Renungan Harian Youth, Rabu 15 Juli 2020

Bacaan Yakobus 3:1-12

Baca judulnya pasti semua langsung terarah pada lagu yang lagi hits karya Weird Genius “LATHI” diambil dari bahasa jawa yang artinya Lidah atau Perkataan. Reffrein lagu tersebut berbunyi

“Koe ra iso mlayu saka kesalahan, Ajining diri ana ing lathi” yang artinya “kamu tidak bisa lari dari kesalahan, harga diri seseorang ada pada lidah atau perkataannya”.

Semua orang pasti pernah bersalah dalam perkataannya. Hari ini kita tidak bahas masalah lagu Lathi, tetapi kita akan renungkan apa yang alkitab ajarkan mengenai Lidah atau Perkataan.

Yakobus memberitahu kita tentang lidah, bahwa walaupun lidah adalah anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara besar. Lidah bagaikan api yang membakar hutan yang besar, ia adalah sesuatu yang buas, yang tak terkuasai, dan penuh racun yang mematikan. Itulah sebabnya Alkitab memperingatkan kita bahwa:

“Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir akan ditimpa kebinasaan” (Ams 13:12)

Mengapa Lidah atau perkataan perlu dijaga?

Ada Empat alasan “lidah perlu dijaga”:

1. “Perkataan Anda adalah benih yang ditaburkan dan akan berbuah mengikuti Anda”

Amsal 13:2a “Dari buah mulutnya, seseorang akan makan yang baik…”

Lidah menghasilkan perkataan, dan di  dalam perkataan ada kekuatan yang tersimpan, yang menghasilkan “buah”, dan akan kita nikmati dalam kehidupan. Setiap perkataan, entah yang positif, atau negatif berdampak bagi hidup. Firman Tuhan mengatakan, bahwa perkataan memberi buah kepada kita. Sebab itu, penting bagi kita untuk berkata-kata seperti apa yang Firman Tuhan katakan mengenai kita. Bila kita lelah, katakanlah “Aku kuat di dalam Kristus”, saat tertekan, katakanlah “Dalam Kristus aku mampu tanggung segala perkara”, Jika kita berkekurangan, katakanlah “Allahku akan mencukupkan segala keperluan dan kebutuhanku menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya”, saat kita sakit, katakanlah “Oleh bilur-bilur-Nya Aku sembuh”!

2. “Perkataan Anda, menentukan hidup Anda berhasil atau terkutuk”.

 I Petrus 3: 8-10 “…..Siapa yang mau mencintai hidup, dan mau melihat hari-hari baik ia harus menjaga lidahnya…..”

Perkataan sama seperti doa kita. Kebenaran, kebaikan, dan kesucian, yang kita katakan melalui mulut, akan mendatangkan berkat bagi kita. Sebaliknya kenajisan, kejorokan, kekuatiran, dan kesalahan yang kita ucapkan, akan mendatangkan kutuk dalam kehidupan.

3. “Karena Allah memperlakukan kita, sesuai dengan apa yang kita katakan ”

Bilangan 14:28 “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah Firman Tuhan, bahwasannya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Ku lakukan kepadamu”

Pada saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, saat menghadapi tantangan mereka selalu bersungut-sungut dan berkata: “Lebih baik kami mati di tanah Mesir! Mengapa kamu membawa kami ke negri ini supaya kami tewas oleh pedang?” Dan Alkitab memberitahu kita bahwa Allah memperlakukan mereka seperti yang mereka katakan. Dari angkatan yang keluar dari tanah Mesir, semuanya tewas di padang gurun, kecuali Yosua, dan Kaleb.

Pada saat kita ada dalam sebuah pergumulan, biasanya kita tergoda untuk mengatakan sesuatu. Pertimbangkanlah ini! Bahwa Allah akan memperlakukan kita seperti apa yang kita katakan. Perkataan kita selalu didengar oleh telinga yang Maha Kuasa. Dan apa yang kita katakan, akan menggerakkan tangan Tuhan untuk melakukannya kepada kita.

4. “Karena setiap perkataan, dipertanggung jawabkan bahkan sampai pada kekekalan”.

Matius 12: 36-37 “…..Setiap kata-kata yang sia-sia, yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum”

Allah akan meminta,  setiap kita mempertanggung jawabkan perkataan kita di hadapan-Nya. Jadi berhati-hatilah dalam berucap, supaya saat hari penghakiman nanti kita bisa mempertanggung jawabkan apa yang kita ucapkan. Bahkan dalam setiap ucapan sehari-hari, guyonan, atau kalau kita menggunakan media sosial, apa yang kita tulis disana juga mewakili perkataan kita loh … hati-hati sama setiap postingan atau comment rekan-rekan semua.

Ingatlah … “Karena itu menjaga lidah kita setiap hari, adalah cara terbaik memelihara hidup”

Komitmenku hari ini :

Aku mau belajar untuk menjaga setiap perkataanku, supaya bisa memperkatakan apa yang baik, buat diriku juga kepada orang-orang disekitarku. Kiranya perkataanku bisa memuliakan Tuhan selalu.

SM – YDK