Renungan Harian Jumat, 27 November 2020

Yohanes 10:10 “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”

Kehidupan yang berlimpah adalah kehidupan baru yang Tuhan Yesus inginkan bagi kita. Kehidupan ini bukanlah kehidupan yang lama, tetapi adalah kehidupan rohani yang bersemangat, yang telah mengatasi kehidupan kemerosotan dalam kehidupan yang dahulu. Bila hidup kita tidak sepenuhnya seperti yang kita harapkan, kita harus mencari kehidupan yang berkelimpahan, yang tentunya sudah Tuhan Yesus janjikan bagi kita semua.

Suatu kali seorang bapak sedang mengamat-amati domba peliharaannya, ada yang gemuk, ada yang kuat, dan yang ada yang tampak segar dan penuh aktivitas. Namun selalu saja ada domba yang selalu tampak suram, dan lesu. Dihari yang lain bapak ini juga mengamat-amati pohon mangga yang sudah lama dia tanam, sehingga pohon itu bertumbuh. Namun sama seperti domba tadi, sebagian pohon bertumbuh dan memiliki buah yang banyak, sedangkan pohon yang lain tidak menghasilkan buah sama sekali.

Pohon yang tidak menghasilkan buah sama sekali mengingatkan bahwa, baik domba atau pohon mangga tersebut keduanya mempunyai sifat untuk menghasilkan aktivitas yang berharga, tetapi tidak semua mempunyai hidup yang “berkelimpahan”.

Sebagian orang Kristen ada yang hidup sesuai dengan perintah dan kebenaran Firman Tuhan. Dalam doa dan perkara kecil, yang mereka pikirkan pertama kali adalah kehendak Allah.  Mereka hidup dengan penuh sukacita,damai sejahtera, dan penuh syukur didalam Yesus.

Namun disisi lain ada juga orang Kristen yang hidup dengan menempatkan dirinya sendiri sebagai pusatnya. Mereka berdoa dan melayani untuk memenuhi keinginan mereka sendiri. Mereka selalu mengeluhkan penderitaan mereka, dan tidak ada damai dalam hati mereka. Perbedaan kehidupan seorang Kristen seperti ini tampak sering kita jumpai didalam kehidupan kita sehari hari, bahkan bisa juga kita temui didalam gereja. Mengapa? “Karena kehidupan yang mereka terima ada yang berkelimpahan, ada pula yang sedikit”

Satu kali Izebel ingin membunuh nabi Elia dan Elia melarikan diri ke Bersyeba. Ketika Elia sedang beristirahat dibawah sebuha pohon, ia berdoa dan memohon agar Tuhan mencabut nayawanya. Elia kelelahan dan langsung jatuh tertidur. Lalu seorang malaikat Tuhan datang kepada Elia untuk membangunkannya dan menawari makan, dan berkata “bangunlah, makanlah” , sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu”.Setelah itu Elia bangun. Dan karena makanan dan minuman itu, ia mampu berjalan 40 hari 40 malam lamanya sampai kegunung Allah, yakni Gunung Horeb (1 Raj 19:1-8).

Sama seperti Elia, mungkin kita pernah mengalami masa-masa, dimana iman kita menjadi lemah. Perjalanan yang harus kita tempuh, baik itu iman, kerohanian dalam pelayanan adalah perjalanan jauh, dan kadangkala membuat hati kita menjadi tawar. Tetapi sama seperti Elia, kita harus belajar makan dan minum hingga kenyang, dengan menerima Firman Allah dan dipenuhi oleh Roh-Nya, sehingga kehidupan kita yang terdalam menjadi kehidupan yang penuh dengan semangat.

“Sebuah kehidupan yang berlimpah adalah kehidupan yang dapat menyelesaikan perjalanan yang Tuhan tetapkan bagi kita, untuk mencapai gunung Allah yang kudus”.

Kehidupan yang berlimpah tidak selalu berbicara mengenai harta, dan kekayaan yang kita miliki. Tetapi kehidupan yang berlimpah ketika Yesus hadir didalam setiap kehidupan kita, karena Dialah sumber segala-galanya.

Kiranya kerinduan kita semuanya adalah menikmati kehidupan berlimpah yang sejati didalam Tuhan Yesus Kristus, karena disanalah tersedia kedamaian, sukacita dan berkat Allah yang berlimpah.

Tuhan Yesus Memberkati…

YG