Renungan Harian Youth, Selasa 16 Februari 2021

“Jika orang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” 2 Tesalonika 3:10

Apa pendapat kalian tentang ayat di atas? Keras? Kejam? Ya…bebas saja sih kalau kalian berpendapat seperti itu. Bekerja dalam lingkup sempit memang berbicara tentang mencari nafkah atau melakukan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun dalam lingkup yang lebih luas, bekerja memiliki arti melakukan perbuatan atau bertindak. Sebuah kata yang mengandung konotasi aktif, melakukan dan menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya atau bagiannya.

Sebagian besar dari antara kalian mungkin masih menempuh pendidikan baik sebagai siswa SMP, SMA, atau mahasiswa. Kalian belumlah termasuk dalam golongan pekerja yang mencari nafkah. Namun, firman Tuhan ini pun berlaku bagi kita semua.

Dalam perikop yang berjudul Berdoa dan Bekerja ini, Paulus mengingatkan kepada setiap kita beberapa point penting yang berharga.

1. Kita seharusnya melakukan pekerjaan kita (2 Tes 3:6)
Jika kita adalah pekerja, maka marilah kita menyelesaikan pekerjaan kita. Sebagai seorang pelajar marilah kita belajar.

2. Kita seharusnya tidak lalai (2 Tes 3:7)
Kelalaian yang kita lakukan bisa berdampak pada ketidak sempurnaan hasil pekerjaan tugas kita atau bahkan tidak terselesaikannya tugas kita.

3. Kita seharusnya berlaku tertib dan tidak menyibukkan diri dengan hal-hal yang tidak berguna (2 Tes 3:11)
Mari kita fokus melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Banyak anak-anak muda yang salah memprioritaskan apa yang dikerjakan dan meninggalkan tugas tanggung jawabnya yang utama.

4. Kita tidak menjadi beban bagi orang lain (2 Tes 3:8,12)
Jika kita melakukan tugas tanggung jawab kita dengan baik, kita tidak akan menjadi beban baik di masa kini maupun di masa yang akan datang.

Pandemi Covid 19 ini telah sedemikian rupa mengubah budaya Belajar dan Bekerja  (SFH dan WFH). Penelitian yang dilakukan mendapati gejala menurunnya produktivitas kerja dan menurunnya keterikatan pekerja/ siswa terhadap organisasinya yaitu tempat kerja atau sekolahnya. Sebagai anak Tuhan, apakah yang kalian alami? Apakah kalian juga merasakan fenomena ini? Apakah kalian mengalami menurunnya semangat dalam belajar dan bekerja? Jika ya, mari kita kembali memotivasi diri kita untuk terus belajar dan bekerja.

Kesempatan untuk belajar dan bekerja adalah anugerah Allah

Ada begitu banyak anak-anak yang mendambakan menempuh pendidikan namun terhalang kendala ekonomi maupun fasilitas, Bersyukurlah jika kita masih bisa menuntut ilmu. Ketika banyak pekerja yang mengalami PHK dan tidak bisa mendapatkan pekerjaan, seberapapun kecilnya pendapatan yang kita peroleh dari hasil bekerja kita, itupu adalah tetap wujud pemeliharaan Allah dalam hidup kita.

Kita belajar dan bekerja untuk mempersiapkan diri melakukan kehendak Allah dalam hidup kita

Dalam Yohanes 5:17 Tuhan Yesus berkata bahwa Bapa bekerja sampai sekarang, maka Dia pun bekerja juga. Tuhan hadir dalam dunia untuk melkasanan tugasnya mengerjakan keselamatan bagi kita semua. Mengapa kita belajar? Mengapa kita bekerja? Pasti ada tujuan yang lebih mulia dari sekedar supaya kita bisa layak untuk makan. Kita diciptakan Tuhan untuk melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya. Kita belajar dan bekerja untuk mempersiapkan diri melakukan kehendak Allah dalam hidup kita.

Potensi yang Tuhan sudah anugerahkan bagi kita adalah untuk memperlengkapi kita

Seorang dramawan dan puitikus Inggris pernah mengatakan, “Orang yang mencari mutiara haruslah berusaha menyelam sampai ke dasar lautan”. Demikian juga dengan kita. Mari gunakan seluruh sumber daya yang Allah anugerahkan bagi kita. Jika kita mencurahkan yang terbaik, melakukan yang terbaik maka tentu semuanya akan menghasilkan yang terbaik.

Tuhan menyediakan orang-orang di sekitar kita

Tuhan selalu menempatkan orang-orang di sekitar kita untuk memperlengkapi kita. Allah menyediakan Harun untuk menemani Musa melaksanakan tugasnya. Ada banyak orang yang disediakan Tuhan mendapingi Paulus dalam menyeesaikan tugas pelayanannya seperti Timotius, Silas, dll.

Kesulitan dan tantangan memperkuat kita dan memperluas kapasitas kita

Kesulitan dan tantangan yang kita hadapi seringkali untuk melatih diri kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan meningkatkan kapasitas kita.

Penyertaan dan pimpinan Allah selalu ada dalam hdup kita. Roma 8 : 28 menyatakan bahwa Tuhan juga turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi kita.

Komitmen hari ini

Jangan mulai mempersalahkan keadaan dalam masa sulit, namun mulailah memandang apa yang Tuhan dapat lakukan dalam kehidupan kita.

DDO – MLE