB
pada Link berikut :

www.elohim.id/ibadahonline/

atau link youtube berikut :