Renungan Harian, Jumat 17 April 2020

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah atau disingkat “Jasmerah

… adalah semboyan yang terkenal yang diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966. Karena ketika sebuah bangsa  melupakan sejarah, mereka akan kehilangan arah, vacum dan tidak ada tujuan yang jelas. 

Ternyata apa yang dikatakan oleh Bung Karno bukan hal yang baru, Alkitab juga memperingatkan hal yang sama salah satunya adalah pada zaman kepemimpinan Yosua terhadap bangsa Israel. Bagaimana Yosua mengingatkan bangsa Israel untuk mengingat apa yang telah Tuhan lakukan bagi mereka bahkan ketika Yosua memperbarui perjanjiannya, bangsa Israel berjanji akan tetap setia pada Allah.

Dalam Yosua 24: 16-18 mereka berjanji 

# Tidak akan meninggalkan Tuhan
# Akan tetap beribadah kepada Allah
# Akan selalu mengingat tuntunan, perlindungan Allah dan mujizat-mujizat yang Allah telah lakukan.

Walaupun Allah telah menghalau musuh mereka, namun kenyataannya kembali mereka melupakan apa yang telah Tuhan lakukan kepada nenek moyang mereka sepanjang sejarah perjalanan mereka, bagaimana Tuhan dengan tangan-Nya yang ajaib menyertai dan menolong mereka. 

Dalam Hakim-Hakim 2:10 (FAYH)  Tetapi generasi itu akhirnya  habis. Generasi yang berikutnya tidak menyembah TUHAN, sebagai Allah mereka, dan tidak mempedulikan segala mujizat yang telah dilakukan-Nya bagi bangsa Israel.

Ini adalah masa transisi dimana generasi tua yang terakhir Yosua dan Kaleb meninggal muncullah angkatan yang lain/ keturunan baru, dalam FAYH lebih tepat terjemahannya dikatakan 

“Generasi yang berikutnya tidak menyembah TUHAN, sebagai Allah mereka, dan tidak mempedulikan segala mujizat yang telah dilakukan-Nya bagi bangsa Israel”. (Hak 2:10-16)

Jadi jelas inilah generasi baru yg dimaksud generasi yang tidak berpegang pada perjanjian yang telah diperbarui oleh Yosua dan bangsa Israel. Bisa dikatakan inilah generasi bangsa yang melupakan sejarah. Akibat mereka melupakan Tuhan bgs Israel menjadi bangsa yang tertindas dan menderita. Ternyata apa yang disampaikan oleh Yosua Dalam Yosua 24:19-20 menjadi kenyataan setelah Yosua, Kaleb meninggal dalam Hakim-hakim mereka meninggalkan Tuhan.

Dan akibatnya jelas ditulis oleh Yosua “bangsa Israel akan binasa” jika mereka meninggalkan Tuhan dan tidak beribadah kepada Tuhan. 

Namun Allah dengan kasihnya selalu menyelamatkan, menolong mereka ketika mereka berdoa, berseru dan kembali kepada Tuhan (Hakim 2:18b)

18b  …, sebab TUHAN berbelas kasihan mendengar rintihan mereka karena orang-orang yang mendesak dan menindas mereka. 

Bapak Ibu saudara sekalian, melalui pengalaman bangsa Israel kita dapat belajar untuk “TIDAK MELUPAKAN SEJARAH” Tuhan sudah menyertai, menolong, menguatkan, menghibur memberikan kemenangan-kemenangan pada saat kita bergumul bahkan sampai saat ini kalau kita masih ada semua karena Anugrah Allah.

Jangan pernah lupakan kebaikan-Nya. Meskipun saat ini kita sedang hadapi masa masa yang sulit dan tidak menentu jangan pernah lupakan penyertaan-Nya.

Tuhan selalu menyertai kita dan TIDAK AKAN MENINGGALKAN KITA DALAM KEADAAN APAPUN JUGA.

Tetap semangat bersama Tuhan. Amen.

EM