Renungan Harian, Rabu 13 Januari 2021

Amsal 15 : 18, “Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan”

Seorang yang bertempramen tinggi itu seperti sebuah gunung berapi. Gunung berapi yaitu hati yang penuh sesak dengan amarah yang mencari celah untuk meletus. Dan bila saat itu tiba, hal itu tentu sudah melukai orang orang dekat dengannya.

Semua orang tentu saja mau hidup didalam kedamaian. Dan tentu mereka akan melakukan segala cara, supaya bisa mendapatkan kedamaian. Contoh, berlibur, jalan jalan, dan lain sebagainya. Damai adalah sesuatu yang sangat dicari cari saat ini. Ketika keadaan yang begitu berat datang dikehidupan kita, yang membuat kita merasa sangat berat untuk menjalani hidup, dan damai adalah hal yang sangat diinginkan.

Ketika Rehabeam menjadi raja di Israel, rakyatnya datang untuk memohon kepadanya untuk mengurangi beban mereka. Dan Rehabeam meminta nasehat nasehat dari orang orang sebayanya pada waktu itu. Dan teman temannya memberi jawab.

2 Tawarikh 10:10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: “Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami — beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku!

Tentu saja bangsa Israel tidak bisa menerima perbuatan rajanya seperti ini, sehingga mereka kembali kerumah mereka dengan penuh kebencian.

Seorang ilmuan yang bernama Socrates, ia dikenal sebagai orang yang berkarakter baik pada saat itu. Walaupun ia menikahi seorang wanita yang cepat naik darah, ia selalu mampu mengendalikan dirinya. Suatu hari, istrinya mengamuk dihadapannya. Karena istrinya melihat, bahwa socrates hanya diam saja, ia mengambil seember air, dan menyiram air itu kekepala socrates. Socrates basah kuyup dan dia hanya melongo saja serts berkata “hujan deras disertai petir yang menggelegar”.

Kata kata Rehabeam kepada rakyatnya membangkitkan ketidaksukaan mereka terhadap rehabeam dan membawa perpecahan pada kerajaan Daud. Sikap socrates yang tenang memampukannya hidup dengan istrinya yang meledak ledak.

Dari dua contoh ini membawa pada dua hasil yang berbeda, dan memberikan kita pelajaran yang berharga.

1.  Sikap cepat naik darah adalah sumber pertikaian.
2.  Sedangkan Kesabaran adalah seperti mata air kedamaian.

Mari kita belajar untuk selalu sabar dalam menanggung segala sesuatu. Percaya bahwa kuasanya yang memampukan kita untuk selalu bertahan didalam setiap keadaan apapun yang kita lalui.

Sabagai anak Tuhan ada sebuah tanggung jawab yang Tuhan berikan bagi setiap kita anak-anakNya yaitu menjadi para “PEMBAWA DAMAI”

Matius 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Para “Pembawa Damai” selalu membawa kedamaian ditengah situasi yang berat. Tentunya hal ini bukanlah hal yang mudah. Tentunya ketika ada Tuhan yang menguasai hati kita, kedamaian itu bukalah hasil dari keadaan sekitar kita tetapi harus lahir dari dalam hati kita, hati yang dipenuhi oleh kedamaian Tuhan Yesus sendiri.
Dan ingatlah salah satu buah Roh Kudus adalah Damai sejahtera, ada Yesus dalam hati pasti punya Damai yang bisa kita sebarkan dan kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Tuhan Yesus Memberkati…

YG