Renungan Harian Youth, Sabtu 29 Agustus 2020

“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecil lah kekuatanmu”

Amsal 24:10

Sebuah film berjudul Greyhound diluncurkan pada awal Juli 2020. Film ini diadaptasi dari sebuah novel berjudul “The Good Shepherd”. Film ini berlatar belakang Perang Dunia ke 2. Greyhound adalah nama julukan untuk USS Keeling, sebuah kapal perang Amerika Serikat yang dipimpin oleh Kapten Ernest Krause. Kapal ini memimpin konvoi besar Sekutu yang berisikan 37 kapal pasukan dan perbekalan serta 4 kapal perang ringan. Konvoi ini harus melintasi Samudra Atlantik untuk sampai di Liverpool di tengah ancaman bahaya dari serangan kapal perang dan kapal selam Nazi Jerman. Konvoi ini jauh dari perlindungan angkatan udara Sekutu, mereka harus menghadapi ancaman ini dengan kekuatan mereka sendiri. Satu persatu kapal perang dari konvoi tersebut berhasil dihancurkan oleh kapal selam Nazi. Setiap kali kapal selam Nazi menenggelamkan kapal perang Inggris, mereka yang menyebut dirinya The Wolf selalu menggaungkan cemoohan, ancaman untuk menakut-nakuti dan menggentarkan Kapten Ernest Krause. Setelah peperangan yang dahsyat akhirnya Konvoi yang dipimpin oleh Kapten Krause berhasil menghancurkan seluruh kapal perang Nazi. Sebuah keberanian yang luar biasa ditampakkan dalam masa genting dan kesesakan. Di penghujung film itu ditampilkan Kapten Ernest Krause yang bersimpuh, berlutut, berdoa sambil menggenggam Alkitab mengucap syukur kepada Allah untuk perlindunganNya.

Siapa yang tidak pernah merasa gentar menghadapi kehidupan. Seringkali kita diperhadapkan dengan situasi yang mengancam dan genting yang membuat kita tawar hati, meluruhkan keberanian kita.

Dalam masa seperti itu, bagaimana kita bersikap sangat menentukan akhir yang kita dapatkan. Film di atas sebagai contoh, membuat kita mengingat peristiwa ketika Goliat tampil di hadapan tentara Saul. 1 Samuel 17 menceritakan tentang bagaimana Goliat tiap-tiap hari, setiap pagi dan petang, menantang barisan tentara Israel, membuat mereka takut dan tawar hati. Dengan segala kelebihan postur tubuh, persenjataan, dan alat perang yang dimilikinya Goliat mampu membuat tentara Israel ketakutan. Namun hal yang menarik juga tercatat dalam

1 Samuel 17:32. Daud yang hanya seorang gembala biasa, bukan tentara Israel berkata kepada Saul,” Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”

Sebuah respon yang sangat bertolak belakang dengan sikap yang ditampilkan oleh tentara Israel yang terlatih. Situasi, ancaman, lawan yang sama namun memunculkan respon yang berbeda 180⁰

Jangan Tawar Hati, karena hanya akan melemahkan kita. Berjuanglah dan berani bertindak menghadapi tantangan karena Tuhan menyertai kita

Bagaimana seharusnya kita bersikap dalam masa-masa genting dalam hidup kita?

1. Fokus pada Tuhan yang selalu menyertai kita

Daud (1 Samuel 17:37) menyatakan bahwa Allah yang selama ini telah menyatakan pertolonganNya dalam hidupnya pasti akan meyertai dia juga dalam peperangan melawan Goliat. 

2. Berani bertindak menghadapi tantangan

Seringkali kita lebih banyak banyak menceritakan kepada orang lain permasalahan kita daripada bertindak. Masalahnya tidak selesai dengan kita bercerita. Tetap perlu tindakan nyata untuk mengatasi tantangan dan masalah dalam hidup kita. 1 Samuel 17:24-25 mencatat bahwa semakin tentara Israel mendengar cemoohan Goliat dan saling membicarakannya. mereka semakin takut sampai lari dari Goliat. Banyak orang menghabiskan waktu membahas masalah mereka tanpa mulai bertindak. Daud melihat tantangan itu dan segera mengambil tindakan nyata.

3. Menggunakan segala apa yang ada dalam hidup kita untuk berjuang

Allah menggunakan apa yang ada dalam hidup kita untuk menghadapi tantangan kehidupan. Daud maju berperang dengan senjata yang dia bawa sehari-hari, tongkat , pengumban dan batu (1 Samuel 17:40) Kita seringkali lupa bahwa Tuhan telah memperlengkapi kita dengan bakat, hobi, keahlian tertentu yang bisa dikembangkan untuk menghadapi tantangan kehidupan. Berapa banyak orang-orang sukses yang bangkit dari keterpurukan lewat hobi dan keterampilan mereka.

Komitmenku hari ini :

Selalu ada tantangan dalam kehidupan, tetapi aku mau belajar untuk tidak mudah menyerah dan tawar hati, aku mau belajar terus berusaha dan berjuang.

DDO – AS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … ada EL-Rei yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “TALENTA”… wih pasti menarik ya, bagaimana setiap kita melihat Talenta dalam hidup ini dan tanggung jawab kita untuk mengembangkannya.

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah Online besok jam 07.00 dan Sunday Funday jam 08.15 di chanel youtube yang sama.