Renungan Harian Rabu, 22 April 2020

Tuhan berjanji memberikan tanah Kananan kepada bangsa Israel sebagai tanah perjanjian yang akan mereka miliki.  Dan mereka hrus mengalahkan penduduk aslinya terlebih dahulu sebelum mereka menduduki negeri mereka, namun adakalanya mereka tidak memusnahkan semua penduduk negri tersebut sehingga pada akhirnya itu menjadi “jerat” bagi mereka dikemudian hari. Bangsa Israel mengikuti “gaya hidup” penduduk disekitarnya. 

Hakim-Hakim 10:6 (FAYH) 
Kemudian orang-orang Israel meninggalkan TUHAN lagi. Mereka menyembah dewa-dewa orang kafir, yaitu Baal dan Asytoret, dan allah-allah orang Aram, orang Sidon, orang Moab, orang Amon, dan orang Filistin. Bukan hanya itu saja; mereka sama sekali tidak lagi menyembah Yahweh, TUHAN.


Akibatnya: Tuhan kesal, marah terhadap bangsa Israel berkali-kali ditolong dan diselamatkan namun mereka terus menerus meninggalkan Tuhan mengikuti gaya hidup orang Aram, Amon dan orang Filistin salah satunya ialah penyembahan terhadap banyak dewa.  Dan ini dimata Tuhan ini adalah kekejian.

Tapi anehnya kita melihat ketika mereka dalam penderitaan, tekanan, kesulitan mereka tidak meminta pertolongan kepada baal yang mereka sembah. Meskipun mereka menyembah baal tapi mereka menyadari bahwa baal TIDAK BISA menolong mereka oleh karena itu mereka BERSERU dan BERDOA kepada ALLAH Yang HIDUP.
(Karena mereka sebenarnya tahu bahwa hanya Allah satu-nya yang berkuasa).

Tapi mengapa mereka menyembah baal? Karena mereka mengikuti GAYA HIDUP orang-orang disekitar mereka. Yang memiliki sosok yang bisa dilihat yang mereka sembah. Jadi bukan karena baal memiliki kuasa tapi hanya karena mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa sekitar mereka yang tidak mengenal Allah.

Dalam keberdosaan mereka, ada sebuah Respon yang bangsa Israel lakukan

BERDOA DAN BERTOBAT (Hakim 10: 15-16)

Mereka berdoa terus menerus, mereka BERTOBAT dan menunjukan pertobatannya dg bertindak menghancurkan berhala berhala mereka & beribadah kembali kepada Tuhan. Sebenarnya perasaan Tuhan sangat sedih melihat penderitaan mereka.(Ayat 16b) Dan akhirnya Tuhan menjawab doa mereka dengan mengirimkan Yefta sebagai hakim untuk menyelamatkan mereka.

Bapak ibu saudara yang terkasih seperti bangsa Israel, kadangkala gaya hidup, kebiasaan orang-orang di lingkungan dimana seseorang berada, menjadi “jerat” tanpa disadari telah mempengaruhi dan membuat seseorang jauh dari Tuhan, meninggalkan Tuhan, bahkan melupakan Tuhan. Mereka mulai mengikuti kebiasaan hidup orang-orang disekitarnya, mulai dari kebiasaan berkata kata, berbuat sampai kepada penyembahan mereka. 

WASPADAI “JERAT” pergaulan yang salah … yang bisa mengikis iman dan kasih kepada Tuhan.

Yang seharusnya anak-anak Tuhanlah yang mempengaruhi orang disekelilingnya, karena Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa mereka adalah Terang Tuhan yang Tuhan tempatkan untuk menerangi dunia yang gelap ini (Matius 5:13,16 ).

Bapak ibu saudara sekalian, saat ini kita sedang dalam masa-masa yang sulit, namun mari kita tetap menjadi terang Tuhan melalui perkataan dan perbuatan kita. 

Mungkin orang-orang disekitar kita saat ini mulai berkompromi dengan dosa, menghalalkan segala cara supaya mendapatkan keuntungan untuk menghidupi keluarganya, mengeluh, bersungut-sungut. Inilah saatnya kita melakukan yang sebaliknya sebagai anak-anak Tuhan.

Kita menunjukkan sikap dan perkataan yang berbeda. Kita semua sama-sama hadapi masa-masa sulit tapi kita menunjukkan sikap yg berbeda, mengucap syukur, kemurahan hati dan memiliki pengharapan akan pemeliharaan Tuhan.

Ketika kita berdoa, bertobat dari cara hidup orang-orang yang tidak mengenal Allah, Tuhan pasti mendengar dan menjawab doa kita. 

I Yohanes 1:19 jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah SETIA dan ADIL sehingga IA akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. 

Amen, puji Tuhan. Tuhan Yesus Menyertai kita semua. Tetap nikmati hadirat Tuhan setiap hari disetiap aspek kehidupan kita. 

EM