Renungan Harian, Sabtu 18 Juli 2020

Membangun keluarga yang sehat, adalah hal yang terus harus dikerjakan dalam kehidupan kita.

Amsal 24:3-4 (BIS) Rumah tangga dibangun dengan hikmat dan pengertian. Dan apabila ada pengetahuan, maka kamar-kamarnya akan terisi lengkap dengan barang-barang berharga dan indah.

Tujuan membangun rumah tangga, adalah membangun kehidupan anggota didalamnya bisa menikmati sukacita dan kebahagian.

Keluarga yang Bahagia bukanlah slogan tetapi menjadi bagian yang penting yaitu semua orang didalamnya menikmati kebahagiaan dan memiki kebanggaan terhadap keluarganya.

Tanda disadari banyak orang yang tidak bangga dengan keluarganya, karena tidak ada keindahan didalamnya…  banyak anak-anak yang tidak dapat menikmati tinggal didalam rumah. Karena itu keluarga yang sehat dan Bahagia harus dibangun Bersama-sama.

Dari kebenaran Firman Tuhan kita bisa belajar Bersama-sama bangaimana keluarga dibangun.

1. ARAHKAN PEMIKIRAN KITA DALAM KELUARGA UNTUK BERSAMA-SAMA MEMBANGUN KELUARGA YANG BERBAHGIA

Rumah tangga yang sehat … harus dijaga, seperti gambaran tubuh kita Kesehatan itu harus dijaga dengan baik. Ada usaha yang dibangun untuk memiliki tubuh yang sehat seperti asupan gisi, olah raga dll, begitu juga dengan keluarga kita harus memilah-milah hal-hal apa saja yang diijinkan untuk ada dalam keluarga kita, vitamin kebersamaan apa yang membuat keluarga kita sehat. Keluarga yang sehat dan Bahagia bisa dibangun dan diusahakan.

Membangun keluarga adalah sebuah usaha yang harus dilakukan Bersama, Bersama untuk mengerjakan kata “SALING” … saling mengasihi, saling menghormati, saling menghargai, saling mengampuni.

Kata “SALING” adalah Bersama satu dengan yang lain. Saling tidak menuntut orang lain melakukan tetapi menyadari dimulai dari diri sendiri.

2. MODAL MEMBANGUN RUMAH TANGGA ADALAH HIKMAT DAN PENGERTIAN

Yang menarik penulis Amsal mencatat membangun Rumah yang Sehat dan Bahagia ternyata bahan utamanya bukan CINTA disana. Karena dalam keluarga cinta tidak dapat dijadikan pondasi yang kokoh, karena cinta bisa jadi mudah berubah dan rapuh. Karena itulah keluarga dibangun dengan DASAR KOMITMEN. Cinta lebih mengarah kepada perasaan yang bisa jadi mudah berubah, tetapi komitmen dibangun diatas sebuah pengertian dan hikmat yang benar.

Bagaimana membangun KOMITMEN? Didasari dengan pengertian yang benar, hikmat yang benar mengenai tujuan dan kekuatan dari KOMITMEN. Dengan mengerti maka KOMITMEN itu akan dipelajari dan diterapkan dalam keluarga.

MENTAL BELAJAR harus menjadi bagian penting dalam seluruh anggota keluarga. Semua anggota keluarga harus mau belajar dengan baik, belajar tentang kegagalan, belajar tentang fungsi dan aturan yang ada dalam keluarga. Belajar berkomunikasi, belajar untuk saling memahami.

KERUKUNAN dalam KELUARGA harus terus dibangun, kerukunan bukanlah hal yang otomatis terjadi tetapi harus diusahakan. Dengan apa kerukukan dibangun dengan pengertian, komitmen dan tujuan kesatuan dalam keluarga. Ingatkah dalam kerukunan ada berkat yang dicurahkan. Jangan mengorbankan kerukunan demi memenangkan kepentingan diri sendiri.

3. MELIBATKAN TUHAN SEBAGAI PUSAT DALAM KELUARGA

Tuhan yang menjadi dasar, dan pencetus ide mengenai keluarga. Karena itu setiap keluarga yang mau sehat dan berbahagia harus mau belajar bagaimana menjadikan Tuhan sebagai PRIORITAS dan HAL yang UTAMA dalam keluarga. Untuk memahami dan membangun keluarga yang sehat, Tuhan sudah memberikan aturan dan cara mainnya, ALkitab menyatakan ada begitu banyak nasehat yang diberikan bagaimana masing-masing kita berperan sesuai dengan tugas dan peran masing-masing.

Keluarga yang tidak sehat, akan sangat mudah untuk membuat anggota didalamnya juga tidak sehat dalam masyarakat, mencari kasih diluar, pengakuan diluar rumah dan akhirnya tidak mengalami arti keluarga yang seharusnya. Karena itu setiap kita harus menyadari betapa iblis sangat berusaha menghancurkan komitmen dalam keluarga. Ketika Komitmen sebuah keluarga dirusak maka dampaknya yang terluka adalah semua anggota keluarga.

Isilah keluarga kita dengan HIKMAT dan PENGERTIAN yang BENAR. Teruslah mau untuk mempelajari apa yang benar dan praktekkanlah dalam keluarga kita.

TUHAN YESUS MEMBERKATI KELUARGA KITA SEMUANYA