Renungan harian Youth, Senin 05 Oktober 2020

Syalom rekan-rekan Elohim youth, semoga rekan-rekan semuanya dalam keadaan yang baik. Hari ini kita akan membahas kembali mengenai “kenangan”.

Kenangan, secara akal dan logika adalah kisah yang telah terjadi di masa lampau. Kisah ini bisa tentang hal manis maupun pahit. Sedangkan menurut kamus KBBI Kenangan itu adalah ingatan, teringat mengingat kembali; membangkitkan kembali dalam ingatan; membayangkan lagi.

Kenangan itu seperti halnya kopi, dapat terasa pahit maupun manis. Melalui secangkir kopi dapat menyatukan sebuah kenangan pahit maupun manis. Keduanya menyatu menjadi sebuah rasa kenangan yang indah bagi lidah atau diri ini. Kita juga perlu belajar dari kesempurnaan rasa kopi berasal dari rasa pahitnya. Oleh karena itu, kenangan pahit akan membentuk kita yang lebih baik di masa depan.

Manusia gemar bernostalgia

Nostalgia adalah perasaan hangat yang kita rasakan sewaktu kita memikirkan tentang kenangan-kenangan terindah dari masa lalu kita,”

Erica Hepper, dosen di School of Psychology, Universitas Surrey.

Itulah kenapa orang-orang suka sekali dengan nostalgia. Menurut ahli psikologi, nostalgia adalah kecenderungan alami manusia. Nostalgia membantu orang untuk menghubungkan pengalaman masa silam dengan keadaannya sekarang — persisnya menghangatkan dan menguatkan masa kini tiap orang.

Namun ada sebuah fakta dimana pengalaman pahit lebih mudah diiingat dibanding pengalaman manis? Setiap orang pasti pernah mengalami hal buruk dalam hidupnya. Termasuk kamu bukan? Tapi, pernah nggak sih kamu bertanya kenapa kamu lebih mudah mengingat hal buruk atau pengalaman pahit ketimbang yang baik? Ini alasannya.. Tidak selalu seseorang yang mengingat keburukan atau memori negatif dalam hidupnya lantas dikatakan sebagai orang yang jahat. Faktanya, otak manusia lebih cepat untuk merekam secara detail memori-memori negatif.

Karna itu kita harus pahami Bahaya Hidup Dalam Kenangan Masa Lalu.

Masa lalu yang penuh dengan kenangan buruk dapat Mempengaruhi Kesehatan Di Masa Sekarang atau Nanti. Sebuah penelitian di University of Granada menemukan jika kenangan masa lalunnya didominasi oleh kenangan buruk, pahit, kemarahan dan kesedihan bisa mempengaruhi kesehatannya secara fisik. Makin banyak kenangan negatif, maka persepsi tentang hidup dan juga status kesehatannya cenderung lebih buruk. Kemudian bisa membuat hidup tidak nyaman dan dapat menimbulkan stress dan juga membuat Diri Tidak Berkembang Selain berbahayanya hidup dalam kenangan pahit, hidup dalam mengingat kenangan manis juga berbahaya. Mengapa? dikarenakan kamu akan hidup dalam membandingkan kehidupan sekarang dengan yang lalu. Kenapa ya hidupku kok gak seperti yang dulu? Dulu waktu masih sekolah hidupku menyenangkan sekali, sekarang kok gini banget.

Winston Churchill adalah sosok perdana menteri yang menjalankan kepemimpinan penuh inspirasi bagi Inggris selama Perang Dunia II dan sesudahnya. Namun, siapa yang tahu bahwa seorang kapten bernama Winston Churchill pernah melakukan kesalahan pada Perang Dunia I, sehingga ia dianggap “gagal” dan karier militernya habis. Jika Churchill hanya duduk dan merenungkan kegagalan masa lalu, besar kemungkinan kita tidak akan pernah mendengar tentang kiprahnya. Pengalaman dari Churcil menunjukan keberhasilannya terbebas dari kenangan masa lalu, dan menjadikannya batu lompatan sebagai sebuah keberhasilan.

Belajar dari Pengalaman Bangsa Israel

Kita juga akan belajar dari kisah Bangsa Israel yang gagal move on dan membuat Tuhan marah. Hal inilah yang dilakukan Bangsa Israel di padang gurun, mereka masih mengingat indahnya hidup di Mesir.

“Dan orang Israelpun menangislah, pula serta berkata: “Siapakah yang akan memberi kita makan daging?    Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih” (Bilangan 11:4-5).

Dari kisah ini, kita melihat bahwa Bangsa Israel tidak dapat move on dari kehidupannya di Mesir, padahal kita tau bahwa disana mereka hidup dalam perbudakan. Mereka hidup dalam sebuah penderitaan dan penindasan oleh Bangsa Mesir selama 430 tahun. Kehidupan yang tidak terbebas dari kenangan masa lalu, menghasilkan persungut-sungutan dari Bangsa Israel,  membuat mereka tidak menyadari akan kebaikan Tuhan yang telah dikerjakan pada mereka dengan sungguh luar biasa menakjubkan. Hal inilah yang membangkitkan murka Tuhan pada mereka, menjadi salah satu penyebab diantara hal lainnya yang membuat angkatan mereka gagal masuk ke tanah perjanjian.

Belajar dari Paulus yang berhasil melangkah dari kehidupan masa lalunya kepada masa depan yang memuliakan Tuhan. Kenangan buruk sebagai aktor yang menganiaya umat pengikut Kristus pada waktu itu, dan kenangan manis sebagai seorang Farisi yang berhasil dan memiliki prestasi luar biasa. Namun pada akhirnya kita tau bahwa dia hidup dengan memusatkan perhatian pada masa depan.

Filipi 3:13-14,”Aku melupakan apa yang telah di belakangku   dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,  dan berlari-lari  kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

Kadang-kadang kita terlalu berfokus kepada apa yang ada dibelakang kita, sehingga membuat kita tidak bisa melangkah pada masa depan. Terlalu menghabiskan waktu pada apa yang lalu adalah hal yang tidak tepat dan dapat mencelakakan diri kita sendiri. Sama halnya ketika kita mengendarai motor, adalah hal yang tidak tepat untuk selalu memandang pada kedua spion. Fokus dan memandang ke arah depan adalah yang benar, boleh sekali-kali melihat spion untuk mengecek keadaan belakang, tapi jangan terus-terusan, nanti bisa mengalami kecelakaan.

Komitmenku hari ini

Hidup ini penuh dengan kenangan, aku mau belajar memakai kenangan itu untuk aku belajar dan membangun hidupku bukan untuk menghancurkan masa depanku.

ER 041020 – KPH