Renungan Harian Youth, Jumat 25 September 2020

            Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Seorang nabi dalam Perjanjian Lama yang dikatakan Firman Tuhan sebagai orang yang lembut hati lebih dari  setiap manusia diatas bumi. Ada yang tahu siapa??? Ya…. Nabi tersebut adalah Musa.

Mungkin kita menganggap bahwa sebagai seorang pemimpin, apalagi memimpin bangsa yang teger tengkuk, maka Musa adalah orang yang keras hatinya. Tetapi Alkitab justru mencatat bahwa hati Musa sangat lembut. Sampai-sampai, dia mendapat perlawanan dari saudara kandungnya sendiri yaitu Miryam dan Harun. Namun akhirnya, Tuhan sendiri yang membela Musa.          

Dalam kitab Bilangan 12:3 mengatakan,

”Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang diatas muka bumi.”

Mungkin ada diantara kita yang berpikir tentang lembut hati adalah, lemah gemulai, gak tegaan atau lainnya. Tapi lembut hati disini adalah sikap percaya diri yang tenang, keteduhan hati, dan damai sejahtera. Lemah lembut digambarkan seperti seekor kuda yang kuat namun dapat dikendalikan dengan sebuah kekang, mau untuk ada didalam sebuah kendali

Menurut James Strong dalam bukunya “Strong’s Exhaustive Concordance of The Bible”, Orang yang lemah lembut mempunyai sikap:

  1. Penuh penguasaan diri dan tidak cepat menyerang ataupun membalas
  2. Mempunyai roh dan cara berpikir yang rendah hati,
  3. Mau diajar.

Ketiga atribut inilah yang membentuk kelemahlembutan dalam pribadi seorang yang beriman. Ada 2 hal yang dapat kita pelajari dari figur Musa yang punya kelembutan hati ini.

Pertama, Lembut hati tidak diperoleh dalam waktu semalam (singkat).

Musa yang notabene adalah pangeran Mesir, seorang yang mempunyai temperamen diri yang tinggi, dapat berubah menjadi seorang yang lembut hati; bukan hanya dalam waktu semalam. 40 tahun di Mesir sudah membentuk kepribadian Musa. Tetapi 40 tahun kemudian di Midian, dia menjadi penggembala domba mertuanya. Tuhan menempa hati dan karakter Musa, dan mempersiapkan dia menjadi gembala bagi bangsa Israel.

Kedua, Musa menyerah pada kendali Allah.

40 tahun lamanya Musa memimpin bangsa Israel. Mulai dari berhadapan dengan Firaun, melewati padang gurun,dengan tujuan membawa bangsa Israel menuju tanah perjanjian yaitu Kanaan. Sejak awal Tuhan berjanji menyertai Musa dalam memimpin bangsa Israel. Tapi ditengah jalan bangsa Israel berubah setia dengan membuat patung lembu emas dan itu sangat melukai hati Tuhan. Sebagai pemimpin, tentu Musa sangat malu dihadapan Tuhan. Musa asti merasa bahwa ia tidak dapat menjadi pemimpin yang baik. Oleh sebab itu Musa membuat berkata kepada Tuhan,”Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.” (Keluaran 33:15). Musa mengakui bahwa dirinya dan segenap bangsa Israel tidak berdaya jika Tuhan tidak menyertai perjalanan mereka.

Kelemahlembutan adalah sikap hati yang mau untuk diproses, memiliki penyerahan kepada kehendak dan kendali Tuhan.

Belajarlah dari kehidupan Musa yang berhati lembut yang merupakan tipologi atau gambaran  Kristus dalam Perjanjian Baru. Mari minta Tuhan untuk memproses hidup kita agar kita mau belajar seperti Yesus yang lemah lembut dan rendah hati dan menyerahkan diri kita pada kendalinya Tuhan.

Tuhan Yesus memberikan sebuah ajakan dan pengajaran untuk kita belajar kepada-Nya

 Matius 11:29,”Pikullah kuk yang Ku pasang dan belajarlah pada-Ku, karena aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Komitmenku hari ini :

Aku mau dibentuk dan belajar dari Tuhan Yesus untuk memiliki hati yang lemah lembut, hidup dalam kehendak dan kendali Allah.

 Tuhan memberkati. Amin.

MW – AC