Renungan Harian Anak, Rabu 10 Februari 2021

Ayat Bacaan 1 Samuel 23: 14-18

Selamat Pagi adik adik Elohim kids…

Syalom semuanya…Apa kabarnya hari ini? Semuanya dalam keadaan baik dan sehat selalu kan?Adik-adik, tetap jaga kesehatan ya…

Nah pagi hari ini kita mau kembali membaca dan mendengarkan Firman Tuhan, semuanya harus memperhatikan ya…

Tika tiga tahun ini menekuni olahraga Judo. Enam bulan lalu sekolahnya mengumumkan tentang kompetisi Judo antar sekolah dasar, dan Tika terpilih mewakili sekolahnya bertanding. Tika pun mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan giat berlatih dan menjaga kondisi fisiknya. Saat waktu kompetisi tiba, kompetisi berlangsung sangat seru. Karena sudah mempersiapkan diri, Tika mampu mengalahkan satu per satu wakil sekolah lainnya sampai akhirnya ia masuk babak semi final.

Di semi final ini ia bertemu lawan yang menjadi pemenang tahun lalu. Meski sudah berusaha sebaik mungkin, lawan berhasil mendesaknya dan akhirnya membantingnya ke tanah. Tika akhirnya kalah. Meski kecewa, Tika bersikap sportif. “Aku sudah berusaha sebaik mungkin. Tapi ia berusaha lebih baik dari aku,” pikirnya. Tika memberi ucapan selamat kepada lawannya dengan tulus dan tidak simpan dendam.

Adik-adik dalam 1 Samuel 23 terdapat kisah persahabatan antara Yonathan dan Daud.

Yonatan sadar bahwa Daud adalah sahabatnya yang baik, walaupun ayahnya Saul membencinya. Daud banyak melakukan hal-hal yang hebat dan Yonatan sadar Tuhan menyertai Daud dan kelak Daud yang jadi raja, bukan dia. Apakah Yonatan lalu memusuhi Daud dan berusaha membunuhnya seperti yang dilakukan Saul ayahnya ?  Ternyata Tidak. Yonatan dengan besar hati mengakui hal ini di depan Daud. Yonatan bahkan menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah. Meski saat Daud menjadi raja, Yonatan sudah meninggal dalam perang, kebesaran hatinya sangat membekas di hati Daud, sehingga Daud tetap memelihara keluarganya. Inilah bentuk persahabatan yang dibangun dengan kasih. Jika pertemanan dibangun dengan mementingkan diri dan kesombongan maka pastilah persabahabatan itu akan mudah hancur.

Adik-adik, di dunia ini selalu ada orang yang lebih baik maupun orang yang lebih buruk darimu, sehingga tetaplah rendah hati. Jika harus menerima kekalahan dalam sebuah pertandingan tetaplah berbesar hati seperti Tika yang berbesar hati kepada lawannya! Milikilah hati yang besar yaitu hati yang mengasihi bahkan bisa mengakui kelebihan orang lain, jangan jadikan saingan tetapi belajarlah dari kelebihan teman-temanmu

Ayat hafalan :

Amsal 11:2 Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.

Komitmenku:

Tuhan Yesus, hari ini aku bersyukur sekali, karena FirmanMu mengingatkanku kembali supaya aku memiliki hati yang besar ketika menghadapi apapun. Tolong mampukan Tuhan untuk berbesar hati sehingga aku menjadi anak yang mau untuk terus belajar.

Amen … Tuhan Yesus Memberkati…

YG – GCT