Waspadalah_Kesombongan

Renungan Harian Salasa, 01 September 2020

Amsal 16:18 Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.

Congkak, tinggi hati, sombong, pongah, angkuh, takabur adalah beberapa kata yang memiliki  arti yang sama yaitu : mnghargai diri sendiri  secara berlebihan dan memandang rendah orang lain. Kecongkakan akan mengakibatkan kejatuhan. Orang-orang yang tinggi hati, yang memandang diri melebihi apa yang sepantasnya, dan memandang rendah orang lain, yang dengan kecongkakan mereka menghina Allah.

Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati (Yoh 4:6 ; 1 Pet 5 : 5 ).

Dan salah satu karakter kasih adalah………kasih tidak memegahkan diri dan tidak sombong( 1 Korintus 13 : 4 b).

Kecongkakan dapat muncul bila orang menilai diri terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Orang yang congkak mengira bahwa kelemahan yang ada pada mereka tidaklah separah kelemahan yang dimiliki orang lain. Bahkan terkadang mereka tidak merasa bertanggung jawab atas kelemahan tersebut.

Kesombongan  membuat orang meninggikan diri di hadapan sesama, juga dihadapan Tuhan . Kesombongan menjadi pintu yang efektif  untuk menghancurkan orang _orang percaya. Semua upaya  manusia akan hancur jika yang dilakukannya  dengan kesombongan  . Agar kita tidak jatuh dalam kesombongan,  kita harus menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik Allah.

Waspadalah  bahwa setiap orang memiliki kemungkinan untuk jatuh dalam dosa kesombongan. Terus bangunlah kesadaran akan anugerah Tuhan

pernah menuliskan, “Cepat atau lambat, manusia akan tiba kepada saat untuk mengambil keputusan: apakah dia akan menyembah kekuatannya sendiri atau tunduk kepada kekuatan Allah.”

Arnold Toynbee

Orang-orang yang congkak sering kali bertingkah amat angkuh, kurang ajar, dan tinggi hati tepat sebelum mereka hancur, sehingga itu merupakan pertanda yang pasti bahwa mereka berada di tepi jurang kehancuran. Ketika orang-orang congkak menentang penghakiman-penghakiman Allah, dan menganggap diri tak tersentuh oleh penghakiman-penghakiman itu, ini merupakan pertanda bahwa mereka berada di ambang pintu kehancuran. Lihat saja apa yang terjadi pada Benhadad dan Herodes. Raja belum habis bicara, ketika suatu suara terdengar dari langit (Dan. 4:31). Oleh sebab itu, janganlah kita gentar terhadap kecongkakan orang lain, tetapi sungguh-sungguh takutlah pada kecongkakan di dalam diri kita sendiri.

Saudara-saudara ingatlah bahwa diri kita dan apa yang ada pada kita ; harta kekayaan, prestasi pada suatu bidang tertentu , kecerdasan, dll adalah berasal dari Tuhan yang dipercayakan kepada kita.

Jadi TUHANLAH  DIATAS SEGALA sesuatu , orang yang sombong berarti pula menganggap rendah keberadaan-NYA. Sebab itulah ia akan dihancurkan atau dijatuhkan . Jika demikian , bolehkah kita bermegah??? Boleh!  Tetapi barang siapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan Yesus Kristus (2 Korintus 10:17)

Yer 9:23-24. firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”

Tuhan Yesus memberkati.

EW