Renungan Harian, Sabtu 20 Februari 2021

Yesaya 41:10

Marie Antoinette Syndrome atau penyakit yang bisa menyebabkan seluruh rambut putih secara tiba-tiba adalah penyakit yang disebabkan oleh ketakutan berlebih, stress maupun depresi berat. Nama penyakit ini diambil dari nama Ratu Prancis, Marie Antoinette istri dari Louis XVI. Dia dijatuhi hukuman mati dengan cara dipenggal kepalanya ketika Revolusi Prancis terjadi tahun1793 silam. Semalam sebelum eksekusi, diduga Marie mengalami stress berat akibat vonis yang diberikan sehingga keesokan harinya rambutnya seketika berubah menjadi putih.

Ketakutan adalah sesuatu yang bisa membahayakan hidup kita. Ketakutan bisa membuat kita hidup dalam kecemasan, tekanan yang terasa bertubi-tubi datang sehingga orang tersebut stress dan depresi. Tetapi apa janji yang Tuhan berikan bagi kita?

 Didalam Yesaya 41:10 mengatakan demikian janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan”.  

Allah selalu ada disisi kita. Dikatakan jangan takut, jangan bimbang,Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau. Rasa takut adalah hal yang wajar bagi kita. Rasa takut membuktikan bahwa kita manusia bukanlah makhluk superior yang bisa menguasai segalanya. Beberapa contoh dalam Alkitab mencatat tentang rasa takut tersebut

Didalam Kejadian 12:10-20 menceritakan kelaparan hebat terjadi dinegeri kediaman Abram sehingga mereka harus pergi ke Mesir untuk bertahan hidup. Abram yang takut dibunuh oleh orang Mesir karena paras cantik Sarai. Abram berpikir karena kecantikan Sarai ini akan diingini orang Mesir sehingga orang Mesir harus membunuh suaminya terlebih dulu  agar bisa mendapat perempuan tersebut sehingga ia meminta agar Sarai mengaku bahwa di adalah adiknya. Namun Tuhan menunjukkan kuasaNya kepada keluarga Abram. Ketika Sarai diambil oleh Firaun untuk dijadikan istrinya, datanglah tulah yang melanda mereka. Akhirnya Firaun mengetahui bahwa Sarai adalah istrinya lalu mengembalikan Sarai kepada Abram dan memberikan segala kepunyaanya serta mengusir mereka dari Mesir

Kejadian 32 dan 33 menceritakan Yakub yang ketakutan ketika mengetahui rombongan kakaknya, Esau, akan datang menemuinya. Yakub masih mengingat ancaman-ancaman yang Esau lontarkan sebelum mereka berpisah. Beberapa cara telah ia lakukan untuk tindakan pengamanan seperti berdoa, merendahkan diri dihadapan Tuhan, memberikan banyak hadiah kepada Esau untuk menunjukkan itikad baiknya bahkan menyusun rombongannya dengan sebaik mungkin untuk menghadapi kemungkinan harus mempertahankan diri andaikata pertempuran tidak dapat dihindari lagi. Namun ketika pertemuan terjadi, Esau mendekap dan memeluk adiknya itu akhirnya mereka berbaikan kembali

Dalam Ulangan 1:19-31 Saat meriwayatkan kembali perjalanan dari Mesir menuju Tanah Kanaan, Musa mengingatkan umat pilihan-Nya mengenai janji bahwa Allah telah menyerahkan Kanaan kepada mereka. Namun, hal itu tak terjadi secara otomatis, juga tak semudah membalik telapak tangan. Para penduduk yang mendiami negeri itu pasti akan melawan dan mungkin pula memberi kekalahan bagi bangsa Israel. Itulah sebabnya, bangsa Israel perlu memastikan agar mereka jangan sampai takut dan patah hati— kondisi hilang harapan dan menyerah karena merasa bahwa penggenapan janji Allah tak mungkin terjadi. Hanya dengan dua hal itulah, kemenangan dan penggenapan janji Allah akan benar-benar mereka alami.

Kehidupan ini terkadang menyajikan hal-hal yang berpotensi menimbulkan ketakutan, kecewa, sakit hati, trauma, kepahitan, takut untuk berjuang, atau membuat kita hilang harapan. Kondisi ini hanya bisa diatasi dengan iman akan penyertaan Tuhan, yang diwujudkan lewat tindakan nyata.

Ulangan 1:21 mengatakan “ Ketahuilah, TUHAN, Allahmu, telah menyerahkan negeri itu kepadamu. Majulah, dudukilah,seperti yang difirmankan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu. Janganlah takut dan janganlah patah hati. “

Setiap rasa takut yang dialami oleh tokoh-tokoh diatas selalu ada jalan keluarnya yang Tuhan berikan kepada mereka. Tuhan menjaga dan meyertai mereka disaat rasa takut perlahan ingin menguasai mereka. Dari hal-hal diatas yang dapat kita pelajari adalah rasa takut ini memang perlu bagi kita agar tetap berwaspada ketika hal buruk menimpa kita. Tapi jangan biarkan rasa takut itu berubah menjadi Ketakutan. Karena ketakutan akan membawa pemikiran dan mental kita rusak sehingga hal yang kita khawatirkan semakin besar dan perlahan menghancurkan kita dari dalam.

Janji Tuhan untuk menyertai kita adalah hal yang pasti. Serahkan semua kekuatiran dan rasa takut kita kepada Tuhan, maka Tuhan yang bekerja untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan jalan keluar yang terbaik bagi kita.

MEK