Kamis, 02 April 2020

Bahan Bacaan : 2 Korintus 9:6-12

Kalian pasti sudah tidak asing dengan Pujian “Ku bri yang terbaik bagi-Mu, kurelakan segalanya …”

Kadang lagu ini indah dinyanyikan tapi susah untuk dilakukan ya… karena Pernah ga terpikir oleh kita bahwa persembahan yang kita berikan setiap mnggu terkadang adalah persembahan yang sifatnya rutin saja? Bagaimana perasaanmu waktu kamu bawa persembahan sama Tuhan, mungkin jawaban banyak anak Tuhan “Biasa-biasa” karena mungkin jawaban kita sama  “Itu sih sudah rutinitas aja” … Jika kita merenungkan ternyata persembahan kepada Tuhan sangat tergantung dengan motivasi hati kita.

Ada banyak macam motivasi orang memberi persembahan. Mulai dari memberi persembahan karena seuatu yang wajib, atau karena malu kalau tidak memberi/ Dan tidak heran jika banyak anak Tuhan yang akhirnya memberi persembahan bukan dilandasi hati sukacita atas semua anugerah dan berkat yang diperolehnya, melainkan karena motivasi lain.

Tiap orang tahu motivasi yang melatarbelakangi tiap pemberian, sebab hatinya mengenal jalan pikirannya sendiri. Tetapi ingat, Tuhan juga mengetahui dan mengenal hati kita ketika memberikan sesuatu kepada-Nya.

Pertanyaannya adalah apa tujuan orang memberi persembahan pada Allah maunpun memberi berkat kepada sesamanya?

Rekan pemuda dan Remaja, Alkitab mengajarkan bahwa dasar pemberian orang Kristen adalah kasih kepada Tuhan yang melahirkan kerelaan dan sukacita dalam memberi.

Rasul Paulus mengajarkan dalam 2 Korintus 9 di Ayat 7, Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.

Rekan-rekan sesuatu yang kita berikan entah itu persembahan pada Allah atau memberi sedekah pada sesama seharusnya bersumber dari hati yang mengasihi dan mengucap syukur kepada Allah.
Jangan kita menganggapnya sebagai rutinitas saja, karena kalau rutinitas maka ada saatnya kita akan menjadi bosan hingga kita pun malas untuk memberi. Mari kita belajar memberi persembahan dengan hati sukacita dan mengucap syukur!

Tuhan tidak melihat jumlah persembahanmu, tetapi kualitas persembahanmu. Yang pasti persembahan yang berkualitas adalah yang terbaik yang bisa kamu persembahkan.

Kalau kita sadar tentang yang terbaik tentunya kita tidak lagi asal-asalan dalam memberi persembahan atau berbagi berkat bagi sesama.

KOMITMENKU HARI INI

“Aku mau belajar memberikan yang terbaik kepada Tuhan dengan sukacita dan kerelaan hati”