Disiplin_dan_didikan_Tuhan

Renungan Youth, Selasa 04 Agustus 2020

Mazmur 103: 13

Isi Renungan   :

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Pasti semua dalam lindungan Tuhan. Nah… teman-teman, pasti kita semua tau lagu ini nih… “…s’perti bapa sayang anak-nya, demikianlah engkau mengasihiku…” kalau kita mendengar ataupun menyanyikan lagu tersebut, pasti hati kita terasa damai, tenang, dan penuh kasih…benar bukan? Lagu ini berbicara tentang bagaimana Tuhan sangat mengasihi kita, seperti seorang ayah terhadap anaknya. Dalam kitab mazmur 103:3 juga mengatakan,”Seperti bapa sayang kepada anak-anak-nya, demikian Tuhan sayang kepada orang yang takut akan dia.”

            Seorang ayah yang baik, pastinya tidak hanya sibuk mencari nafkah, tapi juga mampu untuk meluangkan waktu bagi anak-anak-Nya. Seorang ayah yang baik, pastinya juga mampu mendidik anaknya bertumbuh dewasa dalam iman dan perilaku yang baik. Dalam mendidik anak, seorang ayah yang bijaksana tidak mungkin menuruti semua keinginan anaknya. Bayangkan jika seorang anak terus-terusan minta permen, apakah itu harus selalu dituruti? Tentu Tidak! Hal itu tidak mendidik namanya. Jika anak melakukan kesalahan. Ada kalanya seorang ayah harus menghukum anak tersebut. Mungkin sang ayah merasa perih ketika menghukum anaknya. Dan seringkali sang anak merasa sedih kenapa ayahnya berlaku begitu kejam…, itu karena mereka belum bisa melihat bahwa hukuman terkadang harus diberikan bukan karena si ayah jahat melainkan demi kebaikan mereka sendiri.

            Seperti halnya ayah kita di dunia menyediakan segalanya bagi kita, melindungi kita, demikian pula Bapa di Surga. Tapi di sisi lain, ketika kita melakukan kesalahan, ayah biologis kita terkadang perlu mendisiplinkan kita, dan salah satunya adalah melalui hukuman. Hal yang sama pula oleh Bapa Surgawi kita. Tuhan terkadang perlu menjatuhkan hukuman untuk mengajarkan dan mendisiplinkan kita, dan itu semua demi kebaikan kita sendiri. Mengenai bentuk pendisiplinan ini, penulis kitab Ibrani sudah menyebutkannya dengan sangat jelas.

“Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya. Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya. Dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.” (Ibrani 12:5-6).

Bentuk pendisiplinan yang terkadang hadir dalam bentuk hukuman dari Tuhan bukan terjadi atas keinginan untuk menyakiti dan menyiksa kita, tapi sebaliknya, karena Tuhan begitu mengasihi kita dan tidak ingin satupun dari kita binasa. Tuhan selalu menganggap penting untuk mendidik kita seperti layaknya seorang ayah mengajari anaknya.

“Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?” (Ibrani 12:7-9)

Disiplin dan Didikan Tuhan adalah sisi lain dari kasih Bapa kepada kita anak-anak-Nya, supaya kita diajari menjadi anak Tuhan yang BENAR.

Mari memiliki cara pikir yang benar, Ketika kita harus meneriman disiplin karena kesalahan yang kita lakukan, supaya kita bertobat, berubah dan belajar dari kesalahan itu. Ketika proses itu terjadi diluar kesalahan kita, Tuhan sedang memperkuat karakter yang benar dalam hidupmu. Tetap kuat dalam semua proses atau tantangan yang kamu hadapi. Ingatlah bahwa Tuhan selalu menyertaimu.

Komitmen hari ini :

Mari kita tetap mentaati dan menghormati Bapa kita, baik ketika kita dalam keadaan baik, ataupun pada waktu kita menerima teguran dari Tuhan. Karena kita bukanlah anak-anak gampang, melainkan anak-anak Allah Bapa kita yang selalu mengasihi kita. Amin.

MW – MLE