Renungan Harian, Rabu 03 Juni 2020

Mazmur 32:6-11
Kita sudah belajar didalam bagian yang pertama minggu lalu mengenai kebahagiaan sejati karena kita menerima pengampunan dari Tuhan, hari ini kita akan merenungkan Kembali mengenai kebahagiaan orang-orang percaya

Kebahagiaan sejati dimiliki karena

2. Tuhan Melindungi (ayat 7)

Dengan penuh keyakinan pemazmur bersukacita karena Allah melindunginya dalam kesesakan atau masa masa sulit.

Mazmur 32:7 (VMD)  Ya Allah, Engkau tempat persembunyianku. Engkau melindungi aku dari kesusahanku. Engkau menjaga di sekelilingku dan melindungiku. Jadi, aku menyanyikan tentang cara-Mu menyelamatkan aku.

Dari ayat ini bisa kita bayangkan Tuhan melindungi kita dari kesusahan. Tuhan menjaga, melindungi dan berada di sekeliling kita. Tidak ada yang bisa kita takutkan jika penjagaan Tuhan atas kita begitu ketat.  Seorang pengawal menjaga atasannya dengan sangat baik tapi tidak ada jaminan keamanan.

3. Tuhan mengajar (ayat 8-9)

Mazmur 32:8 (VMD)  Tuhan berkata, “Aku akan mengajar engkau dan menunjukkan jalan yang harus kaujalani. Aku akan menjagamu dan menjadi penuntunmu.

Dalam ayat-ayat ini Tuhan mengajar setelah Dia mengampuni dosa, Dia memperingatkan kepada semua orang saleh untuk bersikap bijak tidak mengeraskan hati kepada Tuhan dan baru mendekat kepada Tuhan sesudah diperingatkan dan mendapat hukuman. Yang digambarkan sebagai kuda yang sulit dikendalikan.
Tuhan selalau mau memperhatikan manusia, mata Tuhan tertuju kepada manusia.

Mazmur 33:18 (VMD)  TUHAN mengawasi dan memelihara para pengikut-Nya, yang menantikan kasih setia-Nya.

Tuhan mau melindungi umat-Nya seperti induk ayam yang mau melindungi anaknya dibawah kepak sayapnya, tapi umat-Nya menolak. Mat 23:37. Namun apabila manusia keras hati maka Tuhan akan memberikan peringatan.

4. Tuhan menunjukkan jalan.

Puji Tuhan luar biasanya Tuhan kita, Dia mengampuni dosa kita, Dia melindungi kita, Dia mengajar dan Dia menunjukkan jalan yang harus kita tempuh. Bukankah ini sangat luar biasa. Seperti seorang Tour Guide (pemandu perjalanan) Tuhan akan memandu jalan kita selama di dunia ini bahkan sampai di Surga. Selama di dunia Tuhan menuntun kita sehingga jalan yang kita lalui adalah jalan yang benar dan menuju tempat yang benar yang sesuai dengan yang diinginkan Tuhan. Jadi tidak mungkin kita tersesat jika kita mengikuti tuntunan-Nya.

Puji Tuhan, inilah kebahagian kita yang sejati. Kebahagiaan bukan karena memiliki kekayaan, kesehatan, kedudukan, warisan, popularitas tapi kebahagiaan sejati karena memiliki Tuhan sebagai pusat kehidupan.

Oleh karena itu pemazmur mengakhiri tulisannya dengan mengajak semua orang untuk mengucap syukur, bersukacita dan bersorak sorai, memuji dan memuliakan Tuhan yang telah memberi sukacita yang besar sehingga dia bisa menikmati kebahagiaan yang sejati dalam kehidupannya.

Kita tidak dapat menjalani kehidupan kita sendiri, kita sangat membutuhkan Roh Kudus. Ketika kita penuh dengan Roh Kudus maka kita akan menikmati kebahagiaan sejati. Karena Roh Kudus akan memampukan kita untuk memiliki hati yang lembut sehingga kita mudah mengakui kesalahan kita, Roh Kudus juga yang memampukan kita untuk mau dilindungi, mau diajar, dan mau ditunjukkan jalan yang benar.
Haleluya, Puji Tuhan, mari kita bersukacita karena Tuhan memberikan kepada kita bukan kebahagiaan yang semu tapi Tuhan memberikan kepada kita kebahagiaan yang sejati.

Selamat Pagi, Selamat menikmati kebahagiaan sejati.
Tuhan Yesus Memberkati.

EM