Renungan Harian, Jumat 29 Mei 2020

Dalam kehidupan kita ada banyak hal yang sangat kecil tetapi memiliki pengaruh yang begitu besar. Jangan menyepelekan apa yang kecil, seperti sebuah sudut kehidupan yang awalnya kelihatannya beberapa derajat saja, tetapi semakin jauh akan menjadi penyimpangan yang sangat besar dan luas.

Ada juga hal-hal yang kecil-kecil yang ditangan Allah bisa dipakai oleh Allah untuk hal-hal yang besar. Contoh:

Tongkat ditangan musa, tongkat gembala yang dipakai Allah untuk banyak menunjukkan mujizat Allah.

Umban Daud yang kecil dapat menjatuhkan raksasa Goliat.

Yesus bisa memakai 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang

Hari ini kita akan belajar dari kisah Alkitab dalam  II Raja-Raja 5:1-19a mengenai Kisah Naaman si Kusta yang telah mengalami mujizat.

Ada banyak makna dari cerita ini mulai dari Naaman, Raja Israel, Nabi Elisa, Gehazi … tetapi ada salah satu tokoh yang akan kita pelajari dari “gadis kecil” yang menceritakan keberadaan nabi Elisa. ~ sebenarnya gadis ini adalah tokoh utama yang membuka pintu bagi mujizat Naaman ~ (ayat 2-3) Seperti kunci yang kecil, dapat membuka sebuah gerbang yang besar, demikianlah gambaran keberadaan gadis ini.

Ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah “anak kecil” ini.

1. TIDAK MAU MENIKMATI/SIMPAN BERKAT SENDIRI… DIBAGI-BAGIKAN

Gadis ini tidak menutupi apa yang menjadi berkat kehidupannya, Gadis ini mau menyaksikan kasih dan berkat Allah. Inilah yang menjadi tugas kita untuk membagikan berkat yang telah Tuhan berikan bagi kita kepada yang lain sehingga mereka boleh melihat Kasih Allah dalam  kehidupan mereka.

2. IMAN YANG POLOS, SEDERHANA dan POSITIF

Iman dari anak ini begitu polos – tidak ada tujuan-tujuan yang lain dan kepercayaan yang murni sehingga dengan positif memberitakan kesaksian mengenai Allah dengan tanpa keraguan. Perkataan gadis kecil ini pasti penuh dengan iman dan kepercayaan sehingga membawa pengaruh kepada majikannya (naaman)

Iman anak kecil ini menghasilkan iman kepada Naaman

3. PENGAMPUNAN

Meskipun sebagai tawanan, anak ini masih memiliki kepedulian bagi majikannya ~ dia memiliki pengampunan kepada Naaman. (dia tidak mengutuki penyakit Naaman sekalipun telah menjadikan dia tawanan).
Gadis ini membalaskan kejahatan yang dilakukan orang-orang Aram dengan kebaikan kepada Naaman yang juga seorang Aram.

Dari kisah diatas, kita belajar bahwa Tuhan bisa memakai siapa saja untuk membuka pintu Mujizat bahkan melalui hal yang kecil dan sederhana.

Ditengah situasi yang kita hadapi Bersama-sama, mari kita terus percaya bahwa Mujizat Tuhan masih ada dan tetap berlangsung bagi kehidupan kita semuanya.

Jangan pernah menyepelekan hal-hal yang kecil dan sederhana, kerjakanlah Langkah-langkah kecil, hal yang sederhana dengan tekun, hargailah apa yang sudah Tuhan kerjakan walaupun hal yang kecil percayalah bahwa Tuhan tetap bekerja.

Tetap semangat menjalani hari ini, Tuhan Yesus menyertai kehidupan kita semuanya.

GB