Renungan Harian Youth, Selasa 03 November 2020

Pengkotbah 11:9  Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

Masa kini adalah masa yang terbaik. Seindah apapun masa lalu itu semuanya tidak dapat kita nikmati dan ulang kembali. Seindah apapun masa depan semuanya belum dapat kita nikmati. Kita tidak bisa mempercepat suatu masa ataupun memperlambatnya.

Namun kita harus berhati hati dalam menggunakan waktu yang seakan-akan milik kita sendiri. Ingatlah bahwa Tuhan memberi kita sebuah masa hidup yang seharusnya kita pergunakan dengan tepat. Pengkotbah mengingatkan kita bahwa hidup kita tak tidak berbeda dengan binatang jika kita tidak mengingat Allah kita dalam mempergunakan waktu yang ada. Kita hidup dan kemudian mati begitu saja tanpa memberi arti semasa kita hidup.

Berhati-hatilah : “hiduplah dengan memberi arti, hidup tanpa memberi arti = binatang

Setiap kita manusia hidup dalam masa-masa tertentu. Pernah dengar ungkapan “ketinggalan jaman?” (terlalu lambat) atau mungkin “Kebrangas” (terlalu cepat)? Semuanya yang tidak sesuai waktu tidaklah baik. Ada waktu untuk segala sesuatu. Ada rentang waktu di mana  kita hidup, berkarya, dan akhirnya mati.

Don’t be too fast, don’t be too slow, be precise

Kisah Rasul 13:36, Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.
For David, after he had served God’s will and purpose and counsel in his own generation  (AMP)

Sadarkah kita, Tuhan meletakkan kita dengan tepat di sebuah generasi tertentu? Mari kita belajar dari Daud, keberadaannya yang berkarya tepat seperti apa yang Allah mau, dan meninggal saat apa yang jadi panggilan dan tugasnya selesai dilaksanakan. Daud adalah seorang yang tepat dalam mempergunakan waktunya, hidup dengan luar biasa di setiap tahapan hidupnya. Bagaimana Tuhan membawa dia dari bukan siapa-siapa menjadi seorang yang besar dan berkarya dengan luar biasa bagi Tuhan.

Mari kita belajar bersama dari Tahapan Kehidupan Daud

1. Menjadi orang biasa

Menjadi seorang yang biasa-biasa saja, tidak terlihat, bahkan oleh orang terdekat kita tidaklah mudah. Semua ingin dihargai, dipandang keberadaannya. Daud nampak biasa-biasa saja di hadapan manusia, namun luar biasa di hadapan Allah sampai- sampai hati Tuhan terpikat padanya. Saat tidak ada seorangpun melihat, mari kita kembangkan hidup bersama Tuhan dan di hadapanNya dalam perkenananNya.

2 Samuel 7:8  Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

2. Menjadi orang yang diurapi

1 Samuel 16:13  Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.

Sadarilah bahwa pengurapan adalah kelebihan dan kemampuan yang dipercayakan pada kita untuk melayani Tuhan. Daud sadar ada pengurapan Allah atas hidupnya. Daud belajar untuk melayani Saul dengan cara mendampingi Saul ketika ia diganggu roh jahat.

3. Masa penundukan diri- belajar mendukung atasan

Daud melayani Saul sebagai prajurit, ke manapun Saul memerintahkan dia untuk pergi berperang Daud selalu taat. Pengalaman dalam masa peperangan ini membawa Daud mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa. Segala keberhasilan yang ia peroleh tidaklah membuat Daud sombong dan meninggikan diri terhadap yang lain.

TETAP RENDAH HATI DAN TUNDUK PADA ATASAN SAAT KITA SUKSES

1 Samuel 18:14 Daud berhasil di segala perjalanannya, sebab TUHAN menyertai dia.

4. Masa didikan – hidup benar namun diperlakukan tidak adil

Daud mengalami masa yang berat ketika dia dikejar-kejar oleh Saul. Namun sedikitpun tidak ada niatan dari Daud untuk melawan, memberontak, dan melukai Saul rajanya. untuk menerima perlakuan yang tidak adil menurut kita namun dalam hukum Tuhan ada berkat bagi kita yang taat. Setiap orang-orang yang diletakkan Tuhan di atas kita haruslah kita hormati.

TETAP HIDUP BENAR WALAU DIPERLAKUKAN DENGAN TIDAK ADIL= BERKAT BAGI SESAMA,
MENGELUH = MELEMAHKAN SESAMA KITA,
MEMBERONTAK = TIDAK DIPERKENAN TUHAN

1 Samuel 24:11 –12 Lihatlah dahulu, ayahku, lihatlah kiranya punca jubahmu dalam tanganku ini! Sebab dari kenyataan bahwa aku memotong punca jubahmu dengan tidak membunuh engkau, dapatlah kauketahui dan kaulihat, bahwa tanganku bersih dari pada kejahatan dan pengkhianatan, dan bahwa aku tidak berbuat dosa terhadap engkau, walaupun engkau ini mengejar-ngejar aku untuk mencabut nyawaku. TUHAN kiranya menjadi hakim di antara aku dan engkau, TUHAN kiranya membalaskan aku kepadamu, tetapi tanganku tidak akan memukul engkau;

5. Masa persiapan menjadi raja 2 Samuel 2-5

Daud bergerak dengan pimpinan Tuhan dalam waktuNya. Daud tidak memaksakan kehendaknya walaupun Daud tahu bahwa ia telah diurapi menjadi raja dan sudah jadi haknya dia menjadi raja atas Israel.

SAAT DIPERSIAPKAN MENJADI PEMIMPIN = TIDAK TERBURU-BURU DAN AMBISIUS       

6. Masa kemuliaan

Tuhan membuat Daud menjadi seorang raja yang besar, menyertai Daud ke manapun ia pergi dan memberi kemenangan ke manapun ia berperang.

2 Samuel 8:15  Demikianlah Daud telah memerintah atas seluruh Israel, dan menegakkan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.

SAAT MEMIMPIN = TIDAK SEWENANG-WENANG, MEMBAWA SEMUA ORANG PADA TUHAN

Tuhan rindu setiap kita bukan hanya melakukan tujuan Allah dalam hidup kita namun lebih dari itu Tuhan rindu kita menghidupi setiap rancanganNya dalam hidup kita.

Komitmenku hari ini

Hiduplah dengan maksimal sementara kita menjalani hari demi, karena ada PROSES yang harus dijalani disetiap fase kehidupan … percayalah Tuhan memiliki rancangan untuk hidup kita.

Amen… Tuhan Yesus menyertai kita semuanya

DDO – MLE