Renungan Harian Youth, Kamis 08 Oktober 2020

Syalom rekan-rekan youth … tetap semangat semuanya ya. Menyambung tema renungan kemarin hari ini kita akan Bersama-sama merenungkan Firman Tuhan dengan tema Learn to learn more … Belajar untuk lebih banyak belajar

Pada masa belajar dari rumah seperti sekarang ini, keputusan terbesar ada di tangan kita sebagai pelajar. Seberapa lama kita akan belajar, sebesar apa usaha yang akan kita keluarkan untuk mempelajari sesuatu, dan target apa yang hendak kita capai. Berapa banyak pelajar yang saat-saat ini hanya berpikir untuk “go with the flow” mengalir saja. Ketika kita tidak ada di ruang belajar kita di sekolah, minim pemantauan guru, dan jauh dari jangkauan tata tertib sekolah; sejauh mana kita memutuskan diri kita untuk belajar.

Seorang muda seperti Uzia pastilah melihat bagaimana ayahnya memimpin Kerajaan Yehuda, keberhasilan dan kejatuhan ayahnya. Setiap apa yang terjadi saat pemerintahan raja tercatat dalam kitab raja-raja dan Uzia belajar di bawah bimbingan Zakharia. Dia menjadi raja karena keturunan dan kemungkinan besar ada bakat yang diturunkan padanya.

2 Tawarikh 26:5, Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil.

He gave himself to searching after God in the days of Zechariah, who made men wise in the fear of God; and as long as he was true to the Lord, God made things go well for him. (BBE – Bible Basic English) 

Nama raja itu termasyhur sampai ke negeri-negeri yang jauh, karena ia ditolong dengan ajaib sehingga menjadi kuat.

Rekan-rekan youth Bakat itu bisa diartikan sebagai dasar (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Turunan kata untuk bakat: bakat alam kemampuan yang dibawa sejak lahir, bakat terpendam bakat yang tersembunyi, tidak diketahui atau digunakan.

Setiap orang tua berusaha mencari tahu keunggulan apa yang dimiliki anaknya. Bahkan dalam budaya Jawa ada sebuah upacara yang dihelat ketika anak sudah bisa merangkak. Dalam upacara ini anak diperhadapkan pada beberapa benda seperti alat tulis, uang, mainan tertentu untuk melihat ketertarikan awal pada bidang-bidang tertentu di masa depan. Selain itu pertanyaan seperti mau jadi apa kalau sudah besar memunjukkan rasa ingin tahu orang dewasa terhadap bakat anak sedini mungkin. Pada beberapa anak bakat ini Nampak sangat jelas, namun mayoritas nampaknya biasa-biasa saja dan tidak memiliki kelebihan yang menonjol.

Tetapi rekan-rekan …

Talent is never enough – Bakat tidak pernah cukup … John C Maxwell.

Sekecil apapun bakat anda, bakat itu bisa dikembangkan dan diperluas. Nasehat yang diberikan oleh John C Maxwell adalah JADILAH PRIBADI YANG BISA DIAJAR. Belajar mengusahakan diri untuk mengetahui lebih banyak dan menguasai sebuah keterampilan dengan lebih mahir.

Bakat tidak cukup untuk mengembangkan diri dan maju dalam kehidupan, semua kita perlu belajar dan mengembangkan diri

Amsal 1:7   Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Dengan kata lain dari Firman diatas kita bisa mengerti bahwa ketika kita menjauhi Tuhan sama artinya dengan menjauhi hikmat. Dan akibat dari menjauhi hikmat adalah mendatangi kegagalan.

Bagaimana seharusnya kita belajar?

1. Belajar untuk mendengarkan

Listen and learn… Kenali keunggulan diri kita, tapi buka hati untuk menerima keunggulan orang lain dan belajar lebih lagi. Belajar dengan kerendahan hati. Menjauhkan kita dari kesombongan. Semakin kita belajar, kita akan tahu kalau baru sedikit yang kita ketahui.

2. Pahamilah proses belajar

Learn and then grow. Mungkin konyol pada awalnya namun itu langkah yang penting. Segala sesuatu itu penting . Jangan menganggap kita tahu segalanya dan meremehkan hal-hal kecil. Musuh terbesar dari belajar adalah (merasa) mengetahui. Karena itu harus bertindak, evaluasi, revisi, dan kembali bertindak. Jangan berhenti hanya pada kata mengetahui, bertindaklah; maka kalian akan mengetahui bahwa masih ada kekurangan-kekurangan yang perlu kita perbaiki..

3. Cari dan rencanakan saat-saat anda bisa diajar.

Gunakan setiap peristiwa atau situasi terkecil sekalipun sebagai kesempatan untuk kita belajar. Belajarlah
ada banyak buku yang yang berisi tulisan ahli hasil penelitian dan kajian pustaka dari puluhan buku lainnya.
Ada banyak orang yang telah melewati kegagalan dan kesuksesan dalam rentang waktu yang lama.

Masih ada banyak kesempatan untuk kita belajar untuk mempersiapkan masa depan kita, Ada banyak tantangan yang tidak menunggu sampai kalian menguasai sesuatu hal.

Jadikanlah saat-saat anda bisa diajar dan jangan biarkan saat belajar ini lalu begitu saja atau menyia-nyiakan kesempatan. Kalau hari-hari ini kalian memiliki begitu banyak waktu, mari jangan sia-siakan. Mulailah berpikir apa yang perlu kita ubah dan pelajari. Mungkin kita ingin menguasai sebuah keahlian tertentu, sediakanlah waktu untuk mempelajarinya. Ingatlah untuk melakukannya dengan sukacita karena semangat yang patah mengeringkan tulang.

Tanyailah diri anda sendiri, apakah aku benar-benar bisa diajar

Thomas Edison

sebagian besar penemuannya adalah hasil mempelajari kegagalan orang lain yang berhenti sebelum berhasil.

Mari kita renungkan

Kemampuan kita untuk melakukan sesuatu dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman yang kita miliki. Jika kita terus menerus hanya mengandalkan kedua hal itu maka kita akan menjadi pribadi yang tidak berkembang.  Pengetahuan kita terbatas, pengalaman hanya membuat kita terperangkap pada kejayaan masa lalu, banyak orang mengejar pengalaman sedemikian rupa sehingga terperangkap pada trial and error yang tidak pernah usai. Karena itu jadi anak muda harus mau untuk terus belajar.

Komitmen hari ini

Aku mau beelajar untuk belajar lebih lagi. Aku mau mengembangkan potensi yang Tuhan karuniakan untuk kemuliaan nama Tuhan.

DDO – SCW