Renungan Youth, Senin 01 Juni 2020

Ratapan 3:22-23

Syalooom… selamat pagi rekan-rekan youth ELOHIM. Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan tetap semangat ya.. Ada sebuah cerita,…

Seorang anak bertengkar dgn ibunya dan meninggalkan rumah. Saat berjalan tanpa tujuan ia baru sadar bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Ia melewati sebuah depot bakmi. Ia lapar dan ingin sekali memesan semangkok bakmi. Pemilik bakmi melihat anak itu berdiri cukup lama di depan depotnya, lalu bertanya “Nak, apakah engkau ingin memesan bakmi?” “Ya, tapi aku tidak punya uang,” jawab anak itu dengan malu-malu. “Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu,” jawab si pemilik depot. Anak itu segera makan. Kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa, Nak?” tanya si pemilik depot. “Tidak apa², aku hanya terharu karena seorang yg baru kukenal memberi aku semangkuk bakmi sedangkan ibuku sendiri telah mengusirku dari rumah. Kau seorang yg baru kukenal tapi begitu peduli padaku.” Pemilik depot itu berkata,”Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi & kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi, nasi dll sampai kamu dewasa… seharusnya kamu berterima kasih kepadanya.” Anak itu kaget mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal aku begitu berterima kasih, tapi terhadap ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku tak pernah berterimakasih.”
            Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia bergegas pulang. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya berwajah cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yg keluar dari mulutnya adalah “Nak, kau sudah pulang, cepat masuk, aku telah menyiapkan makan malam.” Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.

Kadang karena keegoisan kita, membuat kita begitu mudahnya melupakan kebaikan yang telah kita nikmati tiap harinya.

Firman Tuhan yang terdapat dalam kitab

Ratapan 3:22-23,“Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”

Kasih setia Tuhan/ Hesed (Ibrani) Tuhan adalah gagasan yang menyatakan kasih yang setia dalam tindakan yang diungkapkan dalam hubungan kovenan (perjanjian) – Nya dengan Israel.

~ Hesed ~
Kasih setia Tuhan  mengekspresikan loyalitas Tuhan terhadap Perjanjian-Nya dan kasih-Nya terhadap umat-Nya beserta sebuah kesetiaan untuk memelihara janji-janji-Nya.

Seperti cerita tadi, tanpa kita sadari, sering kali kita menganggap kasih dan kesetiaan itu adalah hal yang biasa-biasa saja, karena kita sudah terbiasa menerimanya setiap hari; dan merasa tidak ada yang istimewa. Tetapi sesungguhnya kasih Tuhan selalu baru setiap hari, kasih yang tak bersyarat, dan yang penuh dengan kebaikan.

Yeremia 54:10 mengatakan, “Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman Tuhan yang mengasihani engkau.”

Komitmenku hari ini

Marilah kita senantiasa bersyukur dan memuji Tuhan atas kasih dan kesetiaan Tuhan yang tidak ada habisnya dalam kehidupan kita, umat-umat pilihan Allah.

MW – MLE