Renungan Harian Rabu, 03 Februari 2021

Syalom … Semangat Pagi Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus.

Apa anda sedang bersemangat menjalani kehidupan anda sehari-hari ataukah anda sedang merenung apakah hidup ini hanya begini-begini saja, melakukan aktivitas rutin kita yang tidak menarik sama sekali ???  Mari kita baca nats kita pada pagi hari ini dalam

Filipi 1:21: Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan

Sebuah kisah tentang seorang ahli ilmu jiwa asal Austria bernama Viktor Frankl dipenjara oleh Nazi selama masa pembantaian besar-besaran. Saat dibebaskan, ia menulis buku berjudul Man’s Search For Meaning (Pencarian Manusia Akan Makna Hidup), yang menjadi buku terlaris sepanjang masa. Dalam buku ini, Frankl membagikan semua pelajaran penting yang ia petik dari penderitaannya: “Saya berani berkata bahwa di dunia ini tak ada yang dapat benar-benar menolong seseorang untuk terus bertahan hidup, bahkan dalam situasi terburuk sekalipun, selain pemahaman bahwa sesungguhnya hidup seseorang itu bermakna.

Banyak orang yang hidup tiba-tiba menyadari betapa hampa dan tidak bermaknanya hidup mereka selama ini. Mereka telah mencapai keberhasilan dan menikmati kesenangan. Namun, dalam hal persahabatan yang memuaskan atau pencapaian hidup yang langgeng, hidup mereka nol. Mereka telah memanjat tangga kesuksesan, tetapi akhirnya mendapati bahwa ternyata tangga tersebut bersandar di dinding yang salah.

Manusia ada di dalam dunia ini karena sebuah alasan mendasar. Alasan mendasar dimaksud untuk menemukan makna tujuan hidup orang Kristen yang sudah dirancang oleh sang desainer agung yaitu Allah sendiri. Sudah sejak lama manusia berusaha untuk menemukan makna tujuan hidupnya di dunia ini. Ada kesalahan persepsi manusia tentang hidupnya di bumi ini. Secara umum, kebanyakan orang beranggapan bahwa makna tujuan hidup ditentukan oleh materi. Semakin besar materi yang dimilikinya, maka semakin tinggi makna tujuan hidupnya. Pada era moneterisasi, makna kehidupan dinilai dari seberapa banyak seseorang memiliki materi. Berangkat dari standar ini, maka sebagian besar orang memiliki tujuan hidup “aku harus punya banyak“. Namun berbeda dengan pandangan umum, makna tujuan hidup orang Kristen sesungguhnya bukanlah terletak pada seberapa banyak materi yang dimiliki.

Rasul Paulus juga berulang kali mengalami penderitaan

(2 Korintus 11:23-27). Ia tentu memiliki tujuan yang membuatnya tetap bertahan. Ia mengatakan kepada pemimpin jemaat di Efesus, “Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ selain daripada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku. Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah” (Kisah Para Rasul 20:22-24).

Saat Rasul Paulus merenungkan kembali pelayanannya, ia melihat bahwa semua pelayanannya itu memuaskan namun tidak mudah. Jika diukur dengan ukuran kesuksesan dunia, hidupnya akan tampak tidak berarti.

Paulus menulis suratnya yang kedua kepada Timotius ketika ia tengah menderita di dalam penjara bawah tanah yang dingin dan lembab, untuk menanti hukuman mati. Dalam waktu beberapa minggu, ia akan berdiri di hadapan Nero dan hidupnya pun akan segera berakhir. Namun, ia tahu bahwa setelah kematiannya, ia akan menerima mahkota kehidupan dari Raja segala raja. Dan sekarang kita tahu bahwa pengaruh hidupnya mengubah alur sejarah itu sendiri sehingga kesaksian hidupnya menjadi bermakna bagi kita sekarang.

Makna hidup adalah suatu tujuan kenapa manusia ada dan kenapa saya ada. Sebab asumsinya adalah manusia tidak selalu ada dan pernah tidak ada. Jadi kehadirannya dianggap membawa suatu makna tertentu.

Mari kita membuat hidup ini menjadi bermakna. Biarlah orang melihat Kristus dalam kehidupan kita. Lakukan segala yang baik supaya hidup kita bermakna bagi orang lain.

Pengenalan akan Allah
memberi makna pada hidup
Ketaatan kepada Allah
memberi tujuan pada hidup

Tuhan Menyertai kita semua ….