Renungan Harian Anak, Rabu 03 Februari 2021

Hai..hai..hai.. Selamat Pagi anak-anak Tuhan yang hebat.. Yuk..yuk.. bergegas bangun dan persiapkan diri kalian buat dengerin renungan hari ini yaa..

Nih kakak punya cerita buat adik-adik semuanya …

Kiki sedang asyik membaca buku ceritanya yang berjudul Lebah atau Lalat. Kiki membaca di ruang tamu sambil ditemani Mamanya. Kikipun bertanya,” Mama kenapa ya lebah itu sukanya sama bunga, tapi lalat kok lebih suka sama yang kotor-kotor gitu sih?”. “Gini Kii, lebah dan lalat sama punya mata kan, tapi beda tujuan yag mereka lihat”, kata Mama. “Emang bedanya apa ma?”, “Bedanya Tuhan menciptakan Mata Lebah hanya untuk menemukan bunga, sedangkan Mata Lalat dibuat khusus untuk menemukan kotoran.”

Seringkali kita juga sering bertanya-tanya, mengapa lebah lebih cepat menemukan bunga dan mengapa lalat cepat menemukan kotoran?

MENGAPA?

Di dalam pikiran Lebah hanyalah Madu & Madu saja, tidak ada yg lain. Sedangkan di dalam pikiran Lalat hanyalah Kotoran & Kotoran saja, tidak ada yg lain. Maka, susah bagi lebah untuk menemukan kotoran, tapi mudah & cepat bagi lebah untuk menemukan bunga di manapun. Sebaliknya, susah bagi lalat untuk menemukan bunga, tapi mudah & cepat bagi lalat untuk menemukan kotoran di manapun. Apa hasil akhirnya? Lebah kaya akan madu yg sangat bermanfaat, sedangkan lalat kaya akan kuman penyakit.

Nah adik-adik, Apa yg kita pikirkan akan menghasilkan apa yang kita lihat dan apa yang kita lihat akan menghasilkan apa yang kita peroleh. Hidup kita sangat tergantung pada Hati dan Pikiran kita. Kalo Hati dan Pikiran selalu Negatif, maka apa saja yang kita lihat akan selalu menjadi Negatif dan hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan negatif yang penuh permasalahan. Kalo Hati dan Pikiran selalu Positif, maka apa saja yang kita liat akan selalu menjadi Positif dan hasil akhirnya adalah kehidupan positif yang penuh kebahagiaan. Pilihan ada ditangan kalian sendiri, mw seperti Lebah atau Lalat??

Pada Filipi 4:8 ditulis “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari, dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar, dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu.”

Rasul Paulus menasihatkan agar pikiran setiap orang percaya diisi dengan hal-hal yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar bajik (baik) dan semua yang patut dipuji.  Untuk memiliki pikiran yang selalu positif tidak ada jalan lain selain harus taat kepada firman Tuhan.

Dengan firman Tuhan kita dituntun untuk selalu berpikiran positif.  Itu berarti pikiran yang benar dan positif adalah modal bagi Tuhan untuk menyatakan kasih dan kuasaNya dalam kehidupan kita.

Ayat Hafalan hari ini :

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,”  (Filipi 2:5)

Komitmenku hari ini:

Tuhan, ajar aku selalu membaca Firman Tuhan untuk selalu berpikir positif dan menanggalkan pikiran negatif.

AEP – GCT