Renungan harian remaja, Selasa 15 desember 2020

Antara Sebuah Keinginan Vs Mempertahankan Sesuatu Yang Berharga

Sebagai anak-anak muda yang hidup di masa yang semakin menuntut eksistensi dan pengakuan diri, kita dapat melihat setidaknya ada dua kasus dari dunia selebriti yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi perbincangan hangat dan sarat dengan kontroversi.  Kedua berita yang dimaksud adalah para selebriti yang berpindah keyakinan dan para selebriti (wanita) yang terlibat prostitusi online.

Dari kedua kasus ini, kita bisa menilai bahwa ada orang yang demi ketenarannya rela melepaskan imannya dan juga demi kebutuhan materi (jasmani) seseorang rela melepaskan sesuatu yang berharga yang ada dalam hidupnya.  penting untuk kita sadari bahwa betapa Tuhan memberikan kita suatu tanggung jawab yang besar di dalam hidup kita dan seperti apa yang di katakan di dalam kitab Pengkhotbah bahwa Allah akan membawa setiap kita (orang-orang) muda ke pengadilan dan menjadi hakim atas kita sesuai dengan perbuatan kita.

Oleh sebab itu, Allahpun tidak lupa memberikan suatu pelajaran bagi kita supaya kita memandang hidup ini berharga dan suatu tanggung jawab yang harus dijalankan di hadapan Tuhan.  Jika kita menyimak di dalam Alkitab, kita bisa belajar dari seorang yang bernama Nabot yang mempertahankan suatu warisan nenek moyangnya, yaitu milik pusaka yang harus dipertahankan dengan sekuat tenaga. 

1 Raja-raja 21: 2-3, Berkatalah Ahab kepada Nabot: “berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baikdaripada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang.” Jawab Nabot kepada Ahab: “kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!”

Dalam teks ini ada beberapa kata yang harus dilihat dengan teliti. Kebun anggur menjadi sebuah objek yang “diperebutkan” oleh raja Ahab dan yang dicoba dipertahankan oleh Nabot. Status kebun anggur tersebut sebagai milik pusaka menjadi faktor utama yang membuat Nabot tidak mau menjualnya.

Nabot, orang Yizreel itu mempunyai kebun anggur di Yizreel, raja Ahab memiliki istana di Yizreel dan letaknya berada dekat dengan kebun Anggur Nabot. Yizreel dan Samaria terletak di wilayah kerajaan Israel Utara dan memiliki jarak yang cukup jauh. Inilah alasan utama raja Ahab hendak membeli kebun anggur Nabot.

Nabot memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak muda dalam mempertahankan sesuatu yang berharga walaupun mendapatkan tawaran yang cukup baik dari seorang raja. Lalu apakah yang menjadi kebun anggur dan milik pusaka anak muda zaman sekarang?

Apa yang ada dalam pikiran kita jika kita mendengar tentang “Milik pusaka?”kata  pu·sa·ka dalam KBBI diartikan sebagai harta benda peninggalan orang yg telah meninggal;  dan yang biasa disebuta warisan. Milik pusaka adalah sebuah peninggalan dari orang tua/nenek moyang yang bagi penerimanya merupakan sebuah milik yang wajib dipertahankan turun temurun. Dengan demikian itu menjadi sesuatu yang sangat berharga dan tidak boleh lepas ke tangan orang lain yang bukan ahli waris

Kebun anggur merupakan suatu harta milik yang terdiri dari tanah kebun itu sendiri dan anggur sebagai objek tanaman di dalam kebun tersebut.  Adapun buah anggur memiliki nilai ekonomis yang tinggi.  Bila waktu panen bisa langsung dijadikan sebagai barang dagangan yang siap disantap, tetapi bila disimpan akan menjadi suatu investasi jangka panjang yang berguna bagi keluarga turun temurun.  Anggur yang dihasilakn bisa diolah menjadi wine, suatu minuman yang di dalam tradisi orang Eropa memiliki banyak khasiat untuk tubuh jika dikonsumsi dengan teratur.

Di dalam hukum Taurat, urusan tentang tanah warisan juga diatur dan intinya setiap milik pusaka yang diberikan harus dipertahankan oleh para ahli waris.

Imamat 25:23-28, tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku. ..
Bilangan 36:7, sebab milik pusaka orang Israel tidak boleh beralih dari suku ke suku, tetapi haruslah masing-masing memegang milik pusaka suku nenek moyangnya.

Atas dasar hukum Tauratlah Nabot berusaha mempertahankan warisan pusaka nenek moyangnya dan dengan mempertahankan kebun anggurnya, walaupun hanya sebidang tanah Nabot tetap tidak ingin menjualnya walaupun kepada seorang raja Israel. 

Hanya ada dua hal yang membuat Nabot kehilangan milik pusakanya. Yang pertama adalah Keserakahan Ahab. Ia tidak mengendalikan hawa nafsu keserakahannya.  Dan selanjutnya adalah kelicikan dari ratu Izebel yang dengan tetap menghasut Ahab untuk berbuat sesuai keinginannya.

Ahab tidak mau menyadari bahwa Tuhan sudah memberikan hak dan berkat kepada setiap orang sesuai dengan kasih karunia-Nya. Izebel dengan hasutannya, merupakan sikap kelicikan yang sangat keji dihadapan Tuhan.  Keinginan yang serakah dan hasutan yang licik adalah dosa besar di mata Tuhan. Mereka mungkin mendapatkan apa yang diinginkan tetapi tidak sebanding dengan hukuman yang besar kita mereka menghadap Tuhan nanti.

Bagaimana dengan kita? Apa milik pusaka seorang anak muda Kristen?

Kita dapat mengklasifikan berbagai hal positif dan karunia rohani yang kita dapatkan dari Tuhan sebagai milik pusaka yang harus dipertahankan. 

Jika milik pusaka kita itu berupa iman yang tertuju kepada Tuhan, jangan sampai keserakahan dan kelicikan merampas iman itu dari hidup kita.  Jika milik pusaka kita berupa kekudusan dalam hidup, tubuh yang sempurna yang dijaga dengan benar, jangan sampai keserakahan dan kelicikan merampas kekudusan hidup yang kita miliki.  Nabot telah kehilangan nyawanya ketika dia tetap mempertahankan sesuatu yang benar-benar harus ia jaga.  Kita pun harus dengan hati yang teguh mempertahankan iman kita, apapun resiko yang harus kita tanggung.

Tuhan Yesus Memberkati…

RM – MLE