Jumat, 03 April 2020

Bacaan I Samuel 17:40-54 (Kisah pertempuran Daud dan Goliat)

Adik-adik, senang bisa menyapa adik-adik kembali. Kakak mau tahu nih, apakah adik-adik sehat? Coba gerakkan tangan dan kakinya, apakah semuanya sehat? Wah Tuhan baik sekali telah memberi kita badan yang sehat. Tuhan baik pada kita, karena la sayang pada kita.

Adik-adik, pernah dengan cerita raksasa tidak ? Di Alkitab ada kisah tentang seorang Raksasa bernama Goliat.  Badan orang ini besar sekali. Suaranya juga besar

Adik-adik berani tidak melihat atau melawan seorang raksasa yang badannya besar? Wah pasti serem ya pak Goliat ini, sampai-sampai seluruh bangsa Israel jadi ketakutan.

Adik-adik, ada seorang anak laki-laki yang begitu berani. Ayo tebak orangnya kecil atau besar ? Siapakah namanya??? Anak ini namanya Daud, tubuhnya ternyata kecil. Waktu Goliat dengan senjata lengkapnya sedang menakuti-nakuti orang Israel.  Hei dengar apa yang dikatakan raksasa itu, ”Hai … orang Israel…. Aku Goliat. Ayo berperang melawan akui Apa kalian takut? Ha…Ha…Ha… Orang Israel penakut! Tidak berani! Ha..ha..ha., “(suara berat seperti raksasa)

Tapi Anak laki-laki yang bernama Daud ini mendengar raksasa itu menghina bangsa Israel. Daud tidak diam saja, ia berkata, Raksasa itu tidak boleh menghina kita. Kita adalah anak-Tuhan. Kita tidak takut pada orang itu. Anak Tuhan adaiah anak pemberani. Aku mau melawan Goliat itu.

Wah, Daud yang kecil mau melawan raksasa seperti Goliat. Daud sangat berani. Raja Saul bingung mendengar Daud yang kecil mau melawan Goliat yang besar. Daud berkata,”Raja tidak usah bingung… pekerjaan saya adalah penggembala domba. Jika ada singa atau serigala yang mau mengganggu domba-domba saya, saya akan mengejar, menghajarnya dan melepaskan domba dari mulutnya. Tuhan menyertai saya melawan serigala dan singa. Tuhan juga akan menolong saya melawan Goliat”. Lalu Daud mengambil batu yang licin dan mengumbannya, lalu kena dahi Goliat dan jatuhlah ia. Daud si kecil mengalahkan Goliat si raksasa.

Adik-adik, Daud yang kecil bisa menang karena ia percaya Tuhan akan menolongnya. Belajarlah berani seperti Daud karena kita percaya Tuhan menyertai kita. Jadi jangan takut ya! Kakak tidak menyuruh adik-adik untuk melawan orang-orang yang besar, tetapi adik-adik harus mau belajar untuk menjadi berani. Tidak takut dan berani untuk menjadi anak yang baik, berani melakukan Firman Tuhan, tidak takut kalau sendirian, tidak takut sama gelap (siapa yang takut kalau gelap ??? ). Menjadi anak yang berani, karena Tuhan Yesus menyertai adik-adik semuanya.

Ayo baca alkitab dalam

Mazmur 27:1 TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”

Komitmenku hari ini :

Tuhan Yesus aku mau menjadi anak yang hebat dan berani, menjadi anak-anak yang manis dan cinta Tuhan.