Renungan Harian Kamis, 23 Juli 2020

 “Dari Paulus…. Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita” (Titus 1:1, 4).

Tak banyak hal yang diketahui mengenai Titus, tetapi ia adalah seseorang yang cemerlang menurut pendapat Paulus. Ia adalah salah satu penolong yang paling dapat dipercaya dan berharga bagi Paulus, dan Paulus menyebutnya “anakku yang sah” (1:4). Sebutan ini mungkin disebabkan karena Pauluslah yang berperan dalam pertobatan Titus. Mengalami peristiwa semacam ini mendatangkan sukacita bagi semua kaum Kristiani.

Pada bagian lain Paulus menyebutnya sebagai saudaranya (2 Korintus 8:23). Dan Titus adalah rekan perjuangan pelayanannya (2 Korintus 12:18). Paulus mengetahui bahwa Titus akan menghadapi segala sesuatu seperti yang ia lakukan. Paulus memercayakan banyak tugas dan mengetahui bahwa itu akan diselesaikan dengan baik.

TITUS adalah Pengikut yang Setia

Acap kali istilah “pengikut” digunakan dengan cara yang menghina dan/atau mengecam. Namun, makna dari kata ini tidak selalu demikian.  Namun Kamus Webster mendefinisikannya sebagai “seorang pengiring, pengantar, atau pelayan.” Seorang pengikut adalah seorang pendukung atau penyokong yang bisa dipercaya. Titus masuk dalam konsep seorang pengikut atau pendukung Paulus. Karena itu, gelar “Seorang Pengikut yang Setia” disematkan kepadanya.

BELAJAR DARI TITUS

Ia adalah sahabat dalam segala situasi

Ketika Paulus mengalami masa yang sulit dan buruk, Titus ada di sampingnya dan menjadi seorang sahabat yang setia. Ketika Paulus pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi sebuah gereja yang mencurigai dia dan selama ini tidak memercayai dan membencinya, Paulus mengajak Titus menemaninya (Galatia 2:1).

Ia adalah seseorang yang bisa dipercaya menerima tugas yang berat.

Ketika persoalan di Korintus mencapai puncaknya, Paulus mengirim Titus ke sana sambil membawa surat paling keras yang pernah ditulisnya (2 Korintus 8:16). Dibutuhkan seseorang yang memiliki karakter sejati untuk mengemban tugas semacam itu, dan Titus memiliki keteguhan hati serta ketangguhan yang memampukan dia menghadapi dan mengatasi situasi pelik tersebut.

Titus memiliki karunia untuk mengelola dengan baik

Karena bakat yang dimilikinya, Paulus memilih Titus untuk mengatur sekumpulan anggota gereja Korintus yang miskin (2 Korintus 8:6, 10). Kita seharusnya bersyukur kepada Allah atas orang-orang yang dapat kita hampiri ketika ada tugas yang harus diselesaikan.
Selanjutnya Paulus mengutus Titus ke Kreta untuk menjadi teladan bagi orang-orang Kristen di sana

Titus 2:6-7 Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal, dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

Titus tidak hanya diperintahkan untuk berbicara mengenai perilaku orang Kristen yang seharusnya, tetapi ia juga diperintahkan untuk memberikan contohnya. Tak ada pujian yang terlalu besar bagi seseorang seperti ini.

Titus adalah teladan yang baik bagi semua orang. Setiap orang perlu mengembangkan sifat bisa dipercaya dan diandalkan.

Sebuah karakter yang juga harus dikembangkan dalam kehidupan kita, seperti Titus telah menjalankan perannya dengan baik, Tuhan memanggil setiap kita untuk menempati tempat pelayanan yang seharusnya dikerjakan. Walaupun banyak tantangan, belajarlah tidak mudah menyerah dan dapat dipercaya.

PA_20