Renungan Harian, Kamis 14 Januari 2021

Bacaan : Yohanes 2:1-11

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.”
tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, “Lakukan saja apa yang dikatakan-Nya kepadamu.” (FAYH)

Setiap kita tentu tidak asing dengan kisah mujizat di Kana, mujizat pertama yang dilakukan oleh Tuhan Yesus di awal pelayanan-Nya diatas muka bumi + 2000 tahun yang lalu.  Kehadiran Tuhan Yesus memang menjadi kunci mengapa kemudian pesta yang terancam gagal dan berpotensi mendatangkan malu yang teramat sangat kepada keluarga di Kana tersebut kemudian menjadi pesta pernikahan yang “viral” di daerah sekitar Kana pada waktu itu.   Tetapi kita juga tidak boleh lupa dengan apa yang dikerjakan oleh para pelayan-pelayan di pesta tersebut.  Ketaatan mereka kepada perintah yang disampaikan oleh Maria, ibu Yesus dan ketaatan mereka kepada perintah Tuhan Yesus telah membuat keluarga di Kana terhindar dari bencana besar yang ada didepan mata yang mengancam mereka.

Sebagai orang yang tidak mengenal siapakah Tuhan Yesus, para pelayan telah menunjukkan ke”taat”an tanpa syarat apapun kepada perintah Tuhan Yesus.  

Taat sendiri memiliki beberapa definisi, diantaranya;

1. Senantiasa tunduk (kepada Tuhan, pemerintah, dsb); Patuh.
2. Tidak berlaku curang; Setia.
3. Saleh; Kuat beribadah.

Nilai sebuah ketaatan haruslah 100%, dimana di dalamnya ada unsur penundukan, konsisitensi atau durabilitas atau ketahanan dan Ibadah.

Dan Alkitab memberikan contoh orang-orang yang memiliki kriteria ketaatan seperti diatas.  sebut saja Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Musa, dan masih banyak yang lainnya.  Bagaimana dengan kita???

Dimasa pandemi seperti sekarang bahkan di momen PSBB Jawa dan Bali yang telah di umumkan pemerintah beberapa hari yang lalu, dituntut kerjasama dari masyarakat Indonesia untuk “taat” mematuhi seluruh peraturan yang telah ditetapkan, demi untuk kebaikan kita bersama.   Marilah kita sebagai masyarakat dan warga negara Indonesia yang baik, dengan taat melakukan apa yang menjadi anjuran pemerintah untuk kita kerjakan dan juga sebagai warga Kerajaan Allah, kita hidup “taat” melakukan apa yang menjadi perintah, hukum dan ketetapan yang Allah perintahkan untuk kita lakukan dalam hidup kita.

John Kenneth Galbraith, dalam otobiografinya, “A  Life in Our Times”,

menceritakan pengabdian Emily Gloria Wilson, seorang pelayan rumah tangganya: “Pada suatu hari yang melelahkan saya meminta  Emily untuk mengangkat setiap telepon sementara  saya beristirahat. Tak lama kemudian terdengarlah suara dering telepon. Lyndon Johnson (presiden Amerika Serikat ke-36) yang sedang menelepon.  “Tolong panggilkan Ken Galbraith. Ini Lyndon Jonson.” “Dia  sedang tidur, Bapak Presiden.  Katanya ia tidak boleh diganggu.” “Baiklah, tetapi bangunkan dia. Aku mau berbicara dengan dia.” “Tidak, Bapak Presiden. Saya bekerja untuk tuan saya, bukan Anda.” Ketika saya menghubungi presiden, dengan  bergairah ia berkata, “Katakan wanita itu kalau saya menginginkan dia di Gedung Putih ini.” Manusia seperti Emily Gloria Wilson amatlah langka, la tahu apa artinya “patuh kepada tuannya.

Sudahkah kita menjadi taat??  Marilah kita belajar bersama dalam hidup dan pengiringan kita akan Tuhan untuk menjadi pribadi yang taat kepada Tuhan. 

Bagaimanapun keadaannya, marilah kita belajar taat melakukan apa yang menjadi perintah Tuhan bagi kita.  “Lakukan apa yang diperintahkan-Nya”. Selalu ada pembelaan Tuhan bagi mereka yang Taat kepada Firman Tuhan

Yohanes 2:5 “whatsoever HE saith unto you, DO IT.” (King James Version)

Selamat belajar menjadi orang percaya yang taat 100% kepada-Nya. Selamat pagi, selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus Memberkati.

DYS