Renungan Harian, Jumat 18 Desember 2020

Kemurnian Hati adalah instrument penting yang ada dalam kehidupan orang percaya … bahkan kemurnian adalah bagian yang menjadi tujuan dalam kehidupan kekristenan.

Imamat 15:7 Siapa yang kena kepada tubuh orang yang demikian, haruslah mencuci pakaiannya, membasuh tubuhnya dengan air dan ia menjadi najis sampai matahari terbenam.

Imamat 20:26 Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.

Kekudusan Kehidupan adalah “Harga Mati” yang tidak bisa ditawar ..

Menjadi kudus berarti menjadi pribadi yang utuh  ~disanalah kita akan menjadi pribadi yang sesuai dengan kehendak Tuhan.

Matius 5:48 ~ Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapa-mu yang di sorga adalah sempurna.

Sempurna  (Yunani: teleios) =  Utuh (complete) ~ sempurna adalah tidak menjadi orang yang dualisme tetapi harus utuh (hidup dalam kebenaran).

Mengapa gagasan kekudusan ini sangat penting? Karena … kita ada milik Tuhan yang kudus. Menjadi milik Tuhan à menjadi pribadi yang mau hidup dalam kemurnian. Karena proses inilah yang Tuhan kerjakan dalam kehidupan setiap anak-anakNya.

Tuhan tidak menuntut keindahan secara jasmani namun hal yang lebih bermakna adalah bagaimana dengan kemurnian hati kita dihadapan Tuhan

II Timotius 2:20-21 ~ Nasehat Rasul Paulus kepada Timotius yang masih muda bagaimana menjalani kehidupan yang murni dan layak dihadapan Tuhan.

Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

Saudara lihatlah tokoh-tokoh dalam Alkitab

ADAM; NUH; ABRAHAM; YUSUF; MUSA; DAUD; SALOMO; ELIA; ELISA; HOSEA; DEBORA; YEREMIA; YESAYA; AMOS; PETRUS; PAULUS; TIMOTIUS; METUSALAH; YESUS; YUDAS ISKARIOT

Tokoh-tokoh Alkitab diatas … Seperti apakah sesungguhnya profil seseorang yang dipandang layak untuk dipakai Tuhan? Sebenarnya tidak ada, mereka memiliki kelemahan dan keterbatasan. Namun pemrosesan Tuhan yang membawa mereka untuk tergabung dalam rencana dan karya besar Allah.

 Yang layak dipakai adalah perabot yang murni, bukan apakah itu emas atau tanah … NAMUN Jika ia memurnikan dirinya, maka ia akan dipakai untuk mahluk yang mulia … Ketika Tuhan memakai seseorang latar belakang apapun tidak mejadi masalah, tetapi Tuhan bisa memakainya untuk maksud yang MULIA.

Setiap kita, apapun yang ada dan bisa dikerjakan bukan menjadi alasan untuk dipakai oleh Tuhan karena syarat utamanya bukanlah bahannya tetapi “Pemurnian” ~ menjadi emas, perak, kayu atau bahkan tanah bukan menjadi masalah tetapi yang penting adalah kemurnian yang akan dipakai menjadi perabot yang layak digunakan untuk maksud dan tujuannya nya masing-masing.

I Samuel 16:7 ~ Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang didepan mata, tetapi Tuhan melihat hati.

Tuhan Yesus memberkati kita semuanya