Renungan Harian Selasa, 19 Mei 2020

Bilangan 6:22-27
TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka: TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera. Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka.”

Dalam perjalanannya menuju Tanah Kanaan (Tanah Perjanjian), bangsa Israel telah mengalami banyak tanda-tanda dan mujizat.  Dan kebanyakan hal-hal yang mereka lihat itu merupakan sebuah jaminan dari Tuhan agar mereka semakin melihat karya dan penyertaan Tuhan di dalam hidup mereka. Meskipun mereka tidak dihindarkan dari kesusahan, Allah tetaplah berada di pihak mereka menurut kehendak dan tujuan Allah bagi mereka.  Bagi Allah, segala keluh kesah dan ratapan mereka tidaklah sebanding dengan kesukaan besar yang akan mereka nikmati sebagai bangsa yang merdeka dan tinggal di dalam Tanah Perjanjian yang Tuhan sudah sediakan bagi mereka.

 Sangat masuk akal bagi setiap kita yang telah menerima pertolongan Tuhan untuk terus ada dalam jalan Tuhan dan dilatih sendiri oleh Tuhan untuk menjadi semakin kuat menurut jalan yang Tuhan ijinkan kita lalui. Jalan Tuhan bagi kita adalah jalan-jalan yang tak terduga, sehingga tidak heran bahwa Yesus pernah berkata bahwa, umat Tuhan yang bertahan sampai kesudahannya akan selamat. Di dalam penggalan kalimat-kalimat doa berkat ibu rohani selanjutnya adalah sesuatu yang berkaitan dengan kenyataan hidup manusia dan keseimbangan kasih dan kesetiaan Allah yang nyata di dalam kehidupan manusia.

” Sesungguhnya Dikau sangat mengasihi umat-Mu,
Seluruh umat-Mu ini ada di dalam telapak tangan-Mu,
dan tak seorangpun dapat merampas mereka domba-domba-Mu ini dari tangan-Mu,
Hamba-Mu berdoa, bawalah seluruh sidang jemaat-Mu ini semakin dekat pada-Mu, Semakin mengasihi Engkau ya Tuhan,
Hingga mereka boleh tiba di puncak bukit kesucian-Mu, dan memandang wajah-Mu yang indah.”

Di dalam ucapan doa berkat diatas, dapat kita pahami bahwa segala kenyataan hidup yang tidak terduga pasti akan terjadi. Jika kita tidak memiliki persiapan dan kewaspadaan yang sigap, maka kita bisa dengan sangat mudah menyerah.  Satu hal yang tidak bisa kita lalukan dari pikiran kita adalah betapa sebenarnya

Allah tidak pernah melepaskan kita dari genggaman tangan-Nya yang penuh kasih. Walaupun pada realitas kehidupan yang sebenarnya Dia melatih kita menjadi lebih kuat di dalam sebuah perjuangan.

Dianalogikan di dalam ucapan doa berkat tersebut bagaimana kita sedang MENDAKI PUNCAK BUKIT KESUCIAN. Sesuatu yang di dalam bayangan saya bahwa ini sangat melelahkan, tetapi bagi mereka yang punya hobi mendaki gunung, itu sangat menyenangkan.  Beberapa teman dan saudara saya telah berhasil menuju puncak dari beberapa gunung (Semeru, Rinjani, Arjuna, Merbabu, Soputan, Fuji).  Menurut mereka, tanpa persiapan fisik dan mental yang cukup dan juga motivasi yang kuat, mereka akan gagal. Pada intinya, menurut saya, usaha yang sungguh-sungguh juga akan mempengaruhi hasil, itu sangat menguras tenaga dan sangat melelahkan, tetapi juga sangat membahagiakan.

Mazmur 37:23-24 (TB)   TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Sebuah jaminan bagi orang-orang yang dikasihi oleh Tuhan. Genggaman tangan Tuhan melindungi kita dalam segala perjuangan kehidupan kita. 

Allah tidak hanya hadir pada saat kita dalam kelimpahan; Dia juga setia bagi kita pada saat kita berada di masa sukar dan tetap setia walau kita mulai tidak setia. (2 Timotius 2:13)

Di masa pandemi covid-19 ini, kebanyakan dari setiap kita mungkin terkena dampak buruk dari anjuran dan keputusan pemerintah. WFH (Work From Home/Bekerja dari Rumah) dan pada akhirnya penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di beberapa wilayah termasuk di kota kita, telah membuat beberapa bidang usaha terpaksa tutup.  Tidak terkecuali usaha/pekerjaan dari anak-anak Tuhan.  Bahkan mungkin ada yang kehilangan sumber penghasilan. Biaya hidup untuk tinggal dirumah semakin meningkat, tagihan-tagihan belum bisa teratasi dan dana cadangan menipis ataupun habis. Benar-benar ini adalah perjuangan yang tidak mudah bagi kita.

1 Petrus 3:12  Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”

Jika masa kini, kita masih punya persediaan yang cukup, teruslah bersyukur akan kesetiaan Tuhan atas kita. Jika masa sekarang terlihat sangat sukar, anggaplah ini sebagai sebuah usaha mendaki puncak bukit kesucian Allah sehingga ketika kita mampu melihat Allah, segala perjuangan kita, usaha yang melelahkan, tangisan air mata di dalam doa yang tak putus-putusnya dinaikkan terbayarkan dengan sukacita yang besar yang nyata di dalam kesetiaan Allah bagi kita.

Tuhan Yesus Memberkati

RM