Renungan Harian Anak, Rabu 22 April 2020

Bacaan Lukas 19 :1-10

Hallo, syalom adik-adik semuanya, kiranya hari ini Tuhan Yesus memberkati kehidupan adik-adik semuanya.

Pada suatu hari Ita dan Nina sedang melihat-lihat barang-barang di toko. Melihat ada pembeli yang masuk, seorang pelayan segera menda¬pati mereka dan bertanya dengan penuh keramahan. ”Mau cari apa adik?”. ”O, kami hanya melihat-lihat saja!” Sahut mereka. Mendengar jawaban ini, si pelayan langsung meninggalkan Ita dan Nina dengan wajah dan sikap yang kurang ramah. Senyum-nya langsung berubah menjadi cemberut.

”Nina, kau lihat sikap si pelayan tadi?” tanya Ita yang sejak mula memperhatikan sikap si pelayan.
”Yah, ia tentu berharap kita akan membeli barangnya” kata Ita sambil menarik tangan Nina berjalan keluar toko.
’’Sikap si pelayan tadi, membuat aku terkenang pada temanku, Ani,” kata Nina.
’’Kenapa si Ani?” tanya Ita ingin mengetahui lebih banyak.
’’Mula-mula ia begitu baik terhadapku. Ternyata ia hendak minta tolong. Setelah aku menolongnya, ia langsung pergi tanpa mengucapkan terimakasih. Suatu ketika ia bertemu denganku, ia pura-pura tidak melihat. Tapi . . . yah . .., aku baru sadar bahwa kebaikannya itu tidak tulus. Ternyata ia baik kepadaku hanya dengan satu maksud, karena ia membutuhkan pertolonganku,” keluh Nina.

Wah sedih ya kalau kita menjadi anak yang tidak memiliki ketulusan hati….

Ayo kita mengingat sebuah kisah dalam Firman Tuhan, mengenai sebuah kisah Bpk Zakheus dalam Injil Lukas 19:1-10. Disana kita melihat cerita Bapak Zakheus adalah seseorang yang kaya raya tetapi pekerjaanya adalah penagih pajak yang kerjanya mengumpulan uang dengan cara yang tidak baik, Ketika dia berjumpa dengan Tuhan Yesus dia mengalami perubahan hidup. Dengan ketulusan hati dia mau membagikan Sebagian hartanya bagi orang miskin dan orang yang dia peras.

Luk 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”

Wow luar biasa ya perubahan hidup Bpk Zakhues dari orang yang suka merampas harta orang menjadi seseorang yang dengan tulus membagikan hartanya.

Dari sikap ini, kita semua perlu sadar bahwa Tuhan Yesus menjadi TELADAN yang PALING UTAMA dalam Kebaikan dan kasih-Nya yang tulus.

Kebaikan-Nya tidak mengharapkan kita untuk membalasnya. Ia tidak menuntut jasa dari kita. Tetapi kebaikanNya datang dari hati yang tulus. Ia menghibur kita. Ia mengasihi kita. Bahkan sampai mati untuk kita. Kebaikan Yesus tidak menuntut balasan

Kita memang patut bersyukur karena kita mempunyai Tuhan Yesus yang dapat kita jadikan teladan. Dengan demikian kita tidak perlu merasa kecewa dengan sikap teman yang tidak tahu berterimakasih.

Ayo adik-adik kita juga mau belajar menjadi anak Tuhan yang hidup dalam ketulusan, suka memberi pertolongan dan berbagi kebaikan tanpa pamrih atau mengharapkan Imbalan.

Ayo baca ayat Alkitab dalam

Mazmur 73: 1, Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.

Komitmenku hari ini …

Tuhan Yesus aku mau belajar menjadi anak yang hidup dalam ketulusan, mau berbagi kebaikan tanpa mengharapkan Imbalan.

SBT – CAM