Renungan Harian Anak, Kamis 18 Juni 2020

Hallo. Bagaimana kabarnya adik-adik? Sehat semua kan? Pasti sudah kangen ketemu sama temen-temen dan guru-guru di sekolah ataupun di gereja kan yaa. Jangan lupa selalu berdoa supaya corona cepat berlalu ya adik-adik. Amiin.

Adik-adik, kakak punya sebuah cerita nih. Dengarkan baik-baik yaa.

Saat makan malam dirumah bersama keluarga, Bimo sudah makan sebanyak dua piring. Mama mengingatkan supaya Bimo tidak kekenyangan, tetapi Bimo tidak mau dengar sebab makanan yang disiapkan mama malam itu memang nikmat sekali. Bimo menambah lagi makanan di piringnya padahal Bimi sudah merasa sangat kenyang. Perutnya mulai terasa sakit. Akibatnya, karena tidak tahan, Bimo berlari ke kamar mandi dan makanan yang sudah dimakannya terbuang, keluar dari mulutnya. “Bimo, kamu nggak mau dengar mama, sih!” ujar mama.

Adik-adik, Bimo menjadi serakah dan tidak mau mendengar nasehat mamanya untuk tidak makan berlebihan. Itulah akibatnya, jadi terbuang percuma semua yang sudah dimakannya. Itu salah satu akibat buruk dari keserakahan, yaitu orang bisa tidak taat dan melakukan hal yang sia-sia.

Nah, ayo kita baca suatu kisah di dalam 1 Samuel 15:19-26.
Raja Saul setelah bertahun-tahun menjadi raja, rupanya menjadi serakah. Ketika mereka berperang melawan bangsa Amalek yang menyembah berhala, Tuhan menyuruh orang Israel mengalahkan bangsa Amalek dan tidak mengambil harta benda mereka, melainkan menghancurkannya. Tuhan memerintahkan itu supaya orang Israel tidak berperang untuk mengambil harta milik berupa barang-barang dan hewan ternak bangsa Amalek, tetapi supaya menghilangkan penyembahan berhala. Ternyata, Raja Saul tidak mengikuti perintah Tuhan itu, melainkan ingin memuaskan keserakahannya. Tuhan jadi kecewa dan menolak Raja Saul untuk terus menjadi raja di Israel.

Bagaimana dengan adik-adik ? Apa masih mau menjadi serakah ? Tentu tidak ya. Kita tidak mau menjadi seperti Bimo ataupun Raja Saul yang serakah. Tetapi sebaliknya, kita mau bersyukur dengan apa yang kita punya, tanpa harus menjadi serakah.

Ayat Hafalan :

1 Tesalonika 5 : 18, Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

Komitmenku :

Tuhan Yesus, tolong aku supaya aku bersyukur dengan apa yang aku punya supaya aku tidak menjadi anak yang serakah. Amin.

GCT – RS