– Pengampunan Dosa –

Renungan Harian, Kamis 28 Mei 2020
Mazmur 32:1-5

Semua orang menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Namun tidak akan ada seorangpun yang bisa bahagia jika meletakkan sumber kebahagiaan pada harta, kekayaan, kedudukan, orangtua, anak, suami, istri, saudara, teman, kesehatan, kekuatan atau apapun yang lainnya, karena semua hal yang diatas bisa berubah dan hilang sewaktu-waktu.
Oleh karena itu mari kita sama-sama melihat kebahagiaan sejati yang terdapat dalam Maz 32

Latar Belakang:
Pemazmur memiliki pengalaman pribadi bersama dengan Tuhan sehingga keluarlah mazmur ini sebagai Mazmur ucapan syukur karena Kebahagiaan yang dia rasakan setelah menerima pengampunan Allah (Maz 32:1)
Ayat ini juga dikutib oleh Rasul Paulus dalam
Roma 4:7-8 ada  sebuah kebenaran bahwa manusia dibenarkan Tuhan bukan berdasarkan perbuatan (melakukan hukum Taurat) tetapi karena iman. Pemazmur diampuni bukan karena dia melakukan pekerjaan tertentu (dari hukum Taurat), tetapi karena dia telah percaya pada kasih setia Tuhan.

Hal ini ditunjukkan dengan mengakui dosanya secara jujur kepada Tuhan. Pengampunan dari Allah itu begitu kuat sehingga membuat orang-orang yang menerima pengampunan itu memulai suatu hidup baru seperti pemazmur. 

ORANG DIBENARKAN KARENA PERCAYA DAN SETIA KEPADA TUHAN.

Setelah meluapkan kebahagiaan dan rasa syukurnya pemazmur mengangkat hatinya kepada Tuhan. Dia menceritakan keadaannya selama dia “berdiam diri”. Arti berdiam diri disini adalah menyembunyikan dosanya terhadap Tuhan dengan tidak mau mengakuinya secara jujur dan terbuka (Maz 32:3,4)

Gambaran-gambaran dalam Maz 32: 3-4 adalah lukisan penderitaan fisik artinya suatu penyakit yang diderita . Hal ini mungkin karena dalam PL dosa dan penyakit sangat erat hubungannya. Dilain pihak kita paham bahwa penderitaan batin seseorang yang begitu hebat (stres) bisa sampai membuat orang jatuh sakit. Karena tidak dapat menahan penderitaannya akhirnya pemazmur mengakui kesalahannya kepada Tuhan.

Apakah makna pengakuan ini sesudah ia menerima pengampunan?

Kata-kata ini merupakan pengakuan dosa sekali lagi dihadapan Tuhan (Maz 30:7-11). Suatu kerendahan hati yang mendalam dan suatu kejujuran terhadap diri sendiri “berbahagialah manusia yang tidak berjiwa penipu (ayat 2c). Kejujuran terhadap diri sendiri bukan saja langkah untuk menerima pengampunan , tetapi juga adalah buahnya. Namun pengakuan ini juga adalah suatu kejujuran terhadap Tuhan. Suatu pengakuan akan kasih setia-Nya.  (Ayat 10c) , yakni kasih setia pengampunan-Nya.

Kita melihat disini kasih Allah dirasakannya melalui PENGAMPUNAN yang Allah berikan padanya setelah dia melewati perjuangan batin yang pahit (Mazmur 32:3-5)

Amsal 12:13 (FAYH)  Dusta akan menjerumuskan orang ke dalam kesulitan, tetapi kejujuran melepaskan orang dari kesulitan.

Melalui Mazmur 32 ini kita bisa melihat Kebahagiaan sejati dimiliki karena 

ALLAH MENGAMPUNI DOSA

 Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada kebahagiaan orang yang merasa dimengerti, diterima dan dikasihi Kembali.

Tidak ada kebahagiaan yang lebih  mendalam daripada kebahagiaan orang yang mengalami bahwa Allah itu kasih, bahwa Dia selalu mau mengampuni dosa kita.


Seringkali kita melihat jarang ada yang mau menerima kembali orang yang telah mengecewakan, menyakiti hati, berbohong, berdusta, bahkan menipunya. Bahkan jika kita sendiri telah dibohongi dan ditipu oleh seseorang maukah kita mengampuni dan menerimanya kembali?
Kesimpulan pemazmur tidak ada yang dapat mengampuni segala dosanya seperti Tuhan yang mengampuni, melupakan, dan mau menerimanya kembali, dan menjadikan dia seorang pribadi yang baru.

Bagi manusia, pertobatan ternyata bukanlah hal yang mudah.

Yeremia 8:4 (FAYH)  “Sampaikan kepada mereka firman TUHAN ini: Apabila seseorang jatuh, ia bangun kembali; apabila ia salah jalan dan menyadari kesalahannya, ia berusaha untuk kembali ke jalan yang benar. Tetapi orang-orang ini terus-menerus mengikuti jalan mereka yang jahat, walaupun Aku telah memperingatkan mereka.

Ini salah satu contoh dalam Alkitab betapa sulitnya seseorang untuk bertobat. Keegoisanlah yang membuat orang sulit untuk bertobat dan mengakui kesalahannya. Pelanggaran-pelanggarannya yang telah memutuskan hubungannya dengan Tuhan itu diberitahukan kepada Tuhan “melawan dirinya”. Kata-kata ini menunjukkan bahwa tidak mudah bagi manusia untuk beralih sikap dari tidak jujur dan tidak terbuka kepada kejujuran dan keterbukaan.
Dia harus berani melawan dan menuduh dirinya sendiri. Dosa bersaksi melawan pendosa ( Maz 14:7)

Dari pengalamannya ini Pemazmur dapat merasakan Tuhan sudah mengampuninya ketika dia merasakan damai sejahtera setelah dia mengakui segala dosanya dan menceritakan semuanya secara terbuka kepada Tuhan, dan keberanian untuk mengakuinya.

Karena dengan pengakuan itu dia tidak lagi berjiwa penipu, tetapi jujur dihadapan Tuhan dan manusia.  Pengalaman itu semakin diteguhkan lagi oleh kata kata iman yang menyampaikan sabda pengampunan dari Tuhan sebagai jawaban atas pengakuannya.

Kita belajar satu hal hari ini Kebahagiaan sejati kita miliki karena DOSA KITA SUDAH DIAMPUNI.

EM