Renungan Harian, Jumat 17 Juli 2020

Ayat: “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak- Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia” (1 Korintus 1:9)

Salah satu kebenaran terbesar yang diandalkan oleh orang-orang kudus Allah sejak berabad-abad lampau adalah kesetiaan Allah, kesanggupan Allah kita untuk dipercaya.

Paulus mengawali suratnya kepada jemaat di Korintus dengan mengucapkan salam (1:1-3) dan melanjutkannya dengan ungkapan syukur (1:4-9). Paulus berusaha melayani suatu jemaat dengan memimpin mereka untuk menanggapi Allah yang selalu dapat diandalkan. Ia menekankan karakter Allah yang bisa dipercaya dan mendorong mereka untuk menanggapinya dengan rasa percaya dan kesetiaan kepada Allah yang bisa dipercaya.

Ia memberikan sejumlah penegasan luar biasa yang dapat memberkati hati dan hidup kita hari ini.

KITA PERCAYA BAHWA

I. Allah yang telah memanggil kita kepada keselamatan sejak semula (1 Korintus 1:9).

Allah memanggil kita untuk datang kepada-Nya melalui anugerah-Nya (1 Korintus 1:4). Paulus dipanggil untuk menjadi rasul, bahkan seluruh jemaat dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus. Allah memanggil kita untuk datang kepada-Nya melalui Injil (1 Korintus 15:1-4). Injil adalah kabar sukacita tentang kasih Allah kepada kita yang tak layak kita terima dan tentang kasih yang tak pernah kita bayangkan.

II. Allah yang melanjutkan rencana keselamatan-Nya bagi kita (1 Korintus 1:9).

Allah memanggil kita untuk bermitra dengan Yesus Kristus, Tuhan kita. Kemitraan ini terus berlanjut sepanjang perjalanan kita di dunia, dan kita harus memberikan diri kita untuk melayani Dia dengan keyakinan bahwa tak ada satu pun yang kita lakukan bagi Dia akan sia-sia (1 Korintus 15:58). Allah masuk ke dalam hati dan hidup kita untuk mengerjakan tujuan baik-Nya bagi kita dan membantu kita memperoleh hidup yang penuh damai sejahtera, harmonis, dan produktif.

Dan Allah membawa setiap anak-anak-Nya ke dalam kompetensi dan kedewasaan rohani. Firman Tuhan memperingatkan toleransi terhadap dosa yang mematikan dalam hidup mereka menghancurkan kuasa kesaksian mereka dan menjelekkan nama Kristus di dalam gereja dan di dalam kota Korintus (1 Korintus 5).

Karena itu Paulus menegaskan bahwa Allah pasti akan memberi mereka kemenangan atas dosa dan cara-cara untuk melepaskan diri dari godaan dosa yang begitu mudah menyerang dan kemudian menghancurkan mereka (1 Korintus 10:13). Dengan penegasan ini, ia kembali mengatakan tentang kesetiaan dan keandalan Allah yang kita sembah.

III. Allah akan menyelesaikan karya keselamatan-Nya seutuhnya.

Kekristenan didasarkan kepada keyakinan teguh akan kebangkitan Yesus Kristus, yang telah menaklukkan maut dan kubur serta menunjukkan kenyataan akan hidup yang kekal (1 Konntus 15.20- 28). Sebagai pengikut Kristus kita mengimani bahwa maut dapat dikalahkan dan bahwa kita akan hidup bersama Allah sepanjang kekekalan (1 Konntus 15:51-57).

Berdasarkan kebenaran-kebenaran luar biasa mengenai karya Allah pada masa lalu, masa kini, dan masa depan, Rasul Paulus menantang orang-orang percaya di Korintus dan juga orang percaya jaman sekarang untuk memuliakan Allah dalam tubuh mereka pada saat itu juga (1 Korintus 6:19-20). Ia menyatakan bahwa kita akan memuliakan Allah di dalam tubuh kemuliaan selamanya.

Kitab Perjanjian Baru yang sangat luar biasa ini diawali dengan penekanan akan kesetiaan Allah dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan klimaks, mendesak para pengikut Yesus Kristus untuk

menanggapi KESETIAAN ALLAH dengan kesetiaan dan keyakinan teguh bahwa semua pekerjaan yang kita lakukan bagi Tuhan tidak akan sia-sia, tetapi akan menghasilkan buah dalam hidup saat ini maupun hidup yang akan datang (1 Korintus 15:58).

PA _18