Renungan harian Youth, Selasa 01 September 2020

Syalom rekan-rekan youth, puji Tuhan hari ini kita masuk dibulan yang baru yaitu bulan September, saya berharap dibulan yang baru ini kita semua tetap bersemangat

Love is a Verb”, kata John Mayer dalam lagunya, dan Gary Chapman dalam bukunya. Sebuah film tahun 2014 juga mengangkat judul yang sama. Pada dasarnya ungkapan ini memberitahu kita bahwa kasih sejati seharusnya ditunjukkan dalam tindakan nyata, bukan teori semata. Saya sepenuhnya setuju, karena Alkitab sendiri berkata,

Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran (1 Yohanes 3:18).

Hukum yang terutama dalam Alkitab juga menegaskan bahwa “kasih” itu melibatkan keseluruhan hidup kita:

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu … dan… kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:37-39).

Tanpa tindakan nyata, segala pembicaraan tentang kasih menjadi omong kosong belaka. Namun, tindakan yang didasari oleh alasan-alasan yang keliru juga sama buruknya. Rasul Paulus menulis dalam 1 Korintus 13:3, “Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku”. Jadi sangat mungkin orang berbuat baik tanpa didasari kasih.

Kasih lebih dari sekadar tindakan, lebih dari sekadar keinginan-keinginan berbuat baik yang hanya bertahan sebentar. Alkitab mengajarkan banyak hal tentang kasih Ilahi, kasih yang sejati. Berikut ini tiga hal penting dari kasih yang perlu selalu kita ingat:

1. Kasih berasal dari Allah.

Alkitab berkata, “Kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah” (1 Yohanes 4:7). “Allah adalah kasih” (1 Yohanes 4:16). Kasih kepada Allah dan sesama adalah buah Roh yang dihasilkan ketika kita memberi diri dipimpin oleh-Nya (Galatia 5:22).

2. Kasih adalah alasan yang menggerakkan kita untuk bertindak.

Kita membaca bahwa: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, …” (Yohanes 3:16). Kasih menggerakkan Allah untuk mengaruniakan Anak-Nya, dengan tujuan “…supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”. Tindakan Allah didasarkan pada kasih-Nya yang tidak berubah dan kekal. Kasih Allah adalah alasan kita untuk berbuat baik kepada orang lain, mengasihi mereka supaya mereka juga dapat mengenal Allah dan memiliki hidup yang berkelimpahan di dalam Dia.

3. Kasih mengalir dari sukacita mengenal Allah dan menaati Dia.

Mustahil menjadi orang yang penuh kasih di luar Allah, karena kasih bersumber dari Allah. Ketika kita tidak memiliki sukacita bersekutu dengan Allah, bagaimana mungkin kita memiliki kasih-Nya? Tuhan kita, Yesus Kristus tekun memikul salib, mengarahkan pandangan-Nya pada “sukacita yang disediakan bagi Dia”, sukacita menyelesaikan tugas yang diberikan Bapa-Nya (Ibrani 12:2). Tindakan kasih-Nya mengalir dari sukacita mengetahui bahwa Bapa-Nya berkenan terhadap tindakan-Nya itu! Betapa perlu kita memandang teladan Yesus ketika kasih kita menjadi lemah dan kebaikan yang kita tunjukkan terasa sia-sia (Ibrani 12:3).

Kita tahu bahwa kita masih perlu banyak bertumbuh dalam kasih. Sebab itu, mari kita berdoa agar Allah mengaruniakan kepada kita sukacita untuk terus tinggal di dalam Dia, sumber Kasih yang sejati, untuk menikmati persekutuan dengan-Nya sebagai harta terbesar dalam hidup. Hanya dengan demikian kasih sejati dapat mengalir di dalam dan melalui hidup kita kepada orang lain, entah itu kepada keluarga, sahabat, rekan kerja, atau setiap orang yang Allah ijinkan hadir dalam hidup kita.

Kasih tanpa perbuatan itu omong kosong, tetapi perbuatan tanpa Kasih itu pun sia-sia. Karena Kasih dan perbuatan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Komitmenku hari ini :

Aku mau belajar hidup didalam kasih, melakukan segala sesuatu karena kasih karena kasih menuntunku untuk melakukan hal yang benar

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

SAM – MLE