Renungan Harian, Sabtu 16 Mei 2020

Melihat keadaan manusia pada akhir jaman ini sangat menyedihlan dan menakutkan, orang hanya memikirkan diri sendiri, orang berfokus kepada keperluan pribadi dan kelompoknya.

Didalam ayat pembukaan 2 Timotius 3:2

Manusia akan mencintai dirinya sendiriTidak mempedulikan keadaan orang lain,

Saat sekarang ini banyak manusia memerlukan keperdulian dari orang lain, dimana kepedulian itu menjadi barang langka saat-saat ini, karena orang lebih sibuk memperdulikan dirinya sendiri dan lelah dengan keadaan dan situasi susah saat ini. Tapi mungkin juga bukan karena kita tidak bisa memberikan kepedulian kepada orang lain, mungkin jiwa kita juga lelah, karena banyak masalah dan persoalan yang dihadapi.

Saat ini kita mengalihkan perhatian bagaimana manusia juga tetap memerlukan kepedulian dari orang lain. Dan kita harus belajar untuk bisa memancarkan kasih kita melalui kepedulian kita kepada orang lain.

Markus 2:3-5 Ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang , Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepadaNya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”

Bisa kita bayangkan, apa yang bisa diperbuat oleh orang yang lumpuh? Tidak banyak yang bisa diperbuat oleh orang lumpuh, ia memerlukan perhatian, kepedulian orang lain, ke empat orang-orang ini tidak mengatakan “kamu sih ngerepotin, ya sudah didoakan dan ditinggalkan,” tidak demikian, keempat orang ini tahu Yesus sumber pertolongan, sumber mujizat, oleh sebab itu ke empat orang ini mempunyai kepedulian, sehingga diupayakan orang lumpuh ini bisa bertemu dengan Yesus dan mendapatkan pertolongan.

Namun pada faktanya … usaha keempat orang ini tidak berjalan dengan lancar, ada kendala dimana mereka tidak dapat masuk kedalam rumah dimana Yesus ada karena banyaknya kerumunan orang, bahkan didepan rumahpun tidak bisa. Kepedulian ke empat orang ini bukan saja berhenti dititik kasihan namun aksi untuk terus maju menolong orang lumpuh ini dengan jalan membuka atap rumah itu, ada pengorbanan yang dilakukan ke empat orang ini.

Kita dapat belajar bersama bahwa …

Kepedulian bukan hanya rasa belas kasihan, tetapi kepada tindakan untuk peduli dan menyatakan Iman dan kasih yang mau untuk berkorban.

Bukan hanya tenaga, pikiran bagaimana orang ini bisa bertemu Yesus, namun resiko cukup tinggi ketika mereka mengambil keputusan untuk membongkar atap, bisa jadi yang lumpuh nantinya bukan hanya orang lumpuh ini, kempat orang ini apabila jatuh kebawah bisa juga mereka menjadi lumpuh juga, resiko itu mereka hadapi.

Ayat 4 menuliskan orang lumpuh ini berhasil diturunkan untuk dapat bertemu dengan Yesus, dan ayat 5 ketika Yesus melihat iman mereka, iman siapa ? Iman dari keempat orang ini, Yesus membuat mujizat dengan menyembuhkan orang lumpuh ini. Ada mujizat terjadi ketika ada Kepedulian kasih, pengorbanan dan Iman dari ke empat orang ini.

Dunia memerlukan Gereja yang memiliki hati yang mau peduli, mau berkorban, dan hati yang beriman kepada Yesus.

Ada 3 hal yang dimiliki ke 4 orang ini :

1. Kepedulian kepada orang lain yang membutuhkan perhatian.
2. Mau berkorban (uang, waktu, perasaan, pikiran)
3. Memiliki Iman kepada Yesus.

Ditengah situasi yang sedang kita hadapi Bersama ini, mari kita menjadi orang-orang yang mau untuk peduli kepada sesama kita, ada banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Nyatakan Iman dan Kasih Kristiani kita dalam tindakan yang Nyata.

Kiranya Roh Kudus yang akan memampukan kita untuk menjadi pelaku Firman.

AKW